Tibetan structures. National Geographic Magazine. May 1949.
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Australia
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Canada
seen from China
seen from China

seen from Hong Kong SAR China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Spain
seen from Brazil

seen from United States
seen from Taiwan
seen from United States

seen from Australia
Tibetan structures. National Geographic Magazine. May 1949.
(Akhirnya) PENGANTAR FILSAFAT BARAT (Untuk Pemula seperti Saya)
-“Akhirnya setelah sekian lama”
Hari ini terjadi begitu saja dan terlalu banyak hal yang membuat hari ini begitu hidup.
Dan salah satu hal random terjadi saat saya baru saja selesai rapat himpunan, dan kembali lagi ke tiben. Dan rupanya di tiben sedang ada diskusi pengantar mengenai Pengantar Filsafat Barat yang dibawakan oleh Okie.
***
Saya yang setelah seharian sejak pagi tak sempat untuk istirahat, awalnya memang sengaja berniat ke tiben untuk istirahat saja sejenak, sebelum pulang ke rumah untuk tidur menutup hari. Sampai tiben sudah diniatkan, “Wah harus tidur sejenak dan istirahat setelah hari ini begitu banyak hal, relax dulu lah, sebelum pulang”
Taunya sampai tiben Okie dan beberapa anak sedang berkumpul membahas ini. Akhirnya karena begitu menarik, dan akhirnya terpanggil untuk menyimak Okie
***
Tadinya sambil pelan2 menutup mata, sekilas2 saja mendengar materi yang dibawakan okie. Dan kebetulan juga sudah sedikit membaca ttg nya, dan baru saja kurang lebih sebulan menyelesaikannya.
Ah yasudah nis istirahat lah
***
Rupanya setelah dengar2, wah yang okie bawakan lebih sederhana sih. Contoh2 nya juga lebih praktis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara saya kemarin2 membaca bukunya saja, padahal buku setipis itu, tapi karena dipahami sedikit2 dan lumayan sulit bila tidak dijelaskan contohnya dalam kehidupan sehari2, jadi terasa lama sekali untuk mempelajarinya dan sering kali jenuh. Baru sedikit baca, udahan. Dan karena jenuh, jangankan berniat untuk membuat resensi. Meresensinya rasanya jadi ogah-ogahan karena bingung sendiri dan masih banyak yang kurang dimengerti...
***
Akhirnya tanpa pikir panjang bergabung menyimak okie dan kawan-kawan.
Kawan-kawan lain pun memberikan contoh juga bertanya tentang contoh-contoh dalam sehari-hari. Alhasil diskusi pengantar yang berlangsung hampir 2 jam ini dapat dipahami dengan lebih baik dibanding sekedar membaca saja, tanpa memahami betul bentuknya dalam kehidupan sehari hari
***
Untuk menghindari pengantar yang lebih panjang, mari kita mulai pada gambaran yang didapat dari hasil diskusi tadi (23/11/2016):
Jadi tadi Okie memberi pengantar yang cukup mudah dipahami
Bahwa sederhananya filsafat berasal dari berasal dari bahasa latin yang artinya philein (mencintai) atau philia (cinta) atau philos (sahabat, kekasih) dan sophia (kebijaksanaan, kearifan).
Filsafat bila kita kenali dalam kehidupan sehari-hari semudah kita berkeinginan untuk mencari tahu apa yang sedang kita fikirkan, apakah yang menjadi keresahan kita, berhastrat untuk mencari tahu jawabannya, mencari kebenaran-kebenaran yang selama ini tertutupi, kurang lebih seperti itu.
***
Jadi (menurut saya), sebenarnya bila kita penasaran akan suatu hal dan kita berniat untuk mencari tahu jawabannya, kita sebenarnya sedang berfilsafat.
Hanya saja rasanya selama ini, kita yang menilai filsafat ini seperti ilmu yang rumit, sangat sulit dipelajari, perlu dipikirkan mendalam dan terus menerus, serta tak jarang beredar isu bahwa dengan mempelajari filsafat kita bisa saja jadi menganggap tuhan tidak ada, pindah keyakinan dan sebagainya, menjadi takut untuk mempelajari atau bahkan berkenalan dengan filsafat.
