Kita tahu betul, kalau tidak ada yang abadi. Tidak satupun. Seperti bunga yang mekar lalu layu, atau daun yang berguguran. Kita tahu betul, bahwa semua ada akhirnya. Tidak selalu sesuai angan. Bukan berarti memutus asa.
Lalu mengapa kita merasa hidup ini tidak adil, jika kebahagiaan kita berhenti sejenak? Mengapa kita merasa hidup ini tidak adil, seolah mengerti bagaimana hidup semua manusia?
Kalau kita tahu betul, bahwa semua ada akhirnya, maka berhentilah menangis. Karena kesedihan juga tidak untuk selamanya. Seperti ulat yang menjadi kupu-kupu, kita juga akan terbang nanti. Meski hanya sebentar, yang penting kita pernah tahu rasa pahit. Lalu bangkit. Kemudian tak lagi sakit.
Jadi jangan berdoa memohon kemudahan. Kita lebih tahu kalau tak ada yang berjanji hidup akan mudah. Kita sendiri tahu, jalan mulus terlalu membosankan untuk sedikit petualangan. Karena itu, berdoalah untuk kekuatan. Karena tidak semua dari kita berhati baja. Tidak semua dari kita bisa menahan sakitnya kata-kata lalu berjalan seolah tanpa luka.










