evrenin en acımasız yasası entropi. her şeyin eninde sonunda dağılacağını bilerek bir şeyler inşa etmeye çalışıyoruz. bu, en şiirsel direniş.

#dc#dc comics#batman#dick grayson#bruce wayne#tim drake#batfam#dc fanart#batfamily



seen from Norway

seen from United States
seen from Mexico
seen from Egypt

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Japan

seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from Switzerland
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from Brazil
evrenin en acımasız yasası entropi. her şeyin eninde sonunda dağılacağını bilerek bir şeyler inşa etmeye çalışıyoruz. bu, en şiirsel direniş.
Matinya para Pejuang
Hidup di zaman sekarang memang serba mudah. Informasi ada di mana-mana dan teknologi memfasilitasi aktivitas kita. Sayangnya, kehidupan serba mudah ini akhirnya membunuh bibit-bibit perjuangan.
Musuh utama manusia di zaman serba instan dan mudah ini sebetulnya hanya satu: MALAS. Malas berjuang, tidak punya motivasi, terlalu banyak distraksi, apapun sebutannya.
Begitu banyak orang yang tidak mau berpikir dan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah. Zaman dahulu, kita perlu melakukan usaha A-Z untuk memahami dan menyelesaikan tugas. Pergi ke perpustakaan, membaca koran, tanya ke sana-sini, semua usaha harus dikerahkan untuk mencapai sesuatu.
Zaman sekarang, karena segalanya dipermudah, yang timbul justru rasa malas. Buat apa menghafal? Ada Google. Buat apa mengerjakan tugas? Ada ChatGPT. Buat apa mendengarkan di kelas? Ada YouTube. Semua difasilitasi sehingga proses bersusah-payah seakan tak ada artinya.
Sekarang saya tanya, kapan terakhir kali Anda membaca buku untuk mencari sebuah jawaban? Kapan terakhir kali Anda butuh berjuang mati-matian untuk mendapatkan sesuatu? Seberapa sering hal itu terjadi?
Orang bisa berargumen, 'Pakai ChatGPT itu juga butuh kemampuan lho! Kan kita yang bikin prompt!' Betul, saya setuju. Tapi ada proses belajar yang hilang ketika penemuan jawaban terjadi secara instan. 'Tapi saya masih membaca ringkasan buku yang dibahas dalam podcast dan YouTube channel!' Bagus, tapi hal itu tidak bisa menggantikan proses membaca konvensional. 'Ya begitulah orang sirik yang jadul dan ga bisa move on! Sudah ada teknologi kok tidak dipakai!' Nah, di poin ini ada satu hal penting yang Anda perlu tahu.
Manusia terbiasa melihat perkembangan zaman dan kemajuan teknologi sebagai sesuatu yang linear. Masyarakat pedesaan harus pergi ke kota. Radio diubah menjadi telepon kemudian smartphone. Pasar digantikan dengan mall lalu e-commerce. Semua ini adalah tanda kemajuan peradaban. Setujukah Anda?
Pola pikir ini cenderung menganggap hal tradisional sebagai keterbelakangan yang perlu 'diperbaiki' atau 'ditingkatkan'. Padahal, kita sekarang berada dalam era yang aneh. Pengetahuan sangat mudah didapat, tetapi banyak manusia semakin bodoh. Berbagai fasilitas dibuat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi orang makin malas. Jadi.. Betulkah ini sebuah bentuk kemajuan?
Beberapa waktu lalu saya menemukan pembahasan menarik fenomena ini dari sudut pandang ilmu fisika, khususnya teori entropi. Walau saya jelas bukan orang yang ideal untuk menjelaskan tentang hukum fisika, secara sederhana, entropi adalah sebuah kondisi tidak teratur yang selalu meningkat. The universe tends towards chaos (Anda boleh membaca lebih jauh di sini, penjelasannya cukup ramah untuk orang yang tidak punya background ilmu fisika). Dalam dunia dan sistem yang serba teratur, kerusakan/kekacauan pasti akan terjadi. Bukti sederhananya, rumah atau taman yang rapi membutuhkan perawatan dan usaha ekstra untuk terlihat cantik. Secara natural, rumah dan taman akan menjadi berantakan atau rusak bila dibiarkan. Begitu juga dengan bumi, manusia, dan segala isinya. Semua hal akan menjadi chaos seiring dengan berjalannya waktu.
