Nampaknya doa ini menjadi salah satu doa yang rajin kita langitkan dimalam-malam penghujung Ramadhan tahun ini. Karena sering kali gebrakan para pemimpin yang membuat marah dan kecewa kita lihat dan dengar hampir setiap hari. baik dari media sosial maupun melihat, mendengan dan merasakan langsung.
Sejauh perjalanan karierku, Jumat minggu lalu aku dengan sesama teman sejawat satu profesi maupun yang berbeda profesi berdemo mendatangi kantor walikota. Semua berjalan aman dan tertib. Tetapi suasana hati tetap memanas. Kami sampaikan segala unek-unek dan kebingungan kami atas kebijakan yang mereka buat yang ternyata hanya menjadi pemantik kemarahan kami.
Kebijakan yang hanya menguntungkan salah satu pihak saja. Entah mungkin karena kesehatan dan pendidikan katanya saat ini tidak dipentingkan lagi, sehingga kesejahteraan para tenaga kesehatan pun tidak lagi diperhatikan.
belum lagi pemerintah pada lini paling atas semakin tak terduga lagi kebijakannya. Hanya membuat semakin kepayahan para rakyatnya. Menganggap lelucon masalah serius yang dialami bangsa saat ini. Sepertinya sudah sangat tepat doa Nabi Musa ini kita panjatkan sesering mungkin. Sambil terus memohon agar keturunan kita dijauhkan juga dari pemimpin menyebalkan seperti ini.