Menyukaimu: Yang Setingkat di Bawah
Kamu masih manis, masih muda. Hidupmu masih panjang, masih bersih seperti kertas yang belum dicoret-coret. Senyummu lepas, menandingi cerah matahari.
Melihatmu rasanya sakit. Cahayamu bersinar menyilaukan, terkadang membuatku harus memalingkan pandangan. Kamu bintang yang masih baru, bunga yang baru tumbuh. Langit yang masih memiliki semburat merah muda yang manis. Kamu ini hari yang baru, hari yang ditunggu-tunggu.
Apa aku mampu merengkuhmu? Apa aku berani menggoyahkan kepolosanmu?
Aku rumput liar dan bunga yang layu di tepi jalan. Aku kertas yang kotor. Aku lapisan atmosfer setingkat di atasmu, yang terlalu sering dihantam meteor-meteor sampai ragaku bolong-bolong. Aku akhir hari yang tidak menyenangkan.
Kamu penuh dengan hidup, dan aku sudah hampir mati.