Jika kamu mengizinkan aku ingin mencintaimu lagi, dengan satu tujuan dimasa depan.
Aku ingin membagikan surat pernikahan kita

#dc comics#dc#batman#bruce wayne#tim drake#dick grayson#batfamily#batfam#dc fanart


seen from Egypt
seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil

seen from United States

seen from Maldives
seen from United States
seen from Italy
seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Canada
Jika kamu mengizinkan aku ingin mencintaimu lagi, dengan satu tujuan dimasa depan.
Aku ingin membagikan surat pernikahan kita
----- September Ceria, Jum'at Barokah, Musimnya Nikah. [Delete Soon]✌😛 #kondangan #nikahan
Kalau saja diri ini sudah mapan. Buat apalagi aku menunggu lebih lama untuk menemui kedua orang tuamu.
Pesta Pernikahan Mainstream
Artikel ini dibuat bukan buat pamer, tapi mungkin bisa dibilang sebagai pembelaan diri (?) di tengah maraknya tren "nikah mah di KUA aja kaleee, biar murah!!!"
Yep, gw sudah menikah beberapa waktu yang lalu dan gw nikahan di gedong dengan biaya ratusan juta dan...... Ya sudah gitu aja, biasa dan bisa aja, gw dan pasangan happy acaranya lancar, alhamdulillah pesta dapat dibiayai tanpa hutang, dan kami masih bisa hidup dengan layak setelahnya.
Mau tau ceritanya? Sini gw ceritain..
Layaknya anak muda zaman now (padahal oe milineal telat nikah sih itungannya), gw dan pasangan sudah ngomongin kalau mau nikah yang sederhana aja biar murah, bahkan gw pribadi sempat memasukan opsi di KUA juga. Kami juga sudah ngomongin budget kira-kiranya kalau nikahan sederhana itu berapa (include souvenir). Tapi gimana endingnya akhirnya kami nikah di gedong, ada sabab musababnya dan itu karena gw (ya soalnya laki mah ngikut aja ya, selama dia budget ada).
Semua berawal dari acara tunangan gw yang dibuat sama emak gw. Acara tunangan gw sebenernya diadain di rumah aja, tapi berubah jadi "heboh" karena emak gw ternyata nyewa catering yang sudah termasuk sama dekor. Jadi rumah gw yang mungil itu tiba-tiba ada dekor bunga yang menjulang setinggi langit-langit rumah. Tujuannya? Buat nutupin area private rumah sih sebenernya. Jujur pas awal gw dateng gw syok (gw kerja di luar kota btw), kenapa ini vibesnya jadi pesta heboh dah. Tapi ya sudahlah toh ortu ini yang bayarin gw mah tinggal dandan aja yang cantik. Dan acara tunangan pun dimulai dengan rombongan calon suami yang jumlahnya 50 orang itu datang disambut oleh keluarga gw cuma 20 orang.. yeah, banyak banget memang sampai kami harus bikin teratak di depan rumah.
Kemudian diakhir acara gw melihat binar di mata para tamu, ntah itu keluarga gw maupun suami, yang seneng banget karena acaranya lancar + bagus dan foto-foto di backdrop utama yang "wow" itu. Yup, dari situlah gw berpikir.. sepertinya kurang sopan deh bagi kedua keluarga jika pernikahan gw cuma dilakukan di KUA setempat. Mana KUA daerah gw mojok banget di dalem gang dan sempit pula.
Akhirnya gw ngobrol sama laki gw, "Sayang, kayaknya kita nikahnya di gedung aja deh, yang sederhana aja sesuai budget yang kita sudah omongin". Syukur alhamdulillah si abang setuju dan kami pun setuju biaya dibagi 2 sama rata! (Kecuali buat mahar, seserahan, dan seragam keluarga).
Seperti yang gw sudah ceritakan alhamdulillah nikahnya berjalan dengan lancar, tanpa hutang, daaan kami berdua happy.
Nah ini gw cerita sedikit gimana cara gw bisa mengadakan pesta di gedong, tanpa hutang, tanpa nyusahin keluarga, dan teteup bisa hidup dengan layak setelah nikah (tinggal di apartemen biar deket kantor):
Mau kamu cewe atau cowo, ada gak ada pasangan, begitu punya penghasilan sendiri mulai nabung buat nikah! Minimal tabung 10% gajimu untuk tujuan pernikahan (tentu setelah dana darurat terpenuhi). Tabungan nikahan ini tentu di luar tabungan kalau kamu mau traveling, jajan, atau nonton konser. Jadi begitu pasangan datang dan kamu siap menikah (atau dinikahi) kapanpun!
