Aku berkaca pada malam yang gelapnya membawa wajah tanpa bias rembulan. Aku mendengar suara-suara hening, menyalin rindu yang pilu lewat manik-manik hujan yang berderai riuh. Mesin waktu di kepalaku pun berputar nenuju satu masa yang jauh dari hari ini. Menemui dirimu yang menjelama matahari pagi yang ramah dan diriku yang menjadi hujan malam yang sendu. Di antara keduanya, suara-suara kerinduan membenteng menakar jarak. Kuletakkan suara-suara kerinduan yang riuh itu pada separuh tanganku yang tengadah menadah doa, Menerka-nerka keberadaan sang malaikat untuk membawanya menuju Langit. Dari langit seluruh kehidupan berderai jatuh ke Bumi; Matahari yang hangat, Bulan yang teduh, Bintang yang kerlip, serta Hujan yang sendu. Doa-doa ku kubiarkan terbang ke langit barangkali saja, doa-doa itu akan mengucur kembali ke Bumi dan menemui diriku yang menjadikannya berkah kehidupan. #fragment #hujan #hujanmalam #musikdanpuisi #memuisikan #puisimalam #prosa #prosapoetica #writing #writingcommunity #writingprompts #writingproject #writeaway https://www.instagram.com/p/Cj-eFiiJabN/?igshid=NGJjMDIxMWI=














