Kita pernah saling mengaitkan jari kelingking. Berhias rasa percaya, kita menciptakan janji untuk sama-sama menjaga agar tak ada yang harus direngkuh luka.
Tetapi, layaknya lembayung senja: Yang terlihat indah tak selamanya akan merekah.
Janji kitapun begitu. Ada titik redup yang menyapa celah rasa setia, hingga membuat kita berani untuk saling mengingkari apa yang harusnya kita jaga.
— Arief Aumar Purwanto








