Rachmat Djoko Pradopo, Beberapa Teori Sastra, metode Kritik dan Penerapannya. Yogyakarta: UGM Press, Juni 2020, 254 hlm 82,000 Dalam kesusastraan Indonesia modern, kritik sastra ilmiah baru muncul pada awal tahun 1950-an, berupa tulisan-tulisan Slametmuljana. Mulai saat itu, berkembanglah kritik sastra ilmiah pada kurun waktu 1950-1970 secara perlahan-lahan, terutama ditulis oleh para mahasiswa Slametmuljana dan H.B. Jassin sebagai skripsi sarjana sastra, yang kebanyakan dipengaruhi oleh aliran New Criticism. Namun, kritik mereka belum menggunakan teori sastra atau kritik sastra yang jelas, yaitu campuran bermacam-macam teori sastra ilmiah yang sering kali saling bertentangan. Teori dan metode yang berhubungan dengan strukturalisme dan semiotik dalam buku ini adalah "Penelitian dengan Pendekatan Semiotik", "Hubungan Intertekstual dalam Sastra Indonesia" , dan "Hubungan Intertekstual Roman-roman Balai Pustaka dan Pujangga Baru". Teori-teori yang berhubungan dengan estetika resepsi dalam buku ini ialah "Estetika Resepsi dan Teori Penerapannya", "Tinjauan Resepsi Sastra Beberapa Sajak Chairil Anwar", dan "Tanggapan Pembaca terhadap Belenggu". Dalam ketiga tulisan itu dikemukakan teori dan metode estetika resepsi dan novel Belenggu karya Armijn Pane yang sampai sekarang tetap mendapat resepsi pembaca. #RachmatDjokoPradobo #RDP #BeberapaTeoriSastra #KritikSastra #TeoriSastra #MetodeKritikSastra #UGMPress #Sastra #KatalogJBS (di Kedai JBS) https://www.instagram.com/p/CRTcaWWH0dt/?utm_medium=tumblr