Anak anak pengojek Payung. #ojek #payung #anak2 #anakanak #anak #ojekpayung #ojeg #hujan #rain #people #peopleinterest #kid #kids #umbrella #station #kalibata #kcj #stasiun #like4like #likeforlike #followforfollow #followme #follow4follow
seen from Russia
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from India

seen from Chile
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from China

seen from Türkiye

seen from Australia
seen from Hungary

seen from Netherlands
seen from Hungary
Anak anak pengojek Payung. #ojek #payung #anak2 #anakanak #anak #ojekpayung #ojeg #hujan #rain #people #peopleinterest #kid #kids #umbrella #station #kalibata #kcj #stasiun #like4like #likeforlike #followforfollow #followme #follow4follow
#hujan hujan dapet #uang nya dapet #FUN nya dapat #rezeki juga dapat... 😀😁😂 - #ojekpayung - #asuszenfoneselfie #pixlr #o4's #tele (di Pasar kopro PD PASAR JAYA Tomang Barat)
hujan sore hari. mereka, menjajagan payung sambil berani untuk kebasahan kuyup. saat bersamaan aparat keamanan coba untuk menertibkan. berani. #instadaily #hujan #bogor #ojekpayung (at Stasiun Besar Bogor)
Ojek Payung
entah sejak kapan istilah ojek payung ini mulai terdata di dalam pikiranku, mereka adalah sekumpulan bocah yang tiba-tiba muncul ketika hujan turun, menjajakan jasa sewa payung bagi siapapun yang tidak sedia payung sebelum hujan, dengan upah seikhlasnya, menurutku mereka jauh lebih mulia dibandingkan pengemis
pagi ini aku dibuat bertanya-tanya oleh para ojeg payung, melamun sendiri dalam antrian nomor 107 di kantor imigrasi, duduk di kursi besi menanti nomor tersebut dipanggil sambil menatapi langit, yang kemanapun mata ini kuarahkan hanya kelabu yang bisa kulihat, deras sekali hujan pagi ini, menelan segala suara, mungkin juga menelan hatiku, hujan di kota hujan itu rasanya berbeda dan aku mengenalnya, tapi pagi ini aku seolah tak mengenal hujan itu, sama seperti aku tak mengenal para ojeg payung di kantor imigrasi
bocah-bocah itu mungkin berdoa dan berharap agar langit tak mengakhiri tangisannya yang bak air ditumpahkan dari langit, tapi sebagian orang bersebrang harap dari mereka, sebagian berdoa agar hujan lekas reda dan tak berkepanjangan, lalu aku bertanya, kalau sudah begitu.. do'a mana yang kira-kira akan dikabul ? ketika ada permintaan yang saling bertentangan yang mana yang kira-kira terjadi?
dalam keadaan seperti itu, aku seperti melihat diriku sendiri dalam perumpamaan yang serupa, dalam bentuk kisah yang lain yang lebih sederhana, aku menangkap inilah analogiku !
dalam lamunan itu aku ingin hujan segera berhenti saja dan lekas melihat sang surya yang menghangatkan badan, tapi di sisi yang lain aku juga tak tega dengan para ojeg payung, dan berharap hujan tetap awet membasahi bumi sehingga mereka tak kehilangan rupiah
aku tahu, jika A terjadi maka B tidak mungkin terjadi, jika B terjadi maka A tak mungkin terjadi, tak mungkin A dan B terjadi bersamaan dan beriringan, dalam penantian aku melamun tak habis-habis mengenai ini.
menunggu memang tak pernah menjadi menyenangkan, aku tahu itu, karena aku pernah menunggu, menunggu untuk waktu yang cukup lama dan mungkin aku mengingat seseorang karena peristiwa dua kali mengantri di hari ini, pertama kantor imigrasi, kedua mengantri loket teller bank.
antri itu menunggu, tapi setidaknya mengantri itu merupakan bentuk penantian yang pasti apalagi sudah dinomori, bagaimana bila tidak dinomori? dulu jenis penantian itu yang aku alami, saat ini terulang lagi, namun aku berada di sisi lain, apakah ini yang disebut karma ? kuharap para ojek payung itu tahu jawabannya...
malam tua di kota hujan, 18 Januari 2014