Bagaimana bila teori ini kita terapkan secara filosofis? Dunia dan masyarakat selalu bergerak menuju kekacauan. Menjaga pemerintah yang adil, makmur, dan demokratis sangat sulit karena selalu ada orang-orang yang serakah. Menjadi orang yang altruis dan rajin tidak mudah karena ada godaan kemalasan dan nafsu duniawi lain. Menciptakan dunia yang damai dan penuh kebaikan mustahil karena secara alami semua hal cenderung berubah manjadi hancur. Itukah masa depan yang sudah digariskan oleh teori fisika? Jangan-jangan, teknologi bukanlah bentuk kemajuan, melainkan titik awal kehancuran manusia? Apakah penemuan dan penggunaan teknologi adalah misi bunuh diri yang tidak kita sadari?
Saya bukan cenayang dan bukan juga ilmuwan fisika. Saya tidak tahu jawabannya.
Yang pasti, dalam keseharian, kita selalu dihadapkan pada pertempuran dengan banyak hal. Kemalasan, iri dengki, ketamakan, kerakusan, dan berbagai hal buruk lainnya. Semua itu sulit dilawan, tapi bukan mustahil. Semua hal ada cheat-nya, tapi kita bisa menolak bermain curang atau gampang. Teknologi tidak boleh menggantikan hal-hal utama yang menjadikan kita manusia.
Mungkin ini saatnya kita hidup seakan kembali ke zaman batu. Paksa diri untuk berjalan kaki, jangan manjakan kaki dengan naik motor atau mobil. Paksa diri membaca buku, jangan sekadar baca ringkasan dan ulasan. Paksa diri kerjakan tugas dengan usaha mandiri, jangan terpaku pada ChatGPT. Saya percaya, modernitas dan teknologi bukanlah solusi untuk semua hal. Kemajuan bukanlah garis linear yang harus diamini 100%. Kita harus berani mengkritisi teknologi dan semua kemudahan ini. Ambil yang positif, batasi yang negatif.
Di mana-mana saya melihat kematian para pejuang. Mereka yang sudah sepenuhnya ditaklukkan kemalasan, selalu mencari jalan pintas yang instan dan mudah. Semoga kelak kita bisa melihat bangkitnya lagi para pejuang yang gugur dalam peperangan dengan diri sendiri.
Manusia dan ketidak-abadian
“Aku akan mencintaimu sampai kapanpun, sampai maut memisahkan kita”
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Cinta kita abadi”
“Kita akan selalu bersahabat selamanya”
Dengarkan kalimat tersebut berulang-ulang. Tambahkan melodi indah yang merdu. Maka jadilah lagu cinta. Jadilah puisi terpuitis yang kita nikmati dengan indahnya.
Namun betulkah semua abadi?
Manusia memiliki pikiran yang amat luar biasa. Mencipta sebuah ilusi yang dinamakan kenangan. Mencipta zona masa lalu dan masa depan. Mempercayai juga satu konsep yang dinamakan keabadian.
Manusia kadang cukup angkuh. Percaya diri bahwa semuanya kekal. Padahal semenit ke depan saja kita tidak tau bagaiamana perasaan kita akan bertahan.
Mari melihat sejenak ilmu fisika. Ada satu konsep yang mentorku kenalkan di awal awal pertemuan kami. Entropi namanya. Tentu jadi pertanyaan besar untuk apa membahas sebuah ilmu fisika dalam psikologi?
Karena entropi justru membahas tentang mortality. sesuatu yang tidak abadi. Sesuatu yang ada di dunia ini pasti akan dihancurkan oleh alam semesta. Buah akan mengalami pembusukan. Kulit yang kencang akan mengalami kerutan. Makhluk hidup akan mengalami kematian.
