i wanna hold your face and kiss your lips

seen from United States
seen from Russia
seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from United States
seen from China
seen from Russia

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Germany
seen from United States
seen from T1
seen from China

seen from Thailand

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States
i wanna hold your face and kiss your lips
Distance makes you appreciate their Presence
That’s the thing about Tumblr i guess.. we come here when we feel like no one else deserves to hear our thoughts and feelings ..except for the millions on Tumblr. Ironic isn’t it .. how can one feel so lonely despite being surrounded by so many people? Like some people spend their whole lives feeling lonely ..while others crave for it. Overwhelmed with attention and the lack of space. But what if you feel both. Loneliness and overwhelmed at the same time. Where does that leave you? My loneliness is almost that feeling when you need a life line. I am in love with the most amazing man and he is nowhere near me. The closest one to my heart but the furthest from my arms . It’s hard ..this long distance thing. But with every teardrop at the end of the Skype call when i miss his handsome face already. To every moment that i see couples out on a date where i cringe and pretend like it makes me sick when in fact i was just wishing it was him with me. LDR is hard but what makes it easy is the the amazing person you are doing it for. It took me forever to find him.. and its taking everything in me to be with him. But when He is my everything .. a few days or weeks or months of going through ldr is worth every darn second of it. Because a lifetime with him is worth every second of it. So if you ever feel like throwing your phone or laptop when the Skype call decides to get lagging.. … or when your sleep schedule is so messed up to make time for someone you love on the other end of the world … or when the only thing you want is to be in his or her arm at night but the only thing you can squish is you (super deflated from all those squishing) pillow Just tell yourself .. one day you will realize how these moments you spent away from him/her has built the strongest foundation of your relationship. Distance makes you appreciate their Presence❤️
When the people I used to know found out what I had been doing, how I had been living, they asked me why but there’s no use in talking to people who have a home. They have no idea what it’s like to seek safety in other people for home to be wherever you lie you head.
Lana Del rey
They say that the world is built for two. Only worth livin' if somebody loves you. Baby now you do
Everyone can start againg. Not through love but through revenge. Through the fire we're born againg. Peace by vengeance brings the end
19 Februari 2016
Being far far away from the people you love is the worst feeling ever. Ya, menurut aku pernyataan itu akurat. Itu yang aku rasakan saat ini.
Sekitar empat bulan lalu, aku memutuskan untuk terbang ke Singapura, menuntut pendidikan bisnis, yang sebenarnya jurusan itu masih diduakan oleh diriku sendiri. Ya, karena hatiku sempat sepenuhnya berlabuh di jurusan Psikologi. Ceritanya panjang. Disingkatkan saja, aku memulai kuliah bisnis sebelum aku menyelesaikan SMAku. Mengapa? Bagaimana bisa? Caranya? Pasti banyak yang bertanya-tanya. Aku hanya ingin menjawab bahwa itu termasuk salah satu program, dimana aku harus memulai dengan diploma, bukan bachelor, karena aku tak meluluskan diri di jenjang SMA. Kau tahu? Ada secerca penyesalan dari hatiku yang paling dalam, karena tidak menyelesaikan apa yang seharusnya kuselesaikan. Lagi, itu cerita yang panjang. Akan ku sempatkan menyatakan penyesalanku itu di tulisan-tulisan berikutnya. Aku yang terbiasa diberi perhatian dan perlindungan dari dekat oleh orang tua, harus memulai lembar baru tinggal di negeri orang sebatang kara. Memang, tidak ‘sebatang kara’ juga, namun setidaknya ada seribu satu hal yang harus kulakukan sendiri yang sebelumnya orang tuaku membantuku melakukannya. Sekarang, semuanya serba sendiri. Termasuk menyimpan semua lembar-lembar kejadian yang terjadi dalam kehidupanku di negeri tetangga ini. Tawa, kebahagiaan, kepedihan, kekecewaan, kegagalan, kesulitan, kegelisahan, ketakutan, semuanya, memang ada yang kubagikan dengan mereka meski hanya media sosial yang membantuku menyampaikannya. Tidak bisa bertatap muka dengan muka. Namun, tetap saja ada sisa sisa dari kejadian itu yang tak terjelaskan. Yang tak terungkapkan. Dan untukku, makhluk yang suka berbagi, itu bukan hal yang menyenangkan. Tapi, jangan salah, aku selalu membaginya dengan Sang Pencipta. Dia memang tak secara langsung menjawab curhatanku even sepatah katapun. Tapi ku tahu, Dia bertindak. Dia sedang memprosesnya. Masalahku, keberhasilanku, kebahagiaanku, persoalanku, sedang ada dalam tanganNya. Aku tahu, Dia tidak pernah mengecewakanku.
Aku tahu. Aku yakin.
Well, i admit, tidak jarang aku mengabaikan orang tuaku ketika aku sedang bahagia. Dan tidak jarang pula mereka jadi sasaran dan wadahku mengeluh ketika aku sedang dalam masalah. Aku tahu, itu berbahaya. Aku paham, aku tak seharusnya begitu. Maafkan aku. Aku hanya tak terkendali. Aku sering lupa kalau karena restu mereka-lah aku bisa berdiri dan meraih kesuksesanku di negeri ini. Aku sering lalai menanyakan kabar mereka. Namun, aku tahu, ini pasti pengaruh jarak.
Ya, jarak.
Musuh terbesarku. Sesudah waktu.
Aku benci jarak.
Dia mempengaruhiku dalam banyak hal. Dia membuatku kurang peduli pada orang yang jauh dariku, padahal mereka-lah yang paling dekat dihatiku. Jarak membuatku mengabaikan semuanya. Termasuk membuatku mengabaikan perasaan orang-orang yang aku sayang, dan ceroboh dalam menjaganya. Jarak-lah yang membuat orang-orang yang kucintai sulit mendengar penjelasanku. Aku tahu mereka masih bisa mendengarnya, hanya saja, sulit bagi mereka, karena jarak membuat kita tak bisa saling menyentuh, juga saling menatap.
Aku tak akan pernah bisa berdamai dengan jarak. Sampai ia membawaku kembali, kembali disamping orang-orang yang aku cintai, dan tidak memisahkan kita lagi.
When Justin and I were long distance I would always say “I want to go home” even though I was in the house I lived in it didn’t feel right without him. The only time I felt like I was at home was when I was in his arms.