Padahal, sebenarnya filsafat itu sendiri sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Atau mungkin salah satu contoh yang paling lekat dengan generasi saat ini adalah bahasa “KEPO”
Hanya saja kita tidak menyadarinya
Dan menganggapp filsafat itu harus tertulis
Merupakan hasil pemikiran yang berat yang dihasilkan oleh filsuf
Quotes-quotes tentang kehidupan yang ditulis dengan kalimat yang berat dan istilah-istilah aneh, bahasa-bahasa epik
Dan sebagainya
***
Balik lagi ke Okie, dia menjelaskan bahwa Filsafat terbagi 2, yaitu Metafisika dan Episteme
Nah Metafisika ini adalah cabang filsafat yang menanyakan/menjelaskan bagaimana suatu benda/makhluk bisa ada dan diakui keberadaannya. Diantaranya bagaimana kita bisa dibilang manusia. Dianggap hidup. Terlihat beraktifitas. Karena kita dilihat oleh orang lain bergerak. Dilihat atau dirasakan oleh indera. Oleh karena itu keberadaan kita diakui. Kita benar2 ada.
Episteme, lebih tentang bagaimana kita mengetahui suatu hal. Intinya epistemologi ini adalah ilmu yang mempelajari tentang “ilmu”
Sesuatu yang sifatnya ilmu, yaitu ilmu alam dan ilmu sosial
Ilmu alam tentu setidaknya kita mengenalnya berupa Sains
Dimana didalamnya terdiri dari data-data yang telah diuji
Dilakukan berapa kali percobaan
Hingga akhirnya karena suatu pola tertentu
Dituliskanlah pola tersebut
Hingga akhirnya pola yang mirip disimpulkan dalam suatu pernyataan ilmiah ataupun rumus
Sesuatu yang dianggap pasti karena sudah diuji beberapa kali hasilnya cenderung “sama” atau kurang lebih demikian.
Nah, imu “pasti ini” didapatkan dari pengalaman atau pola pikir EMPIRISME dan POSITIVISME. Apakah itu?
Jadi, Empirisme ini adalah keyakinan bahwa suatu ilmu disimpulkan sedemikian rupa berkat percobaan atau pengalamann yang diulang berkali-kali dengan sedemikian rupa dan hasilnya selalu mirip hingga disimpulkan dengan kesimpulan akhir berupa suatu pernyataan tertentu.
Intinya si empirisme ini dia belajar BY EXPERIENCE
Orang2 yang mendapatkan ilmu setelah belajar atau mencoba berkali2, dia termasuk orang yang mempercayai EMPIRISME ini.
***
Sedangkan POSITIVISME, adalah pemahaman yang mempercayai bahwa suatu ilmu atau rumus atau teori atau sebagainya dianggap sebagai “kebenaran”, bila sudah disepakati atau disetujui oleh banyak orang. Kurang lebih seperti itu.
Misalnya bahwa warna daun adalah hijau. Dan banyak orang juga berkata dan melihat daun hijau. Maka daun memang berwarna hijau
***
Dan kemudian IDEALIS, ini adalah pemahaman yang berangkat dari sudut pandang manusia yang berbeda-beda satu sama lain dalam memahami suatu permasalahan atau gejala. Idealis ini sangat berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan manusia, dimana data yang didapat tidak dapat sama atau serupa seperti data yang ditemukan melalui pemahaman empirisme dan positivisme.
Data yang didapat di empirisme dan positivisme bisa dibilang data yang “pasti”, yang sudah disepakati banyak orang. Di iya kan.
Sementara data ini, berbeda2 hasilnya tiap masing2 objek yang diteliti
Sebagai contohnya idealis ini mempelajari tentang manusia, dalam cabang ilmu alah satunya adalah Sosiologi, dan ilmu2 sosial humaniora lainnya.
Manusia tiap individu nya berbeda2, oleh karena itu pendekatan dalam memahaminya pun berbeda2.
***
Sekarang akan saya coba ingat2 lagi lanjutan yang Okie jelaskan.
Ttg Filsafat berdasarkan beberapa kategori. Ada ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, dan AKSIOLOGI.
Saya akan menjelaskan meng-analogikannya sebisa saya
***
ONTOLOGI ini sesederhana mempertanyakan bagaimana proses suatu hal atau suatau fenomena atau suatu gejala bisa ada.
Contohnya pulpen, Kenapa pulpen ini bisa ada atau harus ada?
