Rasa-rasanya ada yang tidak lengkap jika di sekolah atau kampus kita tidak berkecimpung dalam sebuah organisasi. Sebab disanalah kita belajar memahami manusia lainnya, yang sama persis dengan kita ataupun yang benar-benar tak sejalan dengan pemikiran kita. Setiap organisasi pasti punya aroma dapur yang berbeda, apa yang diracik, siapa yang meracik, dan bagaimana hal itu bisa menjadi hal yang besar.
Ada yang memilih karena ke “hitz” an eventnya, hm tak apa jika membawa hitz dunia & akhirat. Ada yang memilih karena ingin bekerja atau lebih dekat dengan orang tertentu. Ada yang memilih karena ingin dikenal. Ada yang hanya karena ikut teman atau senior, bahkan ada yang tidak tahu apa yang sebenarnya ia cari.
Padahal, saat kita memulai sesuatu tentu kita harus tahu untuk apa hal itu dikerjakan.
Saya selalu takjub pada mereka yang punya banyak ide-ide kreatif. Pantang pulang hingga pekerjaan beres. Pergi pagi pulang malam selama berhari-hari, rela berlelah-lelah untuk berkunjung ke satu tempat lainnya, belum lagi harus mengatur waktu untuk tetap belajar sebagai kewajiban.
Saya selalu takjub pada mereka yang bahkan harus menahan rindu untuk pulang kekampung halaman demi terwujudnya sebuah kegiatan, atau mereka yang hanya bisa saling tertawa bertatap muka dengan keluarga dalam beberapa hari saja meskipun waktu libur masih begitu panjang.
Saya selalu takjub pada mereka yang terus bersemangat melakukan kebaikan-kebaikan, mereka yang terus produktif untuk berproses. Melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain.
Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain?
Saya tertegun, sangat begitu takjub pada mereka yang mampu meredam emosi ketika bertemu dengan orang-orang yang kadang tak memperhatikan amanah, ataupun lari dari amanah. Bagaimana mereka dengan tenangnya tetap berusaha untuk selalu mencari jalan keluar tanpa memaki, atau menjadi kesal sedikitpun. Mereka yang selalu punya solusi di setiap masalah. Mereka yang tetap berpikir positive dan masih tetap tersenyum manis pada orang yang bahkan sudah menyakiti hati.
Ternyata, yang membuat saya begitu tertegun adalah semata-mata karena sebuah keyakinan.
Setiap tetes keringatnya menjadi ladang pahala untuknya, setiap lelah hatinya menambah kekuatan padanya, setiap solusi menambah ketaatan dirinya, setiap sisi pergerakannya selalu berpegang teguh pada agama, setiap kepala yang sudah begitu kerasnya berfikir menambah cemerlang pemikirannya. Mereka yang lelahnya bukan lelah yang sia-sia, sebab lelahnya karena lillah, dan jika sudah lillah maka takkan lelah. Bukan terpaku pada hasil akhir, sebab bagian terpenting adalah proses. Sadar tidak sadar, ada pribadi yang sedang dibentuk, ada pribadi yang sedang menuju garis finish untuk mendapatkan dunia & akhirat-Nya.
Jangan sampai, kita sudah kehabisan waktu padahal belum mendapatkan itu semua. Kita hanya menghabiskan energi tanpa tahu untuk apa hanya menjadi hal yang sia-sia. Lebih menyedihkannya lagi jika Iman kita tidak bertambah malah hanya menjadi berkurang, hanya akan membawa dampak buruk dengan membiasakan diri dengan hal-hal yang bertentangan dengan sang qalb, bertentangan dengan perintah-Nya.
Jangan lupa untuk selalu meluruskan Niat ~