୧ ֯₊ֹ ׅ⊹ yeri + me = :D 🎀 cr on telegram

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#tim drake#dc universe#batfamily#dick grayson#batfam#dc fanart




seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Uruguay
seen from Azerbaijan
seen from Sweden
seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Iraq
seen from Malaysia

seen from Australia
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from India

seen from Ireland
seen from China

seen from United Kingdom
୧ ֯₊ֹ ׅ⊹ yeri + me = :D 🎀 cr on telegram
Random doodles
Hobi Baru Kinan : Corat Coret
Hobi Baru Kinan : Corat Coret
Menjelang usia 12 bulan, Kinan sudah seneng banget pegang-pegang pulpen, spidol bahkan krayon. Dulu pas awal-awal, dia senang banget jika digambarin kucing (dia akan sebut “Paa…”, karena belum bisa bilang “Pus”) trus kalau sekarang setiap kali pegang buku pasti bilang “Baca-baca”, pegang alat tulis bilang “Gaba” alias gambar. Tapi kecintaan menggambar kucingnya sudah mulai berkurang ketika dia…
View On WordPress
Cokro Manggilingan -1-
Ia kembali, berjalan mendekati Mara yang sedang ia rendam dalam sebuah kubangan air raksa. Mara sedang tertidur, ia berdiri disisi kolam, berdesis pada Mara. Mara masih menutup matanya, hanya kepalanya saja yang terlihat, yang lainnya terendam dalam kubangan air raksa tersebut. Ia memicingkan matanya, ia masih melihat kalung gaibnya masih terpasang di leher gadis itu. Sudah 7 tahun, waktu dunia buatannya, sudah selama itu ia mengurung anak perempuan tersebut. Umurnya sudah 18 tahun. Hubungan mereka berdua sudah tidak seperti hubungan penculik dan korbannya, mereka berdua sudah dapat berkomunikasi layaknya dua mahluk yang terkurung dalam dunia eksternal. Selama 7 tahun juga Kalla telah melatih Mara untuk menjadi Monster pembasmi masal.
Ia mengangkat tangan kanannya perlahan, membentuk sebuah meja dari tanah dengan sihirnya. Ia membawa dua buah plastic, sambil mengomel sendiri ia menumpahkan semua isinya di atas meja itu. Ya, ia baru saja turun ke Bumi dan mengumpulkan banyak sekali pakaian wanita untuk Mara. Selama 7 tahun, Mara hidup di dunia ini tanpa mengenakan sehelai benang pun. Ia memilah semua jenis pakaian itu, mulai dari pakaian dalam, atasan, bawahan sambil terus mengomel mengapa manusia membutuhkan pakaian. Ia membalikan badannya mengangkat tangan kanannya lagi, menerbangkan Mara yang masih saja tertidur di kubangan dan meletakan tubuh gadis itu di atas meja.
Ia meletakan kaus di bagian atas tubuh gadis itu, kemudian meletakan sehelai rok di bagian bawahnya. Mencari-cari jenis pakaian yang lain, ia kebingungan, karena tampaknya masih ada jenis pakaian yang terlupakan. Ia mengomel sendiri lagi, dan menghempaskan Kaos dan rok di badan Mara. Ia mencoba kali kedua, ia meletakan sehelai pakaian berbentuk segitiga pada pinggul Mara, ia menjentikan jarinya, ia tahu apa gunanya Pakaian berbentuk segitiga itu. Meletakan sebuah jaket di tubuh bagian atas. Ia memperhatikan sebentar, ia kembali mengomel, kali ini lebih kesal dari sebelumnya. Ia menghempaskan lagi apapun yang ada di atas tubuh mara. Sambil mengomel ia berjalan mengitari meja tersebut. Ia tidak mengerti cara berpakaian manusia di zaman yang ia pilih. Zaman ini jauh lebih sulit daripada zaman saat ia menculik mara. Tata busana berantakan dan tidak bermakna, keluh Kalla. Tidak ada sinjang, tidak ada gamparan, ia melanjutkan keluhannya. Adhimukhyabhusana sudah dilupakan semua orang. Semua orang berbusana dengan keinginannya sendiri tanpa ada pakem yang mengatur tata busana mereka. Di jaman ini, wanitanya ada yang nyaman menunjukkan kulit mereka, ada juga yang menutup rapat tubuh mereka, ia kebingungan memilih mana yang cocok untuk Mara.
