Perang tidak pernah baik dari sisi mana pun melihatnya. Tapi kemerdekaan, layak dibayar dengan harga berapa pun.
Rindu - Tere Liye
seen from Bolivia

seen from United States
seen from China
seen from France

seen from United States
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
seen from Japan

seen from T1

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Brazil
seen from Russia
seen from United States
seen from Yemen

seen from Croatia
Perang tidak pernah baik dari sisi mana pun melihatnya. Tapi kemerdekaan, layak dibayar dengan harga berapa pun.
Rindu - Tere Liye
Surat Terbuka untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Surat Terbuka untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Kami, Muslim Indonesia, dan juga Muslim di dunia, akan terus mendukung perjuangan pembebasan tanah Palestina dari penjajahan Zionis Israel, dan hak kembali Rakyat Palestina kepada rumah dan tanah mereka.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2nYGkBO
Musuh Indonesia Bukan Pemerintah Hindia Belanda dan orang kristen indonesia...
belanda bangun jalan kereta api jalan raya kantor pos rumah sakit sekolah universitas menyebarkan injil…membangun pabrik gula..pelabuhan bandara kantor kantor bank…bahkan KUHP dan UUD45 hukum warisan belanda….
Islam di indonesia... Dimoderasi walisongo
Pemerintah hindia belanda Pemerintah republik indonesia Nu dan muhammadiyah....
Jika tak dimoderasi Konflik islam dgn islam Islan dan non islam... Ada expansi islam.... Dgn pilihan tauhid.. Maka wajib sholat dan zakat.. Jika menolak disuruh bayar jizyah.. Jika menolak diperangi...
Itu kebuasan islam... Belum lagi ada hukum rajam cambuk penggal leher potong tangan...
Untung ada hamba Tuhan Yesus A.A Maramis yang menolak syariat islam diterapkan di indonesia... Dan menghapusnya dari sila pertama dipancasila...
Klo gak begitu tangan wong indonesia putul kabeh...putus semua tangannya Berterima kasihlah kepada orang kristen dan belanda...
Karena mereka gak diterapkan quran sunnah sebagai dasar negara....tapi UUD45 dan KUHP
Mandiri Pangan
Mereka berkata:Cindo(China Indonesia) menjajah indonesia…dengan pabriknya.. amerika menjajah saudi dan negara negara arab….dengan pabriknya…israel menjajah amerika….dengan hutangnya….
Yang mereka inginkan…. Mereka berkata Saya bangun perusahaan…. Saya jadi orang kaya… Masak di negeri sendiri hidupnya susah….
Ketika sekolah dan kuliah…. Beralih fungsi…. Dari mencetak PNS dan Buruh Pabrik….dan TKI TKW Menjadi pencetak Pengusaha… Banyak perusahaan perusahaan baru bermunculan…. Banyak pelaku wirausaha baru dan persaingan sengit….
Seandainya nasional dan internasional…bisa hasilkan pangan mandiri dan mandiri pangan tiap rumah dan kampung..dan sistem barter….
Gak mikir sekolah dan kuliah….
Maka pekerjaan swasta pns tki tkw wirausaha tak lagi diminati.
Mereka berkata:untuk apa cari uang wong makanan melimpah untuk apa jadi pns dan buruh pabrik tki tkw pengusaha????
Manusia prasejarah dan suku pedalaman tanahnya hektaran makan minum bertani berkebun beternak..menanam berbagai macam pohon sayur biji bijian dan buah buah buahan dibanyak tempat sebanyak banyaknya…nikah berkembangbiak hidup mati….
Tanpa butuh sekolah dan kuliah…gak ada uangpun jadi…tanpa tergantung pasar global kurs dollar inflasi deflasi lpg bbm nikel listrik batubara…naik kuda onta keledai…dikembangbiakkan sebagai alat transportasi darat dilestarikan padang rumput.unik kan..kuno kan …primitif kan….ya begitu kehidupan mbah mbah manusia 195 negara unik kan????
Tapi jika manusia di NKRI maupun negara lain mandiri pangan….ada yang suka…dan berusaha menggagalkan….padahal…itu menjegal perut mereka sendiri…karena mereka diajak mandiri tapi gak mau…
Raja Perempuan Pertama di Sumbawa
