Kamis, 19 Mei 2022
Hari ini pekerjaan selesai dengan baik. Meskipun dengan proses yg riweuh, banyak kesalahan yg akhirnya bisa dibenarkan. Alhamdulillah 'ala kulli hal.
Menjelang maghrib, mencoba mengurangi beban hari esok dengan menodong progress ke Bos. Ya, sejujurnya saya dulu bukan orang yg mudah berinteraksi dengan orang , orang baru, keramaian, bahkan atasan. Pasti gugup. Namun, itu saya di 3 tahun yg lalu. Sekarang, semua dihadapi, berkat ilmu kebal sehari hari selama 3 tahun belakangan.
Saya bawa berkas progress ke ruangan Pak Bos, yg masih terbuka. Sebenernya saya tidak suka dengan waktunya, yaitu pukul 18.00.. saatnya orang menunaikan ibadah sholat. Namun, demi hari hari kedepan yg lebih tenang, kuabaikan rasa ketidakenakan.
Saya ketuk pintu dan lepas sendal jepit sambil mengucap,
"permisi Pakk, mau minta tanda tangan progress April, yg kemaren di reject",
"askdhslslahahwlkwueuebsjsks......." (Sudah biasalah, harus dikoreksi dulu permintaanku dan menjelaskan sgala macam, sungguh ini hanya sebuah kenekatan. Selalu saya anggap, belajar komunikasi dari orang yg lebih tua dan kompeten dr saya)
Lalu berderinglah HP Pak Boss yg tertulis Rheynaa (putri Pak Boss), lalu dilihatlah Handphonenya seraya berkata
" haduh sudah minta jemput ini",
Lalu diangkatlah dan dimulailah percakapan itu,
" iyaa sayang.."
"(anaknya)"
"gimana sayang, papah bisa jemput tapi papah sholat maghrib dulu ya sayang"
"(sepertinya putrinya sudah memesan gojeknonline)"
"sudah dapat grab sayang? Papah bisa jemput setelah ini"
Yaa begitulah kira-kira percakapan Beliau dan putrinya.
Sebenarnya saya hanya ingin menuliskan pointnya disini, saya bukan siapa-siapa,..
Tapi pertama kali mendengar Beliau mengangkat telepon dan memanggil putrinya dgn sebutan Sayang, dan kesanggupannya untuk menjemput putrinya ditengah pekerjaan yg penting, Beliau masih memastikan bagaimana putrinya. tidak membesar²kan cerita, memang sangat sederhana. Namun entah kenapa mata berkaca-kaca. Sosok yg memang cara bicaranya jujur saya tidak suka, tp ternyata begitu penyayang.
Dan saya teringat dengan orang tua saya, gambaran bahwa dibalik permintaan-permintaan kita sebagai seorang anak, ada berbagai hal yg orang tua kita korbankan demi kita. Hehehee
Sampai sini sajaa deh ceritanyaa, karena pada akhir cerita, dilanjutkan penjelasan progress dan diakhiri dengan Bismillah Beliau menandatangani progress saya dan segera keluar sholat dan menjemput putrinya.
Sekiaaaaaan 🥲
















