SETIDAKNYA
Aku pernah singgah pada kemungkinan yang salah. Begitu lelah menggantung pada pilihan paling semu. Harap tetaplah harap. Bahkan sehelai rambutpun akan kugenggam erat.
Setidaknya bukan aku yang menyerah.
— Bandung, A.
seen from Australia
seen from United Arab Emirates

seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Tunisia
seen from United States
SETIDAKNYA
Aku pernah singgah pada kemungkinan yang salah. Begitu lelah menggantung pada pilihan paling semu. Harap tetaplah harap. Bahkan sehelai rambutpun akan kugenggam erat.
Setidaknya bukan aku yang menyerah.
— Bandung, A.
#7 PILIH(an) ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Ketika gundah akan suatu hal, dia selalu membuka buku catatan kecilnya. Di situlah dia pernah menulis empat hal penting: ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ /i/ Memaki dan nyinyir terhadap pilihan seseorang adalah percobaan membunuh secara pelan-pelan. (Uruslah pilihan(kehidupan)mu sendiri). ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ /ii/ Hidup adalah sebuah pilihan. Jadi, menentukanlah. Tidak ada yang berhak menyalahkanmu. Sebab begitulah hakikatnya hidup (memilih) dan dengan memilih, kau betul telah hidup dan menjalani kehidupanmu. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ /iii/ Pegang saja perkataan Pramoedya yang ini, "Sekali dalam hidup, orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, kita takkan menjadi apa-apa." ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ /iv/ Kalau ada orang yang pilihannya adalah "memaki dan nyinyir terhadap pilihan orang lain?" Aih, Bujang, itu hanya permainan kata. Ingat, kata-kata bisa memutar balikkan pernyataan apa pun. Apa pun. Sebab pernyataan memang lahirnya dari perkawinan kata-kata. Sekali lagi, ingat ungkapan Pramoedya! Teguhkan hatimu! ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Itu adalah catatan yang dibuatnya sebagai pengingat diri. Sekarang, dirinya telah takzim kembali pada kehidupan. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Dia lalu menuliskan bagian baru di bawahnya. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ /Untuk seorang kawan/ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Kau pernah bercerita tentang ayahmu yang telah melewati hal sulitnya. Kalau ayahmu bisa, kau juga pasti bisa. Kau anaknya, kan? Dan genetiknya ada di struktur paling dasar dirimu. Buatlah keputusan dan percaya pada itu. Yakinlah kau membawa tekad seorang ayah. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ (Al Ayubi, 2019) ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ @30haribercerita #30hbc19 #30hbc1907 #tujuh #pilih(an) #jurnalsederhana #perjalanan #beranjak #langkah #berkata #catatan #bukanisibuku #meilandankholia https://www.instagram.com/p/BsU4-gPlNmv/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1kmb6tlwtcc3x
"Satu hal yang ku percaya sejak dulu. Yaitu, kita semua akan menjadi kenangan untuk orang lain. Tinggal pilih kenangan apa yang akan kita buat untuk orang lain."
- ariamagi
Mana yang akan kau pilih?
Memendam luka sembilu akibat rindu yang akan menyakiti dirimu sendiri atau mengumpati absennya dia disampingmu yang akan menyakiti dirinya. Pilihan sulit kan? Silahkan pilih dengan bijaksana
Pilih Mana
Pilih Mana
Memilih-milih Petunjuk
apakah aku memilih-milih petunjuk?
belakangan ini doaku punya template, minta diberikan petunjuk dan dilapangkan dada untuk menerima dan memahaminya. lalu kemarin sore aku lihat tulisan di postingan Mas-mas content creator, "kamu sebenarnya tau ini nggak mungkin, tapi kamu tetap mau usaha." lalu tertegun sendiri. seperti untukku, Mas?
di slide selanjutnya, he hit me hard again, "50:50. bisa jadi, berhasil. bisa jadi, sad ending. yang pasti, prosesnya bikin kamu bertumbuh."
lalu dia suruh berani ambil risiko biar nggak jadi dugaan seumur hidup. setali tiga uang sama jawaban dari seorang 'mentor' yang kutodong, "kata-kata hari ini dong, Uncle, kasih saya nasehat." lalu dijawabnya dengan "berani. lebih berani."
sore ini, dari playlist random youtube music, mengalun suara parau Jason Mraz. I won't give up, ceunah. saya diamkan, sambil berpikir, inikah petunjukMu, yaa Rabb?
lalu Lewis Capaldi. Hold me while you wait. "let's waste it right. and hold me while you wait." apakah ini petunjuk, yaa Allah? atau apakah aku memilih-milih petunjuk?
apakah aku memilih dan menentukan petunjuk yang kuinginkan saja? apakah aku menjadi tidak peka terhadap tanda yang tidak siap dan enggan kuterima?