Untukmu, yang pernah hadir pada satu ingatan.
Terimakasih atas waktumu di hari lalu. Terimakasih untuk kesungguhanmu mencintaiku di masa itu. Terimakasih untuk segala upayamu membahagiakan aku.
Tak ada sesal yang kurasakan juga tak ada dendam yang tersematkan. Segala keterlukaan di hari lalu telah kumaafkan dengan sungguh. Kau hanya perlu berjanji, bahwa pergimu kini takkan kau sesali di kemudian hari.
Pada dasarnya semua orang bisa berkata cinta dan menjanjikan akad. Namun, memang tidak semua orang bersedia mengambil tanggung jawab besar untuk menjadi pemimpin dalam sebuah rumah tangga.
Jadi jika kelak kudapati seseorang di masa depan, lalu aku memilih dia untuk kujadikan pasangan, kau tak lagi punya hak untuk marah. Sebab hari ini, kau sendiri yang telah memilih untuk menyerah pada apa-apa yang pernah terencana untuk kita perjuangkan bersama.
Walau kecewa tak mampu kusembunyikan, aku tetap percaya pada kemahabaikan Tuhan, bahwa keputusanmu untuk berhenti hari ini merupakan bagian dari terkabulnya doa-doa.
Kelak ketika aku telah bahagia dipelukan yang lain, kuharap tak ada kata-kata yang akan menyudutkan aku di kemudian hari. Tentang keputusanmu yang akhirnya menyisakan sesal di hati.
Sebab, kaulah yang memilih menyerah pada hubungan menuju halal. Padahal kita hanya perlu berjuang lagi sedikit lebih keras. Pun kita hanya perlu berbicara dari hati ke hati, tentang kesalahpahaman yang sempat mengikis kepercayaan semasing kita.
Kini, berlalulah kau dengan tenang. Biar kusambut hari baru dengan seseorang yang lebih bisa kuandalkan. Ikhlaskan saja kedekatan yang tak sampai akad. Relakan saja harapan-harapan yang sempat kita langitkan.
Semoga pada perjalanan berikutnya, Tuhan berbaik hati mengirimkan sosok yang paling tepat untukmu, juga untukku. Yang bisa menerima kurang dan lebihmu, juga sosok yang bisa menerima kurang dan lebihku.
📝@gadisturatea #gadisturatea #inspirasi #2019 #instagram #qoute