Berhentilah menganggap dirimu lemah. Yang kamu lakukan bukanlah merendah melainkan menganggap dirimu seperti sampah. Harus bisa membedakan, antara merendah karena Tuhan-mu dan merendahkan dirimu sendiri. Karena yang kamu lakukan bukan lagi merendahkan diri, kamu seperti menganggap hidupmu tiada arti. Padahal setiap manusia memiliki porsinya masing-masing untuk mereka isi.
Dunia tidak sesempit seperti yang kamu kira. Dunia tak pernah menolak siapa pun yang berpijak di atas nya, kamu saja yang tak pandai mensyukuri bahkan tak sempat berterimakasih pada dunia dan pada yang mencipta-Nya.
Dinginkan kepalamu terlebih dulu, mungkin kamu sudah lelah mencari sesuatu di dunia yang tak ada habisnya. Tanpa kamu sadari dunia hanya tempat singgahmu untuk sementara, karena sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya telah menantimu di ujung sana. Tinggal kau pilih; mengurusi dunia sepenuhnya atau manata sebagian dunia untuk kehidupan lebih baik setelah kau tiada.
Satu kalimatmu yang membuatku tertarik. Katamu "sudah terbiasa dengan kehidupan rumit, namun kenapa tetap merasa sakit". Kata awal yang kamu ucap pun sebenarnya sudah menjawab semuanya. Ingatlah seberapa lama orang merasakan beribu sakit atau satu rasa sakit yang biasa di rasakan, tidak ada yang namanya terbiasa dengan itu. Terlebih jika yang terasa sakit adalah bathinmu.
Perlu kau tahu. Sakit adalah bukti bahwa kau masih memiliki hati. Sakit adalah bukti jika tak pandai mensyukuri maka semuanya akan terasa tiada arti. Sakitmu adalah pertanda bahwa setelah kau merasakan sakit maka sakit itu tal boleh menimpamu kembali. Sakit adalah kosakata kehidupan agar kamu segera bangkit dari keterpurukan.
Banyak rasa sakit yang belum pernah kau rasakan, jika hanya dengan ini kau terkalahkan bagaimana bisa menatap kecerahan dimasa depan. Bukan hanya kamu yang merasakan, yang lainnya pun juga begitu, namun mereka terus melangkah dan mengatasinya.
Mari bertahan dan terus berjuang