Lalu EPISTEMOLOGI, mempertanyakan Bagaimana proses membuatnya? Bagaimana fungsi kerjanya?
Dan AKSIOLOGI, mempertanyakan, Lantas kalau si pulpen ada, gunanya buat apa?
Kurang lebih seperti itu
***
Kalau dikategirikan lagi
Ontologi itu kurang lebih Metafisika, mempertanyakan bagaimana bisa dianggap “ada” nya suatu hal atau benda atau gejala
Lalu Epistemologi mempertanyakan ilmu atau prosesnya
Dan Aksiologi mempertanyakan tentang dampak yang dihasilkannya, cara menggunakannya, atau ETIKA/NORMA dari sesuatu yang sudah ada itu.
***
Kurang lebih begitulah yang disampaikan Okie dan kawan2 lainnya.
Saya coba ketik kembali dan dipublikasikan, karena sudah sejak lama ingin sekali menjelaskan pada kawan2, bahwa sebenarnya untuk mempertanyakan sesuatu atau mempelajari sesuatu, khususnya filsafat, dan mungkin berbagai hal lainnya, kita tak perlu terbatas atau terhalang oleh persepsi bahwa hal tersebut sulit dipelajari, atau tidak bisa dipelajari. Karena belum tentu demikian. Bisa saja sebenarnya sangat dekat dengan apa yang kita alami atau kita lakukan sehari2, tapi karena kita takut, kita jadi membatasi masukan atau pengetahuan yang padahal seharusnya bisa kita ketahui, dan mungkin saja mempermudah kita untuk memahami sesuatu atau bahkan hidup kita.
***
Seperti misalnya kita sering galau merasakan suatu hal, tidak bisa kita jelaskan karena tidak tau padanan kata yang tepat untuk menjelaskannya. Kita cuma bisa merasakannya. Tapi lama-lama kita jadi resah dibuatnya.
Akhirnya kita mencari tahu fenomena/gejala/hal yang kita rasakan,dan akhirnya kita mengetai istilah dan bagaimana cara menanggulagi gejala tersebut, Kita pasti senang dan lega bukan!?
Kira2 begitulah kerja filsafat, menjabarkan perasaan atau keraguan yang sulit dijelaskan selama ini. Kurang lebih begitu
***
Dan sejujurnya, dengan bahasa yang sangat tidak formal, dan ilmu yang serba pas-pasan ini, kenapa saya memberanikan diri untuk menulis catatan ini, karena berangkat dari pengalaman pribadi, yang sebenarnya sering bertanya dalam diri, sering merasakan perasaan yang tertentu tapi susah dijelaskan.
Hingga akhirnya saya mencoba belajar pada beberapa teman di tiben, mendengarkan percakapan mereka, mengamati bagaimana cara mereka menggunakan pemahaman filsafat yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, hingga akhirnya hidup mereka terlihat “hidup” dan lebih “hidup”.
Saya tidak serta merta langsung membaca buku filsafat, Karena saya sadar, kalau saya paksakan, otak saya belum tentu bisa mencernanya dengan mudah.
Selain itu saya juga tipikal orang yang sangat empiris. Belajar sesuatu dari pengalaman.
Hingga akhirnya mempelajari dalam keseharian dulu.
Kalau merasakan atau melihat gejala/fenomena/hal tertentu yang baru, saya tanyakan pada teman2 yang sudah lebih paham
Mempelajarinya sedikit2
Hingga sedikit2 setelah paham, barulah mulai meminta saran bacaan yang sesuai dengan karakter dan prinsip saya pribadi.
Barulah mulai membaca.
***
Disitu saya baru mengerti, mengapa beberapa teman saya yang sudah mempelajari filsafat tidak langsung merekomendasikan buku atau teori tertentu.
Karena, jawaban akan pengalaman atau hidup ataupun sekedar pengalaman dan ilmu yang ingin kita dapatkan, dapat kita dapatkan dengan cara yang mudah dulu. Dimulai dari cara bertanya. Lalu merasakannya.. Memahami gejalanya. Setelah mulai mengerti, barulah ke tahap selanjutnya, untuk mempelajari lebih jauh. Selain itu hal ini juga bertujuan untuk menjadi “batasan” pada diri, untuk apa saja ilmu atau hal berikutnya yang harus/perlu/ingin kita pelajari dan hal yang tidak perlu dipelajari. Semacam efisiensi stock pengetahuan/pemahaman berdasarkan minat/prinsip/ideologi.