Masukan tabungan tersebut ke investasi, kalau gw kebetulan waktu itu cuma ngerti investasi beli emas batangan. Pas gw cairin buat nikahan harganya sudah naik 2x lipat... Nyehehehe... Sampai-sampai petugas Pegadaian-Galery24 tercengang karena gw bisa untung 2x lipat harga beli. FYI, gw cairin emas mulai dari yang gw tabung 10 tahun yang lalu.
Mau ada gak ada pasangan, kira-kira dulu aja pesta nikahan impian lo berapa sih budgetnya. Mulai dari sewa gedong, nyewa/ beli baju penganten, MUA, makanan, souvenir, bahkan seragam keluarga. Kalo perlu survey ke pameran dan toko, lakukanlah.
Begitu ketemu pasangan dan udah cucok meong, bisa mulai ngomongin budget dan bilang apa adanya lo udah ada tabungan berapa (at least 50% dari budget ada laaah). Syukur alhamdulillah laki gw mau bagi 2 budget sama rata, jadi tabungan emas gw udah lebih dari cukup buat bikin acara. Sisanya bisa dipakai buat ngisi kontrakan.
Dari awal persiapan gw udah bilang orang tua gw kalau semua budget dari gw dan pasangan, jadi mereka terima jadi aja sesuai dengan budget kami. Paling kalau mau bantu, cukup di seragam keluarga aja. Apakah diterima? Oh tentu tidak, terjadi penolakan dan pakai drama nangis-nangis (dari gw) dan berakhir dengan win-win solution. Gw tetep terima duit dari mereka, agar setidaknya nikahnya diadakan di gedung yang proper walau dengan undangan minimalis.
Darimana gw tahu undangannya minimalis? Karena gw pakai WO, dimana ketika gw dan pasangan dateng: "coba tunjukan pada kami paket nikahan dengan budget 1xx jt". Harga naik turun berdasarkan pilihan gedung. Sayangnya gedung yang sesuai budget kami, tidak orang tua approve... Jadi yaa, tidak ada salahnya ya menerima bantuan duit dari orang tua untuk bayar biaya gedung tambahan. Toh pada akhirnya 80% biaya nikahan tetap ditanggung gw dan pasangan.
Kenapa gw dan pasangan maksa kalau budget nikahan maunya dari kami semua? Karena selain donatur, dilarang ngatur. Hehehehehe... Yup, biar kami bisa lebih suka-suka dengan style nikahan kami. Yah sebenernya gak bar-bar juga sih, nikahnya masih tipikal nikahan modern pada umumnya... Tapi setidaknya kalau bukan donatur, dilarang maksa-maksa. Seperti emak gw protes ketika gw bilang gw mau pakai gaun, bukan kebaya. Gw bilang: lah yang mau pakai gaun kan saya, kalau mama mau pakai kebaya + jarik ya itu mah mama aja..silahkan mama pilih sendiri baju yang mama mau pakai (kebetulan buat baju penganten dan ortu saya yang bayar).
Untuk menghormati kedua adat (gw jawa dan suami betawi), kami memutuskan untuk nikahan national, tanpa adat. Kalaupun yang dimaksud adat adalah kedua ibu yang masih pakai kebaya dan jarik (include sewa dari WO). Sedangkan pihak pria: penganten dan bapak, menggunakan jas pribadi (mayan bisa motong biaya WO).
Seragam keluarga bisa diakalin. Kalau keluarga suami ramai-ramai beli di tanah abang buat kerudung & gamis para ibu dan baju batik buat para bapak. Sedangkan untuk keluarga istri, ibu gw izin ke adik iparnya untuk menggunakan seragam nikahan dari pernikahan anaknya dan buat beberapa keluarga yang waktu itu gak dapet dikasih kain dengan warna yang mirip.
Souvenir gw kopi: pouchnya beli di shopee, stikernya gw design sendiri di Canva dan cetak di tokped, kemudian satu-satu gw tempelin tiap malem, dan bubuk kopinya suami gw beli di tukang kulakan kopi di Pasar Santa dan langsung dimasukin ke pouch yang sudah kami sediakan. Kami senang soalnya cukup murah karena harga tergantung jenis kopi yang dipilih, makin terkenal makin mahal. Juga kami lebih senang berupa barang habis, karena sering terjadi souvenir nikahan cuma jadi sampah di rumah. Kalau kopi kan setidaknya bisa diseduh sama si bapak atau minimal kasihin ke satpam buat ngeronda.
