Atheis lebih baik?
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya“. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan“. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir. 2:219
Untuk apa kita shalat? Untuk apa kita puasa? Untuk apa kita beribadah? Akankah kita tetap beribadah jika tak ada surga dan neraka?Terlintas dalam benak pertanyaan-pertanyaan itu. Jawaban mudahnya untuk masuk surga, supaya tidak masuk neraka. Tapi akankah kebaikan atau amal baik yang kita perbuat selama hidup cukup untuk masuk ke surga-Nya? Bukankah lebih banyak dosa yang ku perbuat? Berarti memang bukan itu tujuan ku beribadah, bukan hanya untuk masuk surga. Karena jika ku mencoba hitung-hitungan dengan-Nya tentu neraka lah tempatku. Di kitab al-hikam ibnu athaillah, di hikmah yang ke 50 disebutkan : Tidak ada dosa kecil jika kita dihadapkan dengan keadilan-Nya, dan tidak ada dosa besar jika kita dihadapkan dengan rahmah-Nya. Jadi tujuanku beribadah seharusnya adalah untuk mendapatkan rahmat-Nya, ridho-Nya. Rabiatul adawiyah dalam syairnya berkata : Aku mengabdi kepada Tuhan bukan karena takut neraka, Bukan pula karena mengharap masuk surga. Tetapi aku mengabdi, Karena cintaku pada-Nya Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya.Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi padaku.
Sudah sampaikah aku ditahap itu? Ditahap beribadah bukan lagi mengharap yang lain, melainkan hanya ingin bersua dengan Sang Pencipta, Sang Maha Kuasa.
Jadi menurutku orang yang menganut paham atheis mungkin lebih baik dariku. Kenapa? Karena ide pokok dari atheisme atau humanisme adalah berbuat baik secara continue tanpa mengharapkan pahala untuk masuk surga. Perbedaanya mereka hanya belum mendapatkan hidayah-Nya.
Semua ini untuk refleksi, semoga bisa menjadi aksi agar terjadi transformasi.
Dari diskusi sama riki, bang jek dan yang lain, dulu.
01.37