***
Jadi rupanya filsafat adalah ilmu atau pemahaman yang berguna untuk memahami hidup dengan lebih bijak rupanya...
Filsafat juga ada untuk memfasilitasi kita bebas bertanya, setelah selama ini kita terbatas oleh hal-hal yang sifatnya ABSOLUTIVISME (hal-hal yang sudah fix dan tidak bisa dibantah)
(Kurang lebih) SEKIAN. TERIMAKASIH
*n.b.:
1. Apabila ada kritik atau saran, dipersilahkan untuk segera disampaikan, agar konten tulisan dapat lebih baik dan lebih maksimal untuk dibaca/ dibagikan. Terimakasih
2. Sekalian promosi! Buku yang saya pajang di foto atas, dibeli di teman saya Asra Wijaya. Bagi yang berminat bisa pesan di Asra atau di kawan saya lainnya Kukuh Samudra. Harga bersahabat sekitar 30 ribuan. Lumayan bukunya bahasanya cukup sederhana dan sangat bermanfaat bagi yang ingin belajar filsafat. Tapi saya sarankan lebih baik ikut diskusi Pengantar Filsafat Barat spt yang Okie bawakan dulu sih. Biar ga kesulitan memahami atau membayangkan isi dan contoh yang ada di bukunya
Inked my freckled baby Tiben!
Anak Panti #13: Herho
Duuuniaaa iniiiii, panggungg sandii-heerhhoooo~ *Tarjo nyanyi mukanya begitu banget, kocak, hahaha*
Hahaha,, gak tau kenapa kok namanya Sandy ada Herho segala. Tapi ya itulah panggilan anak panti yang satu ini :D
Setelah sekian lama gak nulis tentang anak panti akibat hidup yang musti berjuang *apasih waaa*, akhirnya nulis deehh tentang kaauu Herhoo!!
Jadi dulu, gw lupa sih, palingan kenalan depan Tiben *seperti perkenalan dengan anak panti pada umumnya*. Beneran ga inget deh dulu sepertinya Herho ngira gw anak ITB kayaknya *yaiyalaaah orang gw nongkrong di Tiben -_-* Tapi pas tau gw anak UI, dia langsung,
'Wah saya dulu udah keterima tuh di Fisika loh, waaah kalo saya ambil, saya jadi juniornya donk'
Wkwkwk lucu banget sih ni anak.
Menariknya lelaki ini, dia sangat cinta Indonesia dibalik rasnya yang melekat pada penampilannya. Doyan pake baju-baju tentara, hihihi.
Oh ada kisah. Waktu itu baru balik dari Ciroyom ngangkot ke kampus, turunlah kami di Baltos kan. Ntah karena apa, tercetus aja nama Sandy, Tarjo cerita sesuatu gitu *gak inget apa*.
Baruuuu aja dibahas, tau-tau si Herho nongol! SHOCK! Barengan sama pria bintang iklan sampo, Irfan. Ckckck.. Kata Tarjo, "ANJIR! Ini kali ke-3 bahas Herho tau-tau muncul!" Serentak anak-anak ngaaaakaakk. Aih gile si Sandy jangan-jangan temennya om jin, sekalinya disebut terus muncul, wkwkwkwk.
Ini poto Herho yang menurut gw keren, bagus aja. Hahahaha
Ni anak juga polosnya ampun-ampunan. Pernah waktu lagi di panti, cuma ada gw, Abang, sama ntah siapa satu lagi (Dana bukan ya?). Terus gw kan manggil "Abang" ke Abang (Gilper),
Sandy, "Kok manggilnya 'Abang'?" Gw, "Kan gw sama Gilang ade-abang, Sand," ngasal aja sih gw.
Abang lagi maen lepi, pas Sandy nanya, "Iya?" ke Gilang, gw lupa apa jawabannya tapi semacam "Ho'oh" gitu LOL.
Gw, "Mirip kan?" :3 Sandy, "Lebih gelapan Mbak sih."
Gebs. Sama aja mengiyakan mirip tapi bedanya gw lebih item. Anjir ngakak gw! HAHAHAHAHAHAHA! PERCAYAAAA aja ni anak ckckckckkckk..
Ah, Herho, kau itu. Polos banget deh jadi bocah. Polos tapi emosional. Itu yang gw kenali dari Herho, hehehehe...
