Oktober dan perayaan musim hujan yang terlambat, aku membiarkan diriku mencintai apa yang kulakukan, mengamini hal-hal kecil yang dulu selalu disemogakan. Sekecil, aku mau beli bunga dan menciuminya setiap hari sampai layu.
28. Angka yang menurutku begitu kuat dan magis. 2 adalah nama tengah yang kubawa seumur hidup, pengulangan dari pembelajaran hidupku. 8, satu-satunya angka yang tidak punya awal dan akhir. Terus terikat dan mengikat. Aku cukup khawatir sebenarnya dengan dua angka ini tapi bagaimanapun, perpaduan keduanya dalam hidupku dimulai dengan segala yang rekah, cerah, bungah, tapi tetap teduh. Badainya juga ada sedikit. Untungnya, eh bukan, bersyukurnya aku masih diberi kesempatan untuk menapak di angka 28.
Merasakan gerbang tekanan sosial tentang berpasangan, pekerjaan, pencapaian dunia, dan lainnya yang bisa dibandingkan wujudnya. Meskipun terlambat ya, seharusnya dari 25 nggak sih? Tapi karena aku ingatnya di 28 dan cukup banyak yang senasib denganku, otaku baru mau memproses masa-masa 25-nya orang lain.
Tentu tidak! Tidak ada yang terlambat untuk segala hal yang sudah diperjuangkan mati-matian, meskipun dalam kasusku, aku lebih sering kepikiran matinya. Eits, ini hanya kepikiran, kalau dalam kondisi sadar, aku akan banyak beristigfar dan mempertanyakan seberapa mampu aku menanggung siksa pasca kematian itu. Ahahahahaha, yup, aku belum mampu. Sangunya masih sangat kurang. Makanya lekas sadar.
Ok, kembali pada usia 28, usia yang kusemogakan hal-hal baiknya menjadi nyata setepat kehendakNya. Dengan hari-hari bertumbuh, belajar, dan senantiasa memahami hal-hal baik. Hal baik yang tentunya akan membawaku tumbuh menjadi begitu hebat, tidak sombong, tidak merendahkan, dan tetap menjadi manusia yang memanusiakan manusia. Karena ketakutan terbesar ketika aku bertumbuh dengan sedemikian baik, memanusiakan manusia menjadi hal yang nanti dulu.
Makanya, di 28 ini, disegenap doa baik tanpa putus disetiap harinya, pada seluruh usaha, bahkan peringatan yang berulang sampai aku benar-benar paham itu, semoga dan kuaminkan seluruh hal-hal baik yang diberikan Tuhan melalui tanganNya yang dalam wujud apapun itu, sedalam-dalamnya yang kubisa pun semampunya aku.
28 di bulan Oktober yang musim hujannya datang suka-suka, kadang rutin setiap sore, kadang seminggu tidak datang, kuharap hal-hal tidak datang terlambat pun kusadari dengan tepat tanpa rasa sesal kemudian.
Terima kasih ya, sudah bertumbuh sebegini besar dengan baik. Ternyata semampumu bertumbuh yang terucap 6 tahun lalu itu, bisa membawamu sampai di titik ini. Tetap mau dan memampukan diri untuk bertumbuh dan berkembang menjadi manusia yang baik dan memanusiakan manusia dengan baik ya.
Berbuat baik pada sesama tidak ada ruginya kok, jangan terlalu polos saja tapi.
Dalam rengkuhku, Oktober 2025