[Lagi pengen ngobrol tipis².....]
Kalian pasti pernah kan ngerasain kaya tulisan diatas? Jangankan pahlawan si, bahkan sekelas temen yang udah naik 1 level pencapaiannya di atas kita aja, kadang ngerasa udah ketinggal jauh bangettt. Ngeliat orang punya relasi luas dan udah bisa aktif dimana-mana, terlintas tiba² "ko aku belum ya? Ko temen dia bisa sebanyak itu ya? " Dan blablabla lainnya yang terlalu banyak.
Masa-masa menuju dewasa emang rumit. Apalagi sekarang hidup yang serba online gini. Tanpa tau seluk beluknya, kadang manusia sudah terlalu cepat menilai terlebih dulu sebelum bertemu. Bahkan ada juga yang mengukur strata sosial seseorang hanya karena sebuah pencapaian.
Huft~melelahkan sekali bukan?
Sebenernya, apa sih tujuan utama untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan? "Mau cari pandang dari mata orang atau karena mau dapet uang?"
Yash...tujuan utama inilah yang akan menguatkan langkahmu ketika fikiran² semacam tadi datang di tengah jalan. Jadi kalau tujuan diawalnya udah salah, kemungkinan akan semakin berbeloknya dari jalan utama besar sekali. Tapi, kalau tujuanmu semata-mata hanya karena Allah dan menjalankan sebagaimana tugas manusia dibumi yaitu berjuang, mau badai kencang ataupun ombak besar yang datang, kakimu akan selalu berada di jalan yang sama. Tujuan dan arahmu tak akan berbelok.
Nih ya, kamu itu sedang tidak berlomba dengan siapapun dan kamu sedang tidak dibanggakan atas apapun. Tapi, kamu sedang berjuang untuk apapun yang menjadi impianmu dan kamu akan tetap berjuang untuk mendapatkan tujuan tertinggimu. Iya, akhirat :)
Jadi, sekarang kamu hanya perlu menyingkirkan apa yang tak perlu dipikirkan, serta berhenti untuk membanding-bandingkan dirimu dengan pencapaian milik orang lain. Karena jalan yang di tempuh setiap orang berbeda. Dan sudah pasti hasil juga sukses yang didapatkan akan berbeda.
Mau sebanyak apapun pencapaian dunia yang kamu punya, pada akhirnya itu semua juga akan hilang saat nyawa sudah lagi tak ada. Ingat itu!! Fokus untuk tetap berjalan di jalur ini ya:) Jangan mudah merasa puas atas apa yang kamu dapatkan. Teruslah berjuang untuk apa yang kamu impikan juga apa yang menjadi tujuanmu. Iya, mungkin memang tak banyak orang yang melihatmu ataupun pencapaianmu. Karena sekali lagi, itu semua ada memang bukan untuk dilombakan.
pict source : telegram generasi shalahuddin