ya, ku tahu ini telat, tapi biarkan.
Lebih baik telat dibanding tidak sama sekali, bukan?
Baik, sebut saja aku dengan biar kata.
iya, biar kata.
- biar saja kata yang menjelaskan,
- biar saja kata yang menemani,
- biar saja kata yang menyakiti,
- biar saja kata yang memisahkan,
- biar saja kata yang menyatukan.
iya, biar kata.
biar kata yang akan menceritakan segalanya.
melalui tulisan, tanpa suara yang terucap.
biar kata yang akan menggambarkan perasaanku,
biar kata pula yang menceritakan kisahku,
tapi yang pasti,
biar kata yang akan menjelaskan hal yang terbesit dalam benakku.
ini hanya tulisan yang terpintas dalam benak,
tak perlu kau hiraukan,
tak semua isinya,
tentang aku,
tentang kamu,
atau tentang aku dan kamu.
sudah, sekian saja perkenalanku.
Kini, biarkan aku,
untuk memperlihatkan kepada dunia,
mengenai segalanya,
tanpa suara.
biar kata saja yang menjelaskan.
suka atau tidak, itu urusanmu,
menulis atau tidak, itu baru urusanku.