Seon adalah sistem informasi sekolah berbasis web. Seon Indonesia dibuat sebagai bentuk kepedulian kepada guru di seluruh Indonesia
seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from China
seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from Canada

seen from Poland
seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from Russia

seen from United States

seen from Ireland
seen from Brazil
seen from Russia
Seon adalah sistem informasi sekolah berbasis web. Seon Indonesia dibuat sebagai bentuk kepedulian kepada guru di seluruh Indonesia
Cari Sekolahan
Hai semuanya. Postingan curhat pertama yang terbit di laman ini bertemakan petualangan. Petualangan yang seru. Dan penuh cinta. Hehe. Maksudnya penuh keringat.
Bulan April sampai Mei tahun 2017 ini banyak sekali hal yang gue alami, banyak sekali pula hikmah yang gue dapatkan. Entah itu sesimpel menjadi anak kos yang menanggung sendiri akibat jarang sarapan, sampai nggak boleh menunda ibadah walaupun sudah dimudahkan dengan fasilitas jamak qashar dari Yang Maha Baik.
Di awal bulan April kemarin gue dan semua anak kelas XII SMA se-Indonesia mau nggak mau harus menikmati proses pendalaman materi mempersiapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang pelaksanaannya kemarin serentak tanggal 13 April 2017. Cukup exhausted. Dari pagi gue berangkat sekolah jam enam, pulang jam dua, cus tempat les lanjut sampe malem disitu dan nyampe rumah sekitar habis maghrib atau lebih. Di rumah, karena ketidakpedean gue kalau diem aja di kamar, jadi masih pegang-pegang modul yang judulnya hits banget lebih hits dari awkarin; Detik-Detik Ujian Nasional 2017. Dikerjakanlah sebisanya. Paling baru dua sampe lima soal pensilnya udah jatoh. Guenya nggak kuat pegang. Tidur.
Yang jelas, yang bisa gue ambil dari segala kegiatan sebelum UNBK adalah bagaimana kita ikhlas ngejalanin apa yang ada di depan, bagaimana kita siap dengan segala yang akan tertera pada hasil karena semua itu berakar dari usaha kita sekarang, bagaimana kita menghargai waktu seberapa sebentar atau lamakah itu, dan bagaimana kita mengimbangi usaha dengan doa. Ohiya, satu lagi. Bagaimana kita tidak mudah percaya opini orang lain sehingga apa yang sudah kita pegang menjadi runtuh dan disepelekan. Karena beberapa orang bilang ke gue, bahwa UNBK itu hanya sarana untuk pemetaan sekolah. Dimana jika hasil ujian anak-anak di sekolah tersebut baik, integritas tinggi, maka sekolah akan dinilai baik dan layak. Gue masih nggak paham tentang itu, padahal gue udah lulus dan jadi pengangguran sekarang (of course sebelum kuliah). Kenapa sebegitu nggak mau-nya Indonesia memurnikan sebuah ujian menjadi standar kelulusan yang cukup valid? Kenapa juga kami, para korban, percaya dan jadi santai-santai aja ngadepin UNBK karena nilai kecilpun akan tetap lulus? At the end of this paragraph, gue sebagai bukan siapa-siapa dan emang nggak mau jadi siapa-siapa ya nggak bisa apa-apa juga karena gue dan teman-teman lah yang menerima permainan yang gue tulis di atas. Ya bukan protes juga, sih. Nanya aja. Semoga tahun depan adik-adik kelas bisa melaksanakan UNBK tanpa dengan perasaan menyepelekan dan tetap istiqomah. Hehe.
Setelah UNBK selesai dengan nggak-peduli-nya, gue cus mempersiapkan mental, pikiran, materi, pensil, penghapus, rautan, papan ujian, dan kartu peserta untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017. Gue jadi anak kos selama kurang dari satu bulan, karena ngikut bimbingan belajar di luar kota. Banyak sekali hal yang gue dapetin dari kurang lebih satu bulan itu. Nggak cuma materi pelajaran Sosial dan Humaniora aja yang gue dapet, tapi gue juga dapet materi pelajaran hidup. Bangun lebih pagi, mandi lebih sering(?), jajan lebih hemat, baju lebih sering dicuci sendiri, waktu lebih diperhatikan, dan lebih-lebih lainnya. Dulu, ketika ngeliat temen gue yang ngekos waktu SMA, rasanya enak gitu hidup sendirian tanpa orang tua yang ngawasin 24/7, kalo mau pergi-pergi paling ijin sama ibu/bapak kos atau bahkan sama temen kos aja. Makan terserah maunya kita, mau tidur jam berapa juga terserah. Tapi ternyata ketika gue ngerasain sendiri, semua itu salah. Mampus ya, kan.
Selain SBMPTN, gue juga ikutan Ujian Tulis UGM (UTUL) 2017. Nah, itu dia yang jadi main course postingan ini. Jadi, karena kebetulan gue ada acara keluarga di Ibu Kota pada H-1 UTUL, maka dari itu gue memutuskan untuk memilih panlok ujian disana. Not an easy decision to make, of course. Karena dengan itu, gue harus memastikan dimana, bagaimana, dan dengan siapa gue kesana. Kebetulan keluarga pada balik di hari gue ujian.
