03/01/23 all for one sebuah pemikiran dari multi faktor kedalam sebuah event! Disclaimer banyak kaitan dalam tulisan ini mengarah kepada value tertentu. Ga semua orang harus setuju. Happy read my mind.
Jadi beberapa hari lalu nonton film judulnya :
Everything Everywhere All At Once
Terus jadi ada pemikiran kalau...
There are so many things important in life
Tapi kadang,daily routine makes us busy with this mundane life and forget how simple life can be, and our self awareness gets distracted, we forget how we can be so loving to our family members or spouse. We forgot that our life has only a goal to go home to our creator, jadi malah ngejar hal hal lain dan bikin ribet hidup kita sendiri. Banyak event di hidup ini yg mestinya bikin kita bisa berenti dan mikir buat ngelurusin tujuan hidup kita, biar bisa mendalami lagi yang kurang dari kita sekarang. Agar kita menjadi orang yang kind and full of compassion, orang yang lebih focus
Kita mesti sadar that our time is tight, and the time is the only reason that makes our life full of meaning, karena kita ga selamanya didunia ini.
Sering kali kita lupa bukannya nyiapin bekal tapi malah kedistract sama hal duniawi, dan lupa atau malah nggak memilih untuk do the right thing, many of us choose what easy rather than the right thing to do.
To make a count with every second left supaya ga wasted, After healing process aku sadar sih bahwa yg paling penting di proses pendewasaan ini sebenernya ya self awareness. Aware kalo kita itu siapa, kita itu mau ngapain didunia ini, untuk apa kita diciptain, awareness itu jadi bikin kita lebih enak buat jalanin hari harinya.
Pas jadi dewasa role kita makin banyak, jadi anak, jadi pasangan suami atau istri siapa gatau dimasa depan, jadi warga negara, jadi profesi pekerjaan nanti, atau banyak role yang bakal kita jalanin. Tapi itu semua tujuannya cuma mengisi waktu kita yang sebenernya role utama kita itu jadi seorang hambanya Allah. Semua role kalo dipikirin ujungnya ya cuma karena mengharap apa yang kita kerjain bakal dibales amalnya sama Allah sebagai amal baik kita supaya bisa masuk surganya.
Tapi ya itu as human kita bisa lupa bisa kedistracted jadi yg tadinya punya role kayak anak deh contohnya, kalo mau dibales amal baik sama Allah jadi anak yang bakti sama ortu tapi kalo kedistract kita jadi anak durhaka. Kalo suami istri yang mau dikasih amal baik sama Allah ya rukun, loving each other, stay kind to each other, learn that we need to always try to fall in love again and again until death seperate us. Cielah. Uhuyy. But seriously without that kind of attitude pasti bakal bosen bakal jadi fokus sama yg jelek jeleknya pasangan kita. Tentunya kita tidak mau hal tersebut terjadi bukan? Tapi sering kali orang kedistract malah cheating, lupa kalo hubungan itu kalo bukan kita yang nyiptain always to fall in love with each other ya bakal bosen apalagi pernikahan yg udah bertahun-tahun, kedistract dan melenceng dari jalan yang Allah ridhain malah Allah jadi marah dan ngga ridha sama Kita.
Misal yang lain, dokter. Bisa jadi dokter yang Allah ridhain prakteknya sesuai gak telat waktu praktek, gak ngeboongin pasien atau ngebisnisin prakteknya, tapi ada juga dokter yang jadi ngasih pasiennya obat obat yang ngga sesuai indikasi, atau mal praktik, ke distract jadinya, Padahal semua yg dilakuin semata mata cuma bakal balik lagi ke Allah karena semua dari kita pasti mati
Tapi sering kali ya namanya manusia jadi distracted, itu mungkin yg aku pelajarin dari semua hal yg aku kaitin kefilm tadi Everything Everywhere all at once.