Apa kabar, Sand? :)
Anak Panti #10: Bunda Kalut
Beuh, akhirnya, manusia yang namanya muncul terus di beberapa postingan terakhir pun muncul! Septia si Bunda Kalut Panti Jomblo! Wkwkkw
Kalo soal inget-inget gimana pas pertama kenal, mungkin pertamanya gw cuma liat muka doank. Saat itu gw lagi nyariin Mirza *doi nyuru gw ke sekre nugguin dia di situ sebelum jalan ke Kineruku*, gw cuma ngintip doang ke dalam sekre. Di dalam sekre itu gw masih inget ada Tarjo, Abang dan Septia. Ntah apa yang mereka bicarakan. Gw masih asiiiing banget sama sunken, jadi saat Tarjo nyuru gw masuk, gw lebi memilih buat duduk di luar aja. Hehehe.
Naaah pas kali kedua ni gw baru kenalan deh. Mbaknya lagi pake kaos pink. Hahaha. Gw ke sekre *lagi-lagi urusan ketemu Mirza*, yang duduk di depan ada Gilang, Teus, Septia dan Mirza. Ikutlah gw gabung sama mereka. Yang pertama kali nyodorin tangan buat kenalan adalah Gilang (oia ni Gilang abang gw yak, bukan Gilraim, aha). Menyusul Teus dan Septia. Tapiii yang bikin kaget adalah perempuan berkaos pink itu menyebut namanya, 'Asep'. Gw kaget. Apa gw yang salah denger?? Tapi ternyata memang itu panggilannya =,=
Sesi perkenalan yang menyenangkan adalah pas ditanya gw angkatan berapa. Septia nanya, "Lo angkatan berapa? 2009?" HWAAAAAAAAAA gw langsung meluk ni anak saking senengnya dikira 2009! *gni klo udah tua jadi seneng dikira muda, wkwkwk* Abis gw peluk, "Heh? Lo 2008 apa 2007 2006?" Wkwkwk. Gw nyengar-nyengir aje *masi males sebut angkatan*. Tapi pas dibilang, "Tenang kok Wa, ni ada kok yang paling tua," pada nunjuk ke Gilang. Hahahahahahaha sip lah :p
Semenjak itu sepertinya gw jadi sering ke tiben, ngerasa ada temen cewek, dan Gilang waktu itu juga baik mo nemenin gw saat nungguin Mirza. Mulai merasa nyaman lah di tiben (yang kini jadi pantinya anak-anak jomblo wkwk).
Gw gak ingeett setelah itu gimana, cuma sesi yang bikin gw sama Asep ini deket adalah pas lagi duduk di CC. Gw lupa deh abis ngapain. Abis makan dari Nyawang deh. Gw bawa-bawa jaket ungu gitu (lah gw malah inget begituan haha). Pokonya kita duduk di CC, sempet ketemu Jaka si manusia super kocak. Cungut juga lewat sih. Hari itu kami berdua ntah knapa jadi sharing. Lupa apa triggernya. Hehe. Dari situlah kami jadi deket, merasa punya cerita yang mirip tapi jauh berbeda. Gw masi inget Asep ngakak pas gw berpendapat, "Kenapa sih cewe gak boleh poliandri? Gw kan pengen punya laki banyak." Seketika dia ketawa. Hehe,, peace, gw emang suka mikir aneh-aneh yaa readers... Harap maklum :3
Sejak saat itu sepertinya gw sering cerita-cerita. Ada kemiripan-kemiripan antara kami yang menjadikan saat berbicara itu lebih mudah. Somehow gak perlu diucapin aja terus udah ngerti *beeuuuhhh telepati ciiyynn hahaha*
Bersama dengan Karina, kami menjadi para putri penghuni panti. Wkwkwk. Apa-apa bertiga, ke Siete aja waktu itu bertiga. Halah. Tragedi beud itu gara-gara si Mirja nyuru minta makanan gratis ke Aji *pret tu anak*. Waktu itu jalan ke Museum Geologi aja pun bertiga (ada Haris dan Choi juga sih, tapi kami tetap putri-putri tangguhnya hahaha).