Ternyata Tuhan kasih Reza nggak cuma buat ramein Whatsapp ataupun ngisi feeds Instagram, tapi bisa jadi temen gue berpetualang juga. Naik Commuter Line dari Stasiun Kranji, Bekasi, kebablasan gara-gara terlalu larut ngobrol, lari-lari nyebrang dari peron satu ke peron lain, jalan super cepat di trotoar dari lokasi ujian gue—Universitas Pancasila—buat ngejar Commuter Line ke stasiun Pasar Senen karena kereta pulang gue jam 7 malem, and these unexpected things were eventually the most memorable memories that i could ever experienced. Gue kira akan biasa-biasa aja yang kaya nyampe sana ujian trus ke stasiun dan pulang. Ternyata jauh dari biasa aja. Apalagi ditambah Reza yang sangat mudah panik dan banyak nanya. Tapi nggak papa. Gue jadi bisa belajar.
Bahwa menghargai waktu itu sangat amat penting. Bahwa berbaur dengan kebanyakan yang ada secara tidak langsung akan membuat kita bersyukur dengan apa yang sudah kita punya. Bahwa dalam menggapai yang diinginkan memang nggak semudah nyembunyiin permen karet di langit-langit mulut ketika ditanya guru pas pelajaran di kelas, melainkan harus diperjuangkan dengan segala keprihatinan. Bahwa percaya kepada hasil yang tak akan mengkhianati usaha adalah another positive vibes yang manjur banget. Dan bahwa bersama Reza semuanya menjadi lebih mudah. Bukan, dia bukan jasa asuransi. Dia pilihan semesta. Hehe.
Gue juga jadi paham, bahwa semakin sibuk kotanya, semakin apatis orang-orangnya. No offense but that’s a fact. Ekspektasinya gue disana akan enjoy nggak hanya dengan siapa gue kesana tapi dengan siapa juga gue ujian di ruangan aula waktu itu. But then, dang it. Gue nggak kenal siapapun sampai bener-bener selesai. Kenalan sama orang barupun enggak. Those another me was like “eh yaudah ya lo rival gue,” That’s what i think and/or feel about them. Poor me. Semoga itu semua hanya kesalahan gue yang nggak nyapa duluan. Mungkin mereka sudah terlalu terbebani dengan kurva indifferent, kebijakan fiskal, dan teman-temannya.
Btw, kenapa deh gue nulis panjang amat begini? Pada bosen, ya? Yaudah lah ya, yang penting itu curhatan gue di atas bercerita tentang perjuangan nyari sekolahan untuk jenjang yang lebih tinggi, secara singkat. Pesan gue ke ade kelas, semangat Ujian Kenaikan Kelas atau UKK-nya. Jangan banyak ngeluh. Kalau udah naik kelas 12 apalagi. Perbanyak positive vibes. Capek ya istirahat. Nggak ngerti ya tanya. Diminta ajarin temen ya jangan sombong. Dibagi-bagi ilmunya. Gue belom apa-apa kok. Cuma baru lulus SMA aja. Yang perlu kalian inget dan tanam dalam diri adalah; fight for things you named passion. Perjuangin. Insha Allah dikasih jalan. Semoga juga untuk gue yang masih mengatung-ngatung nungguin pengumuman. Amin.
Lowongan Kinderstation School – Lowongan Kinderstation School
Kinderstation School, sebuah lembaga pendidikan bertaraf internasional dengan model pengajaran bahasa Inggris, membuka peluang kerja bagi individu yang bersemangat, profesional, dan berdedikasi. Kami mencari kandidat untuk posisi: Digital Marketing & Content Creator Specialist Executive Secretary Pre-School Teacher & Kindergarten Teacher Ringkasan Posisi & Persyaratan…
#kalamkudusalamraya #olahraga #sekolahan kegiatan sekolah anak Kelas 1 SDKK Alam Raya - Tangerang. (at Kalam Kudus Alam Raya) https://www.instagram.com/p/B8vP-MJpDRX/?igshid=101ntql3pblnb
Semua pasti punya kenangan indah di sekolah. Kata nya, masa paling indah masa masa bersekolah ... naah kamu sekolah di mana ? ... apa yang paling berkesan di sekolah mu.. di koment ya ..... ..... ...... ..... ..... ..... ..... ...... .... ..... fyi salah satu lokasi syuting sang prawira ada di sekolah. banyak keseruan di sekolah so nonton Sang Prawira ya.. #sangprawira #filmsangprawira #sangprawirathe #sekolah #sekolahan #sekolahpolisinegara #sekolahpolisinegara #sekolahmenengahatas #sma #sekolahnegeri #sekolahswasta #spn #spnsemarang #masamasadisekolah #kenangansekolah #kenanganpendidikan https://www.instagram.com/p/BxRua0dnc-y/?igshid=2z9r8qciqi4n
Serunya fun cooking @pompompizza_graharaya. . Fun cooking @pompompizza_graharaya cukup bayar seharga pizzanya saja 😉 . #funcooking #cookingclass #sekolahan #belajarmasak
Repost @tirtoid ・・・ Presiden Jokowi usulkan pekerjaan rumah para siswa dapat berupa kegiatan sosial. #sekolah #sekolahan #sekolahku #althclothbdg