Tapi ia tetap yakin bahwa pilihan waktunya tidak salah. Jaman ini adalah jaman yang paling lemah menurutnya. Dimana rakyat jelata dapat berdebat tentang keputusan Raja. Patih - patih kerajaan tidak tahu apa yang harus mereka kerjakan. Dan Raja sulit untuk mengeluarkan Titahnya sendiri. Ia tertawa seperti srigala yang tersedak, generasi ini meminggirkan segala keghaiban, dan hanya manusia-manusia yang gila harta, tahta, dan wanita yang mengejar-ngejar keghaiban. Bahkan memujanya lebih daripada mereka memuja Hyang. Adapun yang tetap memuja Hyang, memujanya untuk meminta harta, tahta dan wanita. Kaum Manusia yang jujur dan bijak, memilih untuk hidup di bawah permukaan. Tidak berani memunculkan dirinya sendiri, karena sudah banyak orang-orang dari kaum itu yang kalah tergoda oleh nafsu saat berada permukaan. Sedangkan yang dapat menahan nafsunya dan berjiwa ksatria, hangus digulingkan oleh kaum yang tidak berpihak dengannya. Kaum yang berpihak hanya diam, pasrah akan keadaan jamannya sendiri, berharap agar Hyang menyelamatkan kamu mereka masing-masing.
Kemarin ia sempat mencoba, membuka gerbang, menunggu sebentar lalu menutupnya kembali. Ia harus memastikan terlebih dahulu, bahwa kedua dunia tersebut masih saling benci. Perkiraannya tepat kedua dunia itu masih saling membenci, melupakan hal-hal yang baik di masa lampau sebelum mereka terpisah. Tapi manusia belum melupakan keajaiban-keajaiban masa lampau, mereka menyebutnya dengan legenda, mitos atau cerita rakyat. Ia melompat kegirangan bila akhirnya mereka tahu bahwa hal-hal yang mereka ceritakan itu adalah hal yang nyata. Kalla menahan tawanya, ia tidak ingin membangunkan Mara yang masih terlelap. Awal rencananya ia sudah bangun dengan rapih, skenario-skenario tiap babaknya sudah terpatri paten di otaknya. Empat wajahnya berganti-ganti lebih cepat dari sebelumnya, tanda bahwa ia sangat percaya diri.
Sedikit ini kesana, sedikit itu kesana lalu semuanya akan sempurna. Dan saat kedua dunia itu bersatu, ia menoleh ke arah Mara, di saat itu ia akan mengeluarkan kreasi hebatnya. Monster penghancur masal yang pernah ada, dan tugas Kalla akhirnya usai. Ia memandangi tubuh Mara yang terlentang. Hidungnya berdesing, ia mendekati tubuh itu, menaiki meja, dan mengamati setiap lekuk Mara dekat-dekat. Anak ini sudah dewasa, meringis saat mendapati saat bibir anak itu yang berubah menjadi lebih padat, menggeram saat sadar bahwa payudaranya sudah sebesar buah apel serta putingnya yang menjadi berwarna merah muda. Lalu kemudian turun ke arah kemaluan Mara yang sudah tumbuh rambut, mengendus area sensitive itu dekat sekali. Matanya terbelalak, kemudian mengaum seperti harimau kesakitan.
Mara terbangun karena terkejut.
“ Seharusnya aku mengambil seorang anak laki-laki!” Kalla berteriak keras sekali. Mukanya tampak menyeramkan. Mahluk ini marah luar biasa. Keempat wajahnya seiring berganti tampak saling berdebat dan memaki. Beberapa detik ia menatap Mara tajam-tajam, kemudian menghilang.