Septia & Gw
Kikikikik,, hadooohh ada-ada aja ye. Ni pala gw sakit banget sembari nulis. Mungkin ada yang 'gak ikhlas' ni? #kode :p *dan yang ngerti gw rasa hanya 1-2-3 orang? #random*
Semoga semua berakhir dengan indah. Lakum dinukum waliyadin. :)
Anak Panti #9: Emilskiey
Baiklaaaahhh,, kali ini lagi-lagi anak kongres. Haayyaah.. Ini anak panti kok kumpulan yang terbuangnya anak kongres? *Ga deng, emang rame aje, hahaha*
Hmm,, Emil. Di kepantian jomblo sih doi mendapat gelar Duta Perut. Why Duta Perut? YOU MUST SEE HIS BELLY BROOOO~! WKWKWKKW.. Wajah boleh pas lah ya, pas nengok ke perut, SO ROUND! *semoga kamu gak marah ya Mil aku nulis gni, peace banget bro peace!*
Rinay dan Emil. Ntah knapa si Rinay gambar palanya yang SO ROUND. Oh iya, Emil doyan maen DDR! Hahahaha.. (gambar karya Rinsky).
Gw coba inget-inget lagi. Kalo ga salah, gw kenal sama Emil ini gw terkunci dari luar rumah di Bandung, lalu balik lagi dianter Abang ke Nyawang karena gw mo nginep di kosan Septia. Tapi gak langsung ke kosan Septia karena mbaknya sedang bersama manusia kongres di Nyawang. Naaaahh pas pulang tu gw ngangkot bareng sama Emil! *iya kan iya kan? ahaha*
Ni dua nomer terakhir anak panti gda yang gw kenal deket banget dah -_-" *nomer sebelumnya si Gilraim*. Efek keseringan denger, sepertinya. Atau gw yang SKSD? Haaaa ga ingeett.
Pokonya gw jadi nulis Emil sebagai anak panti nomer 9 karena nanya dia sukanya angka berapa. Pertama dia jawab 3, eh udah diambil Nicky kan tu, wkwk.. Terus 7, yaah gw baru aja nulis Rinay. Akhirnya 9. Hahahahaha. Perjuangan juga menentukan nomer berapa Duta Perut ini harus gw tulis. Hihihi.
Yah, yang penting gw udah nulis #lah. Wkwkwk. Oh gw juga sering liat sih Emil di depan panti, kalo lagi berdiskusi sama anak panti lainnya. Ntah bikin apa lah, ikut lomba lah. Duh ga ngerti. Gw sebagai penghuni panti yang sedang ngelab lebih mikirin TA ketimbang ikut dengerin hal-hal di luar TA *kuper*.
Semoga kau kurusan ya Miiiiilllsskkiieeyyyy~ ah kau ini. Padahal kau bisa ganteng kalo kurus. Hahahaa.. ;)
Anak Panti #8: Gilraim
Hmmm.. Duh mas yang satu ini ya. Hmmmm...
*mikir*
Masalahnya, gw tergolong baru dalam mengetahui pria yang bernama Gilang Ramadhan ini. Kayaknya sih baru dua kali ketemu ya. Pertama pas karoke jam 11 malem di Dapla. Gw rasa dia rada shock mungkin ngedenger gw nyanyi karena gw pede gonjreng ujug-ujug ikut dalam geng manusia kongres *gw pun ikutan gara-gara Karina dan Septia* -_-"
Pertemuan kedua di sunken, depan MG. Yah, kan pada mo jalan ke Jogja noh *gw ga ikut, nehi lah, lagi mo seminar kok jalan kan gak mecing ya haha*. Kami gak ngobrol, hanya saling memandang *jiieee romantis beud haha*. Lebay deng :p Gw cuma tau ada Gilraim. Udah.
Gaaakk tau kenapa. Pokonya gw selalu heran kenapa tetiba gw merasa 'dekat'. Kali ini asumsi gw dikarenakan adanya keterkaitan antara anak-anak kongres yang suka cerita mengenai satu sama lain. Ini nih si Rinay, paling hobi cerita. Dikarenakan ada dua manusia bernama 'Gilang' di panti, jadilah Gilang yang satu (who is my brother) kami sebut sebagai 'Permata' (suku kata kedua dari nama beliau) dan yang ini sebagai 'Gilraim'.
Biasanya sih 'Gilram', gw aja yang udah kemakan pelem korea, terus tiba-tiba inget sama 'Gil Ra Im' (nama tokoh di Secret Garden, hahahahaa). Keterusan deeehh