Malam
Entah, sepertinya malam sedang bosan, dulu dia sunyi dan kini dia bising. Dulu dia gelap gulita, kini gelapnya mulai lenyap. Dulu semua orang nyenyak dalam tidurnya, kini sebagian besar orang asik terjaga.
___
Gelap yang mulai bosan. Ia pergi pada siang hari, duduk dan bercerita ditemani secangkir kopi. Dia berseloroh; 'bayangkan, apa jadinya jika kopi tak lagi hitam, apakah ia disebut kopi lagi? Jika kopi sejatinya pahit, bagaiman jika ia menjadi manis, apakah ia masih disebut kopi? Aku heran, apa sejatinya kopi ini, yang membuatnya dinamakan kopi, dan menjadikannya berbeda dengan minuman lainnya. Layaknya aku yang kini mulai hilang'.
Siang yang bingung menjawab dengan nada sedikit ragu; 'Entahlah kawan, semakin hari orang-orang kian tak peduli dengan hakikat. Kesibukan, hasrat, candu dan dunia ini telah menjebak mereka hingga seringkali mereka terperangkap dalam dunia yang tak mereka kenali. Di sana, mereka seperti merengkuh dunia seluruhnya padahal mereka terpenjara dalam jeruji yang sempit"
'Rumit' kata malam sambil mengernyitkan dahi dan melihat ke arah langit. 'bintang yang kelap kelip di malam hari kini tak seindah dulu. Selain menjadi puisi, ia juga membawa pada kedamaian jiwa. Orang-orang asik menunggu malam hanya untuk mengaguminya, ramai-ramai mencari altar untuk menikmatinya dengan leluasa. Suatu kali saat mereka tak terlihat, semua kecewa. Sedang kini kelap kelip bintang tergantikan oleh megahnya kota dan cahaya di genggaman mereka'
Siang menatap malam yang asik dalam keluhnya dengan raut wajah yang penuh kesedihan. Ia menghibur dengan nada menggoda. 'hei ayolah, mungkin dunia sedang memberikan waktu untuk kita beristirahat. Biarlah, kita tonton saja sampai sejauh mana mereka dapat menikmati kehidupan tanpa keindahan yang kita berikan'.
.
.
@nidzomizzuddien



















