Ujian Dunia
Menjadi manusia dengan segala dinamika dalam kehidupannya. Setiap kita punya rem atau perisai saat kita berucap maupun bertindak. Berpikirlah sebelum berbuat, timbanglah sebelum kalimat meluncur dari lisan. Apapun yang kita lakukan ada konsekuensi dan pertanggungjawabannya. Ketika kita bersalah hari ini, jadikan hari esok lebih baik dari kemarin. Taubati dosa-dosamu, tutup dengan banyak berbuat baik. Hasanah. Kembali ingat pesan Rasulullah.
Bertakwalah kamu dimanpun kamu berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan maka ia akan menghapusnya.
Ketika hati kita mengatakan ya tidak dengan segala keraguan, jika itu mengarah pada hal negatif maka tahan dengan segala upaya. Karna keraguanmu berasal dari fitrah rasa malumu. Jangan terlalu sering menepis keraguan dan menuruti keinginan yang tak lain hanya hawa nafsu belaka. Ingat, Allah selalu tau apa yang kamu lakukan. Bahkan daun yang jatuh di kegelapan malam tidak luput dari pengawasanNya.
Malu rasanya menasihati orang lain ketika diri ini masih banyak kekurangan. Tapi tak apa, kenapa tidak beramar ma'ruf nahi munkar dengan lisanmu meski kau bukan sosok sempurna. Jadikan itu sebagai reminder terbesar untuk diri sendiri. Mungkin saat ini Allah sedang menempamu untuk terbiasa menghadapi situasi apapun.
Seorang anak yang menjadi penyejuk mata dan perhiasan kehidupan dunia memang menyenangkan. Tapi ia juga bisa menjadi ujian bahkan musuh bagi kedua orang tuanya. Do'akan mereka. Perbaiki dirimu. Mungkin sebagai pengganti orang tua kamu masih kurang dekat sama penciptamu. Sebagai murobbi kurang panjang sujud dan tilawahmu. Sebagai pribadi terlalu banyak khilafmu.
اللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى
Klaten, 18 November 2025
