Sebelum menghilang, Mara sempat berteriak pada Mahluk menyeramkan itu. Ia berdecak saat Kalla berpendar di hadapannya. Ia memperhatikan sekelilingnya, benda-benda yang tercecer berantakan. Diambilnya satu-satu kemudian ia mulai mempelajari semuanya. Ia baru kali ini menyentuh hal seperti ini, dan baru kali ini juga Kalla membawa hal-hal seperti ini. Ia menyentuh, mengamati, menciumi benda-benda tersebut, lalu mencoba mengetahui rasanya dengan menjilati. Tak lama, Ia akhirnya mengetahui fungsi benda-benda ini. Ini adalah pakaian untuk menutup tubuh. Dulu ia hanya memakai kain bergambar bunga saat Kalla menculiknya, pakaiannya , tidak berbeda dengan anak-anak yang seumuran dengannya dulu. Dan di antara benda-benda ini, sama sekali tidak ada kain. Ia menyusun benda-benda itu satu-satu agar ia dapat memahami fungsi masing-masing. Namun tiba-tiba perutnya merasa sakit, penyakitnya kambuh, sudah lama sekali ia mempunyai penyakit ini, entah dua tahun lalu atau tiga tahun lalu, di dunia ini ia tidak dapat mengerti satuan waktunya. Ia meringis kesakitan, lalu ia menyentuh kemaluannya, dan seperti yang sebelum-belumnya, ia mendapati darah yang keluar dari kemaluannya.
Semangkuk Peristiwa Kemarin
Apa kita tidak bosan?
Mendengar sastra-sastra Tuhan dicover oleh mulut-mulut ragawi.
Entah benar, entah nyata, yang penting merdu untuk didengar.
Kumpul di sini, kumpul di sana, Fans Club lahir dimana-mana.
Teriakan Nama Tuhan, teriakan saja.
Mungkin Tuhan lebih suka dipuja dengan urat bukan dengan hikmat.
Lupakan semua air mata yang tercecer di sisi kota.
Hitung saja berapa liter keringat yang sudah tercurah.
Lalu pulang ke rumah,
merajuk pada Bunda karena lapar.
Senang Tidak Senang
Aku sudah membersihkan kandang burung merpati anakku, burungnya tadinya mau dinamai: La la la (usulan nama untuk burung merpati jantan berwarna hitam dari anak umur 6.5 tahun) anakku merasa mungkin nama itu dia lalu dia minta aku memberi nama dan aku tetap suka nama burung merpati yang dia usulkan sebelumnya: La la la, kata anakku mungkin dia akan dapat nama baru kapan-kapan, jadi merpati jantan…
View On WordPress
Hari itu
Sepertinya, hari itu menjadi pertemuan pertama dan terakhir bagi kami. Dan artinya, selamanya aku akan dibuat penasaran olehnya. :)
Renungan Waktu
Menemani dan ditemani adalah kebutuhan semua orang. Wajar. Tidak ada orang yang benar-benar suka sendiri. Aku suka sendiri, menyendiri di waktu sendiriku memikirkan hal-hal yang paling tersendiri. Maksudku tak benar-benar sendiri namun pemikiranku itu, si Penyendiri, memang menolak tegas konsep kebersamaan. Di waktu sendiriku aku hanyalah milik si Penyendiri, satu-satunya temanku yang tak berpura-pura. Ia memagari diriku dari kejam ucap serta tingkah laku lawak dunia. Lucu dan terkadang menimbulkan bimbang. Lalu, beberapa waktu terakhir ini aku mengenal Menemani dan ditemani, ia menarikku dari si Penyendiri. Memberiku alasan-alasan mengapa bersama itu menyenangkan. Aku percaya saja, kuacuhkan si Penyendiri yang hancur memandangiku. Kusambut senyumamnya, si Menemani dan ditemani itu, hangat. "Tempatmu bukan bersamanya," bisik si Penyendiri. Kututup telinga, tau apa dia? Kutolak mentah penjelasannya, aku bukan miliknya. Berhenti kukunjungi si Penyendiri itu. Harusnya itu membuatku bahagia, seperti yang ditunjukkan si Menemani dan ditemani itu. Tapi nihil, semakin ramai duniaku semakin aku kosong. Tempatku bukan bersama si Menemani dan ditemani, si Penyendiri tau betul itu. Ia coba mengingatkanku bahwa sampai saat ini aku masih milik si Dua Tahun Lalu.