Harus tega gak semua orang di undang, karena nyesuaikan dengan budget. Based on paket WO, gw cuma bisa ngeluarin 300 undangan. Artinya masing-masing keluarga cuma dapet 150 undangan, percayalah itu semua udah habis 90%nya sama keluarga. Haha.. gw terpaksa cuma ngundang sedikit teman dan kolega kantor yang penting dan dekat saja. Kudu tebal muka ketika ada yang mempertanyakan kenapa gak di undang. Solusi sediain souvenir lebih buat dibagi-bagi ke orang-orang yang gak di undang tersebut. Fun fact setelah nikahan, ketika gw kondangan dari keluarga suami ada yang keluarganya yang nyapa "iih ini yang abis nikah kemaren ya, kok gak ngundang siiih". Gw: "iyaaaa, maaf yaa gak ngundang", kemudian senyum sambil lalu. Pas gw tanya suami itu siapa, suami: "gak tau, bukan keluarga deket juga sih". Laaaah, suami gw kagak kenal ama semua keluarganya sangking banyak keluarga gedenya.
Tidak mengharapkan balik modal dari hadiah pernikahan, karena ini pesta syukuran yang memang kami ingin adakan, bukan bisnis. Namun alhamdulillah hadiahnya bisa jadi dana darurat keluarga kecil kami. Jadi kami bisa langsung nabung buat kebutuhan yang lain.
Kalau bisa mencicil beli perintilan dari jauh-jauh hari. Seperti cincin nikahan yang udah kami beli 1-2 tahun sebelumnya. Dan kalau kamu laki-laki, kamu juga bisa mencicil beli emas batang buat mahar nikahan lo dari sebelum ketemu sama pasangan mungkin..? Jadi lebih besar juga yang bisa dikasih ke pasangan, juga gak terlalu berat nyiapinnya.
Pada akhirnya menurut gw, mau lo nikahan di gedung atau KUA, dengan style trandisional atau modern, atau apa pun itu sah-sah aja. Asaaal: gak nyusahin orang lain dan diri sendiri!!
Kalau mampunya di KUA ya lakukan di sana, kalau mau di gedong tapi belum mampu ya nabung dulu. Kalau ortu bilang mau nyumbang ya monggo, tapi sesuaikan dengan kemampuan mereka, jangan paksa mereka untuk ngutang demi kita. Karena nanti imbasnya ke kita lagi.
Salah satu cerita yang membuat gw maksa untuk mengendalikan budget nikahan dalam genggaman gw adalah cerita bahwa ada anak yang menyerahkan 100% acara nikahnnya ke ortunya dan dia baru tahu ternyata itu hasil ngutang dan ujung-ujung dia dan pasangan yang harus lunasin. Mereka sampai nunda punya anak dan konsumsi pil KB karena takut gak mampu lunasin hutang, kalau langsung punya anak.
Kadang sangki euforia anaknya mau nikah, ortu suka gak sadar diri kalau mereka ngabisin tabungan hari tuanya. Yang ujung-ujungnya kalau ortu gak punya tabungan pensiun, anaknya lagi yang harus biayain padahal anaknya udah punya keluarga sendiri yang harus dibiayain.
Sekian, semoga cuap-cuap panjang gw dibaca yah sama yang lagi nyiapin pernikahan. Semangaaat!!!!!
