kmnu
Salaam,
Masih melanjutkan cerita dari part sebelumnya..
Kala itu kami bertiga bertekad untuk membuat wadah perkumpulan bagi mahasiswa yang memang memiliki budaya yang sama dengan kami, langkah pertama, kami mengajak teman-teman terdekat yang memang juga memilki visi yang sama. Saya lupa tepatnya berapa orang.
Hingga suatu saat kami mengadakan perkumpulan dan merancang bagaimana kelanjutan dari organisasi yang akan dibuat. kmnu, atau biasa juga disebut dengan keluarga mahasiswa nahdlatul ulama. Sebenarnya ada 2 pilihan saat ingin membuat organisasi berbasis nahdlatul ulama, pertama pmii, kemudian disusul dengan kmnu. Karena memang dikampus itu belum ada wadah untuk mahasiswa nu. pada akhirnya kami memilih kmnu. Alasan terkuat teman-teman yang saya ingat adalah, kami membuat ini bukan untuk gerakan politik, melaikan untuk merawat tradisi yang sudah lama kami amalkan sebelum masuk kampus. Berlandaskan asas kekeluargaan, kami mencoba untuk melakukan syiar pada teman-teman mahasiswa baru yang saat itu sedang mengikuti mentoring. Tidak kami sangka, ternyata cukup banyak yang tertarik dengan organisasi yang baru ini.
Oiya, status kami adalah organisasi eksternal. Berdiri dengan seadanya kemampuan kami tanpa bersender pada pihak kampus. Untuk menjalin silaturahmi, kami mengadakan yasinan beserta tahlilah dan shalawatan setiap hari jumat malam. Jangan dibayangkan kalau kami yasinan di mesjid kampus ya, sangat jauh sekali angan-angan itu. Saat itu, kami hanya bisa bermimpi untuk mensyiarkan NU di kampus tercintah. Kami mencari mesjid terdekat dengan kampus yang memang mayoritas warganya juga NU, tidak etis doong kalo bukan sesama NU, hahaha.
Seiiring berjalannya waktu, banyak teman-teman lainnya yang tertarik untuk mengikuti rutinan di kmnu ini. Semakin lama, angan yang ingin mensyiarkan NU di mesjid kampus pun terlaksana. Dengan penuh lobi, akhirnya kami diizinkan dkm untuk melaksanakan rutinan (tahlil dan yasinana) di mesjid kampus, Eits, tetep bukan didalemnya ko, kami melakukannya di teras mesjid. Tapi saat it ukami snagat sennag sekali, karena pada akhirnya syiar ini sampai di kampus jga. Ada satu hal yang mungkin politik ya, saat itu ketua dari organisasi islam saya saat di kampus adalah sahabat saya (dari NU). ketika mengadakan acara, kami melobinya untuk mengundang group kmnu untuk tampil sebagai acra hiburan dalam bentuk shalawatan. Dari sana, semakin banyak yang kenal akan organisasi ini. hingga sekarang, Syukur alhamdulillah, organisasi ini masih berjalan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Sebenarnya masih banyak sekali yang ingin saya ceritakan, tapi capek nulisnya wkwk. sudah yaa.. thank youu, buat kamu yang sudah rela membca tulisanku.
Salam hangat #darirumah
@henniarum @sekotenggg @mathmythic @adhit21 @fadhila-trifani











