Kematian & Ketidakberuntungan
Okay. Today mood saya agak gloomy. Gloomy bukan karena sesuatu yang personal terjadi; tapi karena melihat satu video. Video yang membuat rasa kasihan mendalam saya muncul. Rasa gloomy ini membuat saya ingin menulis tentang kematian dan ketidakberuntungan.
Silahkan tonton video yang saya tonton ini sebelum membaca tulisan saya.
Hmm.. Kenapa ibu itu yang mati? Kenapa harus dia diantara begitu banyak manusia lain? Kenapa?
Apakah itu karena takdir langit?
Atau.. karena rencana indah Tuhan untuk anaknya? Yang nantinya akan berbuah indah pada akhir cerita anaknya?
Atau.. karena karma buruk dirinya yang telah berbuah?
Atau.. karena apa?
Saya jadi teringat dengan kisah kecelakaan Air Asia QZ8501 pada tanggal 28 Desember 2014. Semua penumpang yang naik pesawat itu mati. Tidak ada satupun yang selamat. Sungguh kasihan semua penumpangnya. Tapi, ternyata ada yang selamat. Satu keluarga yang tidak jadi naik pesawat tersebut.
Berikut saya potong pengakuan keluarga tersebut:
“Keinginan kami itu pergi, jadi memang kami tidak ada niatan untuk membatalkan penerbangan tersebut. Kami ketiduran juga, jam 05.20 WIB seharusnya. Jadi kita sampai jam 01.00 sampai rumah, kita berdoa bersama terus tidur, lha kita kebangunnya itu jam 05.10 WIB. Ya tidak mungkin kita berangkat,” kata Inge.
Terlepas dari seluruh peristiwa yang menghambat lima orang sekeluarga ini berangkat ke Singapura, Inge meyakini ada campur tangan Tuhan yang mengingatkan akan adanya bahaya bila dia berangkat.
“Sekelebat itu terlintas bayangan, Tuhan mungkin kasih penglihatan ya, saya jelas sekali melihat pesawat AirAsia, gambaran pesawat AirAsia crash (tabrakan), pecah. Nah, terus di dalam hati saya itu ada yang bicara, kamu berlima akan celaka,” papar Inge.
Lolosnya mereka dari tragedi diyakini Inge sebagai bentuk cinta Tuhan atas dirinya dan keluarganya, meski dia juga menyakini Tuhan memiliki rencana yang tidak dapat dipahami manusia dengan kecelakaan pesawat yang ditumpangi 162 orang di dalamnya.
Kisah lengkapnya dapat anda baca di link berikut: https://www.voaindonesia.com/a/selamat-dari-kecelakaan-airasia-karena-batal-berangkat/2583160.html
Wah sungguh indah campur tangan Tuhan menyelamatkan keluarga itu. Saya turut bahagia untuk mereka. Pasti mereka sangat bersyukur; bersyukur sedalam-dalamnya karena terlepas dari kematian.
Tapi ada yang perlu saya kritisi. Sekarang coba kita putar balik waktu dan ubah cerita (lakukan simulasi). Dikisahkan keluarga ibu Inge itu sudah menaiki pesawat itu. Apakah akan ada pengakuan kesaksian seperti diatas? Tidak akan ada. Justru malah keluar cerita kedua.
Di timeline waktu kedua ini, keluarga ibu Nur Widya yang selamat. Maka ceritanya akan beda. Akan ada pengakuan karena keajaiban bla3 dari ibu Nur Widya dan kita tidak akan mendengar kesaksian dari ibu Inge. Begitupun selanjutnya jika keluarga lain yang selamat. Semuanya akan memberikan kesaksian ataupun pendapat yang berbeda satu sama lain. Itu adalah bentuk syukur mereka dari sesuatu yang sangat ditakuti semua, yaitu KEMATIAN.
Dan beberapa bulan lalu ada kecelakaan di Puncak yang menewaskan 11 orang (https://news.detik.com/berita/d-3488206/begini-kronologi-kecelakaan-bus-maut-di-ciloto-puncak). Bayangkan, kenapa harus ada 11 orang yang mati hanya dikarenakan satu atau mungkin beberapa orang yang lalai menjaga kondisi mesin bus sehingga rem nya blong!? Kenapa pengendara lain itu harus mati padahal mereka sudah mengikuti tata aturan berkendara yang baik dan benar?
Bahkan mungkin anda pernah dengar kasus orang mabuk/sakau menabrak orang di trotoar dan menewaskan pejalan kaki? Apa yang salah dari pejalan kaki itu sehingga mereka harus mati menerima kesampahan orang-orang tertentu?
Dari takdir langit, rencana indah Tuhan, karma buruk berbuah; tidak ada satupun jawaban yang memuaskan. Bagaimana mungkin kesalahan orang sakau itu rencana indah Tuhan? Jika begitu mungkin Tuhan juga sakau. Bagaimana mungkin bus yang rem blong dan membunuh 11 orang itu dikarenakan karma buruk 11 orang itu berbuah? Jika iya maka ini terdengar sebagai excuse untuk membenarkan kelalaian maintenance bus. Bagaimana mungkin kecelakaan pesawat yang menewaskan semua penumpangnya adalah takdir langit? Ya walaupun bisa itu merupakan takdir langit (cuaca buruk). Oke maybe mulai sekarang saya akan memuja alam sebagai entitas tertinggi. Tapi jika dikarenakan engine pesawat bermasalah? (lagi-lagi salah maintenance)
Jawaban yang paling memuaskan menurut saya adalah: Semua yang terjadi itu tidak lain dikarenakan KETIDAKBERUNTUNGAN (UNLUCKINESS/UNFORTUNATE). Jika penumpang pesawat itu cukup beruntung sampai telat bangun, mogok, ataupun macet parah maka mereka akan selamat. Jika motor atau mobil itu cukup beruntung dan tidak berada di dekat bus sialan itu maka mereka tidak mati (ya sudah terbukti sebagian di sekitar yang tidak mati sudah menjadi saksi mata. mereka beruntung).
Ketidakberuntungan ini bisa saya sum up sebagai berada di waktu yang sial bersamaan dengan kejadian sial yang tidak bisa dihindari. Semuanya sudah seperti rangkaian jaring bisa dibilang ada bermilyar kemungkinan. Satu keputusan kita atau respon kita saja itu sudah merubah keseluruhan event yang akan terjadi.
Jika kita menganggap kejadian tersebut sebagai ketidakberuntungan, maka minimal kita masih bisa percaya pada diri kita sendiri untuk berusaha menghindarinya. Kita tidak bergantung pada siapa-siapa dan kita tidak pasrah.
Kita jadinya akan memaksimalkan pengetahuan kita, misalnya setelah melihat video yang saya share diatas, maka kita harus berhati-hati dalam melangkahi plat besi dekat eskalator, atau harus bereaksi sangat cepat jika ada goyangan. Atau jika kita diposisi sebagai 2 perempuan yang melihat dan merasakan yang aneh, kita bisa langsung mematikan eskalator tersebut ataupun memanggil keamanan. Mungkin kita bahkan bisa menyelamatkan orang lain dari kematian. Untuk kejadian lain juga, misal tahu diri lah jangan sakau atau mabuk sambil menyetir. Atau tolong lah maintain dan jalankan tugas anda dengan benar.
Akhir kata, sebagai manusia kita pasti punya intuisi untuk menghindari ketidakberuntungan dan kematian. Ya walaupun kenyataannya banyak yang kita tidak bisa hindari dikarenakan itu diluar kendali kita. At least we try.