seen from Egypt
seen from United States

seen from Brazil

seen from France
seen from Sweden

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Russia

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from T1

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
Lelah Lagi...
Sampai kapan? Sampai kapan aku harus bertahan? Sampai kapan aku harus diam? Sampai kapan aku harus mengalah? Dan sampai kapan aku berpura-pura bodoh untukmu?
Berkali-kali di setiap tahun, selalu pengkhianatan demi pengkhianatan yang ku terima darimu. Diam dengan kesakitan lahir dan batin ini, seakan membunuhku secara perlahan.
Aku lelah... Dan lagi-lagi aku merasa sangat lelah dengan kepura-puraanku ini.
Maaf, selalu kata maaf di akhir yang kau ucap, tapi berulang kali kau buat kesalahan kembali yangg sama. Aku berpura-pura bodoh dengan memaafkanmu. Tapi aku merasakan lelah itu kembali.
Aku lelah... Dan sangat lelah...
Dan lagi, disaat rasa lelah ini datang, aku selalu berpikir apakah cukup kita sudahi saja?
Lelah...
Ada kelelahan yang tak biasa hari ini. Mata, hati, pikiran dan raga seakan terjatuh bertubi-tubi yang menjadikan seluruh terluka.
Detak jantung yang semakin tak biasa, dan rasa sakit yang tiba-tiba menghujam hati.
Lelah, kenapa harus dengan rasa lelah seperti ini. Kenapa aku harus menahan sekeras ini. Menahan dan menangis. Menangis dan marah.
Did you look at me? Did you know with this tiredness?
Saat itu amarah, mencurahkan segala api yang membara dalam diri yang lelah. Menebar kata yang keras nan kesal kepadanya dan berbumbu oedas di setiap pepatahnya.
Merindu buta, menjadi kebencian yang larut dalam hati. Terpaan angin keras menghujam raga, membekukan diri dalam kepedihan yang bangkit kembali.
Lelah, amaran dan tangis, menghujam jiwa dan raga tanpa henti. Mencoba menahan diri, mencoba mengendalikan dengan segala cara, tapi semua tetap tak berarti.
Teriakan-teriakan dalam batin mengguncang diri. Meronta tanpa henti, bahkan bisikan manusiapun tak berarti.
Dia yang mencintaimu...
Dia yang mencintaimu, tidak akan mengkhianatimu
Dia yang mencintaimu, tidak akan menyakitimu
Dia yang mencintaimu, tidak akan pernah meminta sesuatu keburukan darimu
Dia yang mencintaimu, akan selalu menghapus air matamu
Dia yang mencintaimu, akan selalu bersamamu disetiap waktu
Dia yang mencintaimu, akan selalu menenangkan hatimu
Dia yang mencintaimu, akan selalu mengkhawatirkanmu
Dia yang mencintaimu, akan selalu menjagamu
Dia yang mencintaimu, akan selalu melakukan segalanya untukmu
Dia yang mencintaimu sepenuh hatinya, akan selalu memberikan cahaya disetiap gelapnya dunia kepadamu.
by:~RW~ 04 Des 2022
Ketakutan...
Sesaat menyakitkan, dada terasa seperti tertusuk beberapa saat Takut, penuh dengan ketakutan saat hal itu datang, dan terus bergumam, "Tuhan jangan kau ambil nyawaku hari ini, aku belum siap, banyak dosa belum tertebus, ada cinta yang masih membutuhkan kasih sayang hingga mereka dewasa, Tuhan tolong, sembuhkan rasa sakit yang hadur secara tiba-tiba itu...."
Ketakutan pada diri manusia adalah kematian mereka sendiri. Ketakutan dengan rasa penyesalan yang sangat terlambat mungkin, tapi mereka manusia tak pernah menyadarinya saat masih dalam keadaan waras.
Keegoisan dalam diri manusia sangatlah mengerikan. Melupakan Tuhan disaat mereka di puncak, tapi menyebut Tuhan saat mereka terpuruk dalam kesakitan. Kenapa?
It's all about words. And the time is uncontrollable. I realize I was wrong to request your time for me. Maybe it's a stupid thing, but it's worth it to me.
Rumput Liar
Terhempas angin, namun tak tumbang. Terinjak, namun berpura tak merasa sakit. Terbuang, namun tetap bertumbuh.
Dia bertumbuh di bumi, namun beberapa nyawa mengatakan dia adalah tumbuhan parasit, dan banyak yang membencinya. Tapi rumput tidak goyah dengan semua itu.
Rumput tetaplah rumput, menjadi lemah dan mati, rumput tetap bertahan dan bertumbuh. Di saat gersangnya tanah, di saat makhluk lain menginjaknya, dia tetap bisa bertahan, dan di saat dicabut sekalipun, dia akan bangkit lagi.
Rumput tetaplah rumput, bertumbuh sedikit, kemudian bertumbuh menjadi liar. Karea rumput tahu, bahwa Tuhan yang menciptakannya.