Karena takwa adalah kunci keberhasilan rumah tangga.
Rumah tangga adalah ibadah terpanjang yang dipenuhi kompleksitas tak berujung. Tidak ada rumah tangga yang tumbuh tanpa konflik, tidak ada rumah tangga yang kokoh berdiri tanpa ujian, pun tidak ada rumah tangga yang lahir tanpa peluh dan pilu.
Mereka yang menua hingga kini, hadir dari tengkar yang tidak sedikit. Pun lahir dari pemakluman yang banyak dengan jutaan air mata yang diseka berulang-ulang.
Tapi rupanya, cinta saja tidak cukup untuk mengukuhkan pilar sebuah rumah. Cinta saja tidak cukup untuk menghalau badai yang menghantam geladak kapal yang dipunya.
Kamu butuh energi yang lebih besar dari sekadar cinta, yakni ketakwaan dan rasa takut kepada pemilik cinta itu sendiri.
Ketakwaan yang senantiasa membuatmu melihat segala macam warna dari pernikahan dengan kacamata Islam.
Ketakwaan yang membawamu senantiasa berhati-hati dalam bersikap, bertutur bahkan bergaul. Ketakwaan yang membawamu pada rasa takut perihal hak yang terabaikan. Atau tanggung jawab yang luput ditunaikan.
Karena baik saja tidak cukup untuk perjalanan panjang itu. Kau butuh pasangan yang bertakwa.
Dan tentu, takwa itu bukan tentang pakaian. Bukan tentang celana cingkrang atau kain penutup wajah. Tapi tentang hati yang senantiasa tunduk dan patuh pada perintah-Nya serta senantiasa menjauhi larangan-Nya.
10.49 p.m || 23 Oktober 2025
Source : @ulvafdillah

















