Mulai dari mana ya? Hmm baiklah langsung aja to the point. Gw suka heran sama orang yang takut, alergi, bahkan benci dengan kata 'cinta'. Ketika lu membaca kata terakhir dan bulu kuduk berdiri, berarti lu termasuk. hahaha.
Gini-gini biar gak salah paham. Gw gak ada masalah sama orang yang lebih memilih sendiri. Thats good choice I think. Gw juga gak ada masalah sama yang masih berjuang mencari pasangan. I support u so keep struggle.
Yang gw permasalahkan adalah mereka yang alergi atau benci dengan yang namanya cinta. Seperti ketika bertemu seseorang dan merasa ada perasaan yg berbeda, tapi ia menolaknya. Satu hal yang gw pelajari adalah sekeras kita menolak perasaan tersebut, sekuat itulah ia menempel. Bagi gw, perasaan itu harus disadari dan dihayati.
"Oh kayaknya gw suka deh dengan dia"
Apakah cukup? No. Coba lebih sadar lagi dengan lebih detail.
"eh tapi kenapa gw suka ya?"
"dia kan biasa-biasa aja sama kayak yg lain"
Gw mau lanjut cerita. Sekedar gambaran bagi lu yang penasaran "bagaimana sih rasanya punya pacar?" Ini tentunya 100% subjektif dari diri gw. Bisa jadi relevan atau mungkin bertolak belakang. Just for sharing.
"Aku sayang kamu, mau gak jadi pacar aku?"
Hahaha. Kalimat tersebut tidak pernah gw ucapkan. Dan kalo gw flashback, sepertinya gw tidak punya tanggal jadian resmi. Itu semua berjalan seperti biasa aja. Sisi positif nya gini,
"GAK ADA ANNIVERSARY YANG MAKAN BIAYA" HAHAHAHA
I like it. Tapi tentunya ada momen yang membuat gw merasa sangat dekat dengan pacar gw, ketika adek gw yang paling kecil meninggal. Akhir Desember 2016.
Gw tau kabar itu dari HP, dan langsung OTW rumah naik bus sendiri. Selang beberapa hari, pacar gw ini menelpon dan meminta lokasi rumah gw. Gw kasih dong, dan dia naik bis dari Bandung menuju Kebon Nanas. Di sana dijemput sama gw dan ortu.
Itulah awal doi kenal keluarga gw
Penasaran bagaimana rasanya membawa cewek ke rumah?
Doi adalah cewek pertama yang main ke rumah secara apa ya, officially deket sama gw gitu (karena dulu ada juga yg main dg alasan lain dan gak sendiri).
"cieee udah punya pacaaalll"
Yaa kira-kira begitulah reaksi keluarga gw.
Gw berpikir ni cewek emang berjuang kan, bukan sekedar bilang,
di mata gw itu sesuatu yang spesial, ketika ada orang yang datang untuk menemani kita di saat kita sedang jatuh. Dari sana gw mulai fokus ke doi dan melepaskan jala dari yg lain.
Dari kejadian itu ya udah kan gw udah mulai menunjukkan perasaan ke doi. Makan bareng, nganterin les, nonton di bioskop, dan ngerjain tugas bareng. Btw yang terakhir mungkin bisa terjadi kalo pacar lu sejurusan. hahaha.
Kepanjangan kayaknya ceritanya, gw lanjut besok deh tentang enak + pahitnya 😁✌️
@henniarum @adhit21 @fadhila-trifani @gugunm @sekotenggg