Sebulan lalu
Ketika lambaian tangan perpisahan yang mengharuskan aku melepasmu pergi jauh memunggungi
Ketika sebuah pelukan yang di sertai air mata mengharuskan aku menunggu dalam hitungan waktu yang terbilang lama
dan sekarang aku malah nyaman dengan ponselku
Berulang-ulang aku keluarkan dari saku, hanya untuk membalas chat darimu
"aku rindu", katamu.
"aku tidak" balasku, ceklis dua biru begitulah yang aku lihat
"tapi aku bohong" lanjutku,
Percayalah di setiap detak yang berdetik, tak ada satu sekon pun untuk tidak merindukanmu












