Dan saya suka tiba-tiba sedih kalau ingat sudah kehilangan kamu.
Tapi kemudian saya akan bilang pada diri saya sendiri, "kamu nggak pantes buat disedihin. Kamu yang ngelepasin saya, kamu yang sepatutnya sedih dan menyesal."
Berpikir demikian membuat saya merasa yakin kalau kamu enggak berharga lagi dan saya sudah sepatutnya benci kamu.
Jadi ya gitu weh kesunyian antara kita ini terus berlanjut. Enggak tau sampai kapan...
Mungkin sampai kamu punya keberanian menghadapi saya & saya punya keberanian untuk percaya lagi ke omongan & janjimu.
Atau mungkin selamanya? Karena masing-masing dari kita akhirnya berpikir “you can’t lose what you never had”












