Sepucuk rindu kugantungkan lewat jingga. Merekah-rekah menyapu awan putih jadi senja. Namun rindu hanyalah rindu. Berakhir pilu yang tak pernah sampai. Tak mungkin air dan api bersatu. Garis keras berkata kau dan aku tak menyatu.

seen from Indonesia
seen from China
seen from Uzbekistan
seen from Canada

seen from China
seen from China
seen from South Africa
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Pakistan
seen from India
seen from Italy
seen from China
seen from Lithuania
seen from China
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
Sepucuk rindu kugantungkan lewat jingga. Merekah-rekah menyapu awan putih jadi senja. Namun rindu hanyalah rindu. Berakhir pilu yang tak pernah sampai. Tak mungkin air dan api bersatu. Garis keras berkata kau dan aku tak menyatu.
Rindu Sepihak
Setelah senja itu berlalu menyisakan malam, saat itu kamu pun ikut berlalu pergi meninggalkanku dalam sepinya kesendirian hati. Kepergianmu meninggalkan jejak, jejak yang bekasnya tak samar sedikitpun meski sudah kusirami dengan air mata kepedihan. Taukah kamu sejak malam itu aku seperti kehilangan segalanya, bodoh memang... tapi ya begitulah hatiku terlalu rapuh untuk ditinggal pergi dengan alasanmu yang sangat konyol itu “Maafkan aku, kamu terlalu baik, kamu pantas mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dariku”. Ya masih segar dalam ingatanku, hari itu hari terakhirku menjadi kekasihmu, hari saat kamu melontarkan alasan konyol itu. Kenapa aku menyebut alasanmu konyol, karena aku yakin setiap orang tentu ingin mendapatkan pasangan yang baik, lalu jika menurutmu aku adalah orang baik, untuk apa kamu meninggalkanku?
Aku berhenti memikirkan alasan konyolmu itu, aku menata hatiku yang sempat rapuh, yang sempat hancur sebab kau sanjung tinggi-tinggi lalu tiba-tiba kau hempaskan begitu saja. Semuanya berlalu, tapi sebenarnya kamu tak benar-benar pergi meninggalkanku. Kamu masih sering menghubungiku di sela-sela kesibukanmu menyelesaikan tugas akhir perkuliahanmu saat itu. Aku tau kamu hanya kasihan padaku, hanya tak ingin melihatku bersedih, hanya tak ingin melihatku kesepian, sendirian dalam kesunyian. Taukah kamu saat itu aku bingung bagaimana caranya mengendalikan hati dan perasaanku. Setiap kali kamu menghubungiku aku tak tau harus bahagia atau bersedih. Di satu sisi aku bahagia sebab meskipun aku bukan kekasihmu lagi tapi kamu masih menjalin hubungan baik denganku, masih perhatian padaku. Namun di sisi lain aku sedih kenapa kau masih datang jika pada akhirnya hanya akan membuatku berharap pada bayang semu, ya bayang semu... sebab ku akui aku masih mengharapkanmu, sedangkan kamu tidak, kamu hanya kasihan padaku tak lebih dari itu.
Aku adalah kesepian yang suka menyendiri
Aku adalah kesepian yang tak suka keramaian
Aku adalah kesepian yang jalan berdua tapi tetap merasa sendiri
Aku adalah kesepian…
Aku nggak tau kalo perasaan bisa sedalam dan selama ini. Kalo perasaan itu bisa diatur, aku milih buat nggak jatuh cinta sama kamu. Sebab soal perasaan aku nggak pernah main-main, An. Berapa banyak perasaan yang aku tanggalkan, karena perasaan ini? Yang kamu sendiri bahkan memilih pura-pura nggak tau.
Djufri : Penyerahan Aset Desa Tuakara Terkesan Sepihak
Djufri : Penyerahan Aset Desa Tuakara Terkesan Sepihak
JAILOLO – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Djufri Muhammad mengatakan penyerahan aset Desa Tuakara Kecamatan Loloda, Pemda Halbar tidak perna samasekali membicarakan terlebih dahulu dengan DPRD Halbar khususnya yang membidangi Hukum dan Pemerintahan dan terkesan sepihak menyerahkan begitu saja ke Kabupaten Halut.
“Bagi kami (Komisi I)…
View On WordPress
Maafkan saya yang masih tidak tau malu, membangun mimpi-mimpi sepihak denganmu, padahal kamu sudah memulai babak baru dengan wanita itu.
putrikarina
#28 Konversasi.
Katamu jatuh cinta itu menyenangkan.
(tentu menyenangkan,sayang, lihat aku tersenyum. aku tidak berbohong.)
Kalau begitu, kenapa rasanya perih, merobek sukma?
( tidak, sayang, rasanya menyenangkan. Seperti makan kembang gula yang meleleh di mulut, saat karnaval tengah malam )
Kalau begitu kenapa yang aku lihat darah, kenapa yang aku hirup bau anyir yang menusuk?
(Tidak sayang, kamu salah. Lihat kembang api yang meletup-letup diatas, lihat tawa-tawa itu. Cium sekali lagi, baunya sangat harum, sangat manis.)
Katamu jatuh cinta itu,
(iya, semenyenangkan itu.)
Ah sudahlah, mungkin ini rasanya jatuh cinta sepihak.
(maaf aku… tidak mengerti..)
( Kamu mengenggam tangan yang bukan milikku, lalu aku cuma bisa diam, mengamati, dan pura-pura legowo.)
Jakarta,23 Juli 2014.