Bertemu Bidan Super Semangat
(Day 10 Melatih Kemandirian Bunsay IIP)
Nahh di hari ke 10 challenge ini saya akhirnya memutuskan untuk mengubah plan terkait challenge kemandirian selama sisa beberapa hari ke depan. Kebetulan hari Sabtu kemarin (9/12) saya kontrol kehamilan pertama kali ke Bidan yang direkomendasikan oleh teman-teman saya, karena sebelumnya kalo di Bandung saya biasa ke Bidan deket rumah.
Awalnya udah pesimis ga bisa kontrol sama Bidan + ditemenin suami, tapi Qadarullah pada akhirnya Bu Bidan dengan senang hati mau menyempatkan waktunya di hari Sabtu jam 7 pagi buat janjian, padahal hari weekend itu tidak ada praktik.
Sekitar jam 07.30 saya baru ketemu Bidannya, karena memang beliau ada satu dan lain hal dulu. Kemudian tidak terasa ternyata saat keluar ruangan saya melihat jam tangan telah menunjukkan Pkl 09.27 WIB. Ih waawww kontrol kehamilan sampe 2 jam lamanya dong, tapi sama sekali ga bosen dan justru malah SANGAT MENYENANGKAN dan super informatif. Selain itu yang PALING PENTING adalah seperti merecharge ruhiyah saya dan suami, apalagi dalam menghadapi persalinan kelak.
Beliau adalah Bidan Amani Birth. Untuk yang belum tau AMANI Birth itu apa mungkin bisa googling yak. Kurang lebih gambarannya, Amani Birth adalah sebuah filosofi dan cara mengedukasi bagaimana cara persalinan yang alami. Bidan saya yang satu ini selain mengedukasi persalinan alami, juga selalu menyelipkan pendekatan Agama sebagai salah satu penopang utama dalam mempersiapkan persalinan kelak.
"Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal" QS. Ali-imran: 160.
Bu Bidan memberitahu terkait ayat Al-Qur'an yang satu ini, kemudian beliau menyampaikan:
"Teteh jangan berharap sama saya untuk bisa membuat persalinan teteh jadi mudah, bahkan sama suami juga jangan, atau anggota keluarga lainnya. Tapi Teteh justru harus berharap sama Allah SWT yang Maha segalanya, minta sama Allah, berdoa, dan tentu usaha. Usaha itu ternyata nilainya hanya 10% teh, sisanya 90% adalah doa. Tapi justru yang 10% itu harus diikhtiarkan semaksimal mungkin, jangan sampe leyeh2 karena nilainya kecil".
Iya banget sih, awalnya niat saya ke Bidan ini ingin banget dibantu untuk persalinan alami dan normal karena bidannya sudah dikenal dari mulut ke mulut sukses mengantarkan para ibu hamil memiliki experience melahirkan yang alami. Tapi ternyata niat saya salah besar, saya harus meluruskan kembali niat bahwa yang membantu persalinan itu hanyalah Allah SWT. Bu bidan ini hanyalah sebagai perantara dan usaha terbesar yang sangat berperan terhadap persalinan alami dan nyaman ini adalah ya DIRI SENDIRI. Jadi saya harus semangat terus memberdayakan diri, mempersiapkan segalanya menuju hari H, serta meminta sama Allah SWT.
Saya akhirnya merasakan sendiri asiknya kontrol dengan beliau, bahkan saya, suami, dan Bu Bidannya membuat sebuah grup whatsap untuk berkoordinasi membuat birth plan dan terkait reminder lainnya.
Oia berikut hasil kontrol + beberapa PR yang harus saya kerjakan:
Hasil kontrol : djj janin bagus, air ketuban pas banget cukup (butuh banyak minum lagi sih), plasenta posisi di atas, berat janin 2.320 gr (kelebihan 400 gr dari normal).
PR:
- Makan kurma 7 pcs/ hari.
- Jalan kaki 2 jam/ hari.
- Minum minyak zaitun 2 sendok pagi dan sore hari = 4 sendok/ hari.
- Cek HB ke Laboratorium
- Diet makanan rendah karbohidrat dan gula (NO roti, NO gula berlebihan, NO makanan yg banyak digoreng).
- Perbanyak buah-buahan di sela-sela sanck time, kalo lapar ganti buah-buahan aja dibandingkan roti.
- Sekali makan mencakup : karbohidrat (ga terlalu banyak), protein (ikan, daging), vitamin c (buah-buahan: timun, tomat, kurma, mangga, semangka : bagus buat perbanyak air ketuban, air kelapa: bagus buat bayi), dan penambah darah alami spt sayur-sayuran hijau.
- Afirmasi positif buat janin, ajak ngobrol dan meminta maaf sebelum tidur jika memang ada kesalahan yg terjadi di hari tsb.
- Latihan gerakan jongkok yang berfungsi untuk membuka panggul.
- Latihan Nafas perut.
Bismillaaaah saya mau lanjut challenge jalan kaki minimal 2 jam/ hari, dengan akumulasi pagi 1 jam dan sore 1 jam. Semangat Ulayyy!!!! + challenge gadget nya saya akan ganti dengan challenge makan-makanan bergizi dan NO ROTI & juga GULA.
#Harikesepuluh #Tantangan10Hari #Level2 #KuliahBunsayIIP #MelatihKemandirian
Bandung, 9 Desember 2017
©yulialatifah

















