Ada tapi terasa tiada
Aku tau kamu letih ketika bekerja seharian penuh demi mencukupi kebutuhan kita, namun aku berharap ada sedikit waktu sebentar saja untuk mendengarkan ceritaku.
Aku tau, banyak hal yang membuat batinmu lelah. Namun aku berharap ada sebentar sajawaktu untuk menemaniku sekedar bercanda.
Aku hanya iri dengan teman-teman kamu, yang ketika berkumpul kamu selalu membuat mereka tertawa dan bercanda. Sedangkan ketika bersamaku, kamu tidak seperti itu.
Ketika aku bercerita, ketika kamu disampingku, ketika waktu itu pas untuk kita bercengkrama. Kamu malah tertidur lelap, kamu lebih memilih mendengarkan ceritaku sambil mendengkur.
Mungkin ceritaku tak semenarik pertandingan motor GP yang hingga subuh matamu tak henti untuk menyimaknya, mungkin bercanda denganku tak semenyenangkan saat kamu bercanda dengan teman-temanmu.
Namun bolehkah aku meminta sedikit saja waktu luangmu. Aku hanya meminta waktu luangmu, bukan seluruh waktumu. Aku hanya ingin menyimpan sebanyak-banyaknya moment menyenangkan bersamamu, hanya itu..
Maafkan aku jika telah menyimpan rasa iri dihati, aku tau iri hati itu adalah hal yang tidak baik.
Maafkan aku jika terlalu banyak menuntut, namun sesak dadaku ketika beberapa orang bertanya "momen terindah seperti apa yang pernah kamu rasakan bersama suamimu?" Dan saat itu aku hanya terdiam, air matalah yang menjawab pertanyaan itu..
