Jahit Kebaya Organza by Rumah Jahit Azka
SIMPLE ELEGAN! Wa 0812–2503–6194, Jahit Kebaya Organza by Rumah Jahit Azka
wa.me/+6281225036194, Tempat Jahit Terlaris Rumah Jahit Azka, Pusat Jahit Kebaya Rumah Jahit Azka, Tempat Jahit Kutowinangun Rumah Jahit Azka, Jasa Jahit Setelan Kebaya Rumah Jahit Azka, Homestore Penjahit Rumah Jahit Azka
Jahit Custom by Rumah Jahit Azka Mekarsari Rt 01 / Rw 05 Kutowinangun, Kebumen Jawa Tengah (54393)
Order by WA Owner : 0812–2503–6194 IG @azkalabel_ / @rumahjahitazka / @azkalabel_catalog / @imperriumboutiqueazka / @jahitcustom.azka
#bridesmaidkebaya #inspirasikebaya #nikahan #lamaran #kebumenkeren #outfitinspiration #outfithijab #outfitpost #jahitcustomazka #rumahjahitazka
Pokoknya disupport 100% sama mae itu dengan bangganya posting foto menghadiri perweddingan bersama kedua mempelai di grup whatsapp keluarga dengan sebuah kepsyen sekiranya begini :
“Alhamdulillah dik fulan didongaake mugo2 enggal ketularan”
Semoga disegerakan oleh yang maha berkehendak, pokoknya hopefull. 😂
Trend Nikah di KUA
Seminggu yang lalu dimedia sosial, soal menikah di KUA aja menjadi perbincangan yang cukup menarik. Pro dan kontra ya itu sudah pasti !. Berawal dari kisah salah satu sepasang mempelai yang menikah di masa pandemi, dimana pada saat pandemi aturan - aturan untuk prokes begitu ketat. Hal tersebutlah yang mendasari mereka, dari pada ribet ini itulah, mereka nikah di KUA saja dan tanpa ada pesta pernikahan atau hajatan. Ternyata dengan hal tersebut menghemat biaya, dan biaya tersebut bisa dialokasikan ke hal yang penting kedepannya.
Saya sendiri juga belum menikah, melihat kisah dari mereka menikah di KUA ini cukup menarik. Jika nantinya anda ingin menikah seperti itu , ya silakan. Menikah di KUA saja yah sah-sah saja, menikah di hotel mewah atau gedung bagus ya boleh boleh saja. Bagaimana konsep pernikahan nanti, tergantung dari kedua pihak mempelai meraka maunya konsep seperti apa. Jangan sampai seperti si anak ingin di KUA aja, tapi orang tua minta ingin ada pesta perikahan dan ributlah soal itu, ga nikah nikah deh....
Soal pesta pernikahan memang sudah umum. Kalau di kampung saya, biasanya pak penghulu datang ke rumah salah satu mempelai dan proses akad nikah di waktu acara walimatul Urusy. Saat menyelenggarakan pesta pernikahan atau hajatan pernikahan orang orang yang diundang/hadir membawa amplop, tentunya di isi uang dong. Nantinya orang yang membawa amplop ini nyumbang berapa, itu dicatat dan nantinya jika yang nyumbang ini punya acara hajatan harus membawa uang dalam amplop sesuai yang ada dicatatan. contoh jika si A datang ke pernikahan si B bawa amplop berisi uang 100.000 maka nantinya jika si A punya hajatan si B yang datang ke hajatan si A bawa amplop berisi 100.000 juga. intinya seperti utang gitulah. Tapi menurut saya, itu seperti meringankan beban biaya pesta pernikahan tersebut. intinya saling membantu.
Menggelar pesta pernikahan memang butuh biaya, waktu dan tenaga. Bagaimana nantinya konsep pernikahan itu terserah pilihan kedua mempelai. Jangan sampai pernikahan yang seharusnya bahagia malah jadi beban. Menurut saya ya, sesuai kemampuan anda aja lah. Intinya menikah sesuai rukun dan syaratnya menurut agamanya masing masing. Perlu di ingat, tujuan menikah adalah untuk menjalankan ibadah dan mendekatkan diri ke sang pencipta.
Menikah di KAU aja atau di Gedung yang bagus Sederhana atau mewah
Bagaimana menurut kalian ?
LANGGANAN! Bridesmaid Kebaya Kondangan, Dress Gaun Kebaya Bridesmaid, Kondangan Kebaya Pernikahan Lamaran by Rumah Jahit Azka
wa.me/+62895384025512, Bridesmaid Kebaya Kondangan, Dress Gaun Kebaya Bridesmaid, Kondangan Kebaya Pernikahan Lamaran by Rumah Jahit Azka
Jahit Custom by Rumah Jahit Azka Mekarsari Rt 01 / Rw 05 Kutowinangun, Kebumen Jawa Tengah (54393)
Order by WA Admin 1 : 0895-3840-25512 (FAST RESPON) Admin 2 : 0812-2895-2254 Owner : 0812-2503-6194 IG @azkalabel_ / @rumahjahitazka / @azkalabel_catalog
#bridesmaidkebaya #kebayakondangan #dressgaun #nikahan #lamaran #inspirasikebaya #azkalabel #azkalabeldaily #azkalabelcatalog #rumahjahitazka