I Sugiratu Karaeng Bontowa atau juga disebut Karaeng Bontoparang, bergelar Sultanah Siti Aisyah adalah raja perempuan pertama Kesultanan Sumbawa. Ia lahir tanggal 12 Juli tahun 1704 dan memerintah sebagai Raja Sumbawa tahun 1759-1761. Ia diturunkan dari tahta kurang dari 2 tahun setelah dinobatkan karena selalu berseteru dengan para pembesar kerajaan. Apa penyebab perseteruan tersebut? I Sugiratu adalah orang yang sejak kecil hidup dalam amok perang. Lahir sebagai putri seorang Raja Sumbawa yang gugur dalam perang Selaparang tahun 1725. Bersuamikan seorang kesatria bernama karaeng Bontolangkasa yang selalu bikin ribut dan menciptakan perang di berbagai wilayah di Makasar dan Selaparang. Sang suami pun gugur setelah berbagai luka berat yang dialaminya dalam pertempuran. Karaeng Bontolangkasa selalu ikut dalam medan perang bersama samg suami. Sepeninggal suaminya, ia dinikahi oleh Raja Sumbawa bernama Sri Sultan Muhammad Kaharuddin. Pernikahan keduanya tersebut ditentang oleh Belanda karena bisa memicu ketidakstabilan dan perlawanan kepada Belanda. Terbukti selama menjadi permaisuri raja Sumbawa, ia terus memprovokasi suaminya untuk menyerang Belanda menuntut kematian sang mantan suami. Sepeninggal suaminya karena ia tak memiliki keturunan, maka diangkatlah sebagai Raja Perempuan pertama di Sumbawa. Mendapat kesempatan sebagai pemegang tampuk kekuasaan, yang ada di kepalanya hanya perang dan menghabisi Belanda. Dalam catatan Belanda, tidak ada alasan bagi Karaeng Bontowa menuntut balas kematian ayahnya yang bernama Amas Madina. Karena Belanda tidak terlibat dalam perang perebutan Selaparang melawan Bali. Belanda justru telah berbagai cara menasehati Amas Madina untuk tidak terpengaruh provokasi orang orang Makasar untuk merebut Selaparang. Demikian dengan kematian sang suami, bagi Belanda suaminya yang bernama Karaeng Bontolangkasa adalah seorang kriminal yang tidak saja terus menciptakan seteru dengan Belanda tapi juga dengan otoritas pemerintahan kerajaan Gowa sendiri. Namun karena Karaeng Bontowa sejak lahir terdidik dalam amok seorang ayah yang menggelorakan perang, dan bersama suami terus terlibat dalam peperangan. Serta membuat suami baru nya disanksi Belanda karena menyerang otoritas Belanda atas provokasi sang istri. Maka saat ia bertahta, ia langsung menabuh genderang perang memutus seluruh kontrak dengan Belanda yang sudah dilakukan oleh para pendahulunya dan memerintahkan untuk melakukan penyerangan. Perintah tersebut ditolak oleh para pembesar Istana yang ingin menjalin hubungan damai dengan Belanda. Perseteruan antara Sang Raja perempuan dengan para pembesar Istana tak terdamaikan. Hingga Sultanah Aisyah sendiri yang jatuh dari kekuasaannya dalam waktu kurang dua tahun masa pemerintahan. Setelah turun dari tahta ia pindah ke Bima hingga wafat dan dimakamkan di Bima. Salut pada Sang Raja Perempuan yang didadanya terus berkobar api perlawanan anti penjajah. Lebih lanjut, silakan baca: (Asian History_ 2) Hans Hägerdal - Held's History of Sumbawa_ An Annotated Translation-Amsterdam University Press (2017) Sumber Photo : Facebook (Sumbawa Tempo Doeloe) Penulis: Yadi Surya Diputra. (Bung Suryo). Part-time translator, travel consultant, proofreader, editor, content writer. Penulis buku: SUMBAWA TAHUN 1876 (CATATAN TENTANG PEMERINTAHAN, EKONOMI DAN ETNOGRAFI KESULTANAN SUMBAWA Ikuti kami untuk konten inspiratif setiap hari: Facebook: @batutercom Instagram: @batutercom Twitter (x): @batutercom Telegram: @batutercom Tiktok: @batutercom Youtube : @batuter
Kalah, tapi menolak Tunduk
Pict: Starwars.com Bangsa Dhani[1] adalah orang-orang sederhana, mereka menurunkan kombinasi sifat menyedihkan yang membuat mereka rentan dimanipulasi. Pada praktiknya, mereka kesulitan memahami beberapa ide sekaligus. Kami dapati cara terbaik [untuk] setir mereka adalah dengan menawarkan alternatif. Berikan sejumlah pilihan dan mereka sangat fokus memilih, sehingga tak sadar mereka tak…
View On WordPress
10 Kisah Tanah Jawa yang Kontroversial
10 Kisah Tanah Jawa yang Kontroversial
Sejarah mencatat penjajah Belanda melakukan segala cara untuk tetap bercokol di nusantara. salah satu mengubah atau memanupolasi sejarah dan fakta dengan tujuan menjelekan Islam sebagai agama yang dianut masyarakat dan tokoh tokoh atau ulama-ulama. Peristitiwa itu bisa kita liat dari beberapa naskah yang bila dicermati mengandung agaitasi atau hasutan atau propaganda penjajah untuk memecah belah…
View On WordPress