Tak terbatas disitu, rupanya pertemuan juga akan berujung perpisahan. Keramaian akan berakhir dengan kesendirian. Semua jabatan, relasi, harta benda akan kita tinggalkan. Kita hanyalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan.
Namun kadang kita terlalu mempercayai konsep itu. Manusia terlalu egois untuk mengakui bahwa nyatanya ia tak punya apa-apa. Ia hanya dititipkan sesuatu dan seseorang, kemudian ia mengikatkan diri pada hal-hal tersebut. Bahkan kadang ia membohongi kenyataan. Meyakini bahwa yang ada di tangannya adalah bagian dari keabadian hingga membohongi diri bahwa sebetulnya ia atau manusia yang diikatkan pun sudah tak tahan.
Padahal titipan itu hanya diberikan sebagai ujian dan sebagai sarana yang membantunya dalam belajar, menghadapi kehidupan.
Maka sebetulnya apa yang abadi?
Yang abadi adalah ketidakabadian itu sendiri. Yang pasti hanya ketidakpastian itu sendiri.
Maka apa yang harus mengikat manusia di dunia yang serba fana ini?
Entropi (Düzensizliğin Ölçüsü) Nedir?
Fizikte termodinamiğin ikinci yasası olarak bilinen Entropi, fizik alanında herhangi bir sistemin mekanik bir duruma dönüştürülemeyecek termal enerjinin temsilini yapan termodinamik terim şeklinde de tanımlanabilir. Entropi sembolik olarak S harfiyle gösterilir ve entropi birimi j.K-1.mol-1 olarak ifade edilmektedir.
Listen to the Playmoss playlist: jazz for cold winter days by Dana Lee by Dana Lee ► LISTEN “It was that kind of a crazy afternoon, terrifically cold, and no sun out or anything, and you felt like you were disappearing every time you crossed a road.” ― J.D. Salinger, The Catcher in the Rye cover: Photo by Alex Holyoake on Unsplash https://unsplash.com/photos/OJYwC5JC7Bs Entropi - Exploration Part I Nathan Haines - The Poet's Embrace Jamie Oehlers and Tal Cohen - Innocent Dreamer King Curtis - all the way Brenton Foster - Insomniac Malija - Blues Nathan Haines - Offering Beats & Pieces Big Band - Broken Somewhere off Jazz Street - It Happens All The Time Brenton Foster - Midnight Suite, pt iii: Flinders Street King Curtis - A Whiter Shade of Pale
entropi tanımları:
kullanılamaz ısıya dönüşen enerji
bir sistemin bileşenlerinin farklı şekilde ayarlanabildiği durumların toplam sayısının boltzmann sabiti ile çarpımı
bir sistemin düzensizliğinin ölçüsü.
bir sistemin belli bir sıcaklıktaki enerji dağılımın ölçüsü.
geridönüşümsüzlüğün etkisi sonucu sistemin işe dönüştürülebilir enerji kaybı.
sistemin kendiliğinden değişime uğrama eğilimi.
bir sistemin işe dönüştürülemeyen enerjisinin ölçüsü.
bir sistemin atom, iyon veya molekül düzeyindeki düzensizliğinin ölçüsü
termodinamiğin ikinci yasası, entropi: ‘’bilim adamları düzensizliği entropi adı verilen nicelik ile ölçerler. sistemlerdeki düzensizlik arttıkça, entropi de artar. bu durum da faydalı (iş yapabilir) enerji miktarını azaltır.’‘
termodinamik: ’’ısı, iş, sıcaklık ve enerji arasındaki ilişki ile ilgilenen bilim dalıdır. basit bir ifadeyle termodinamik, enerjinin bir yerden başka bir yere ve bir biçimden başka bir biçime transferi ile ilgilenir.’’
burada güzel anlatmış:
Lena Zuchowski – Rastgelelik ve Entropiden Zaman Okuna (2025)
Lena Zuchowski’nin bu çalışması, fiziksel dünyanın nasıl düzen kazandığını rastlantısallık, entropi ve zamanın oku üzerinden inceleyen kapsamlı bir tartışma sunuyor. Yazar, rastlantı fikrinin yalnızca belirsizlik yaratmadığını, aynı zamanda fiziksel süreçlerin işleyişinde açıklayıcı bir rol üstlendiğini vurguluyor. Bu yaklaşım, düzensizlik ile düzen arasındaki karmaşık ilişkiyi görünür kılıyor ve…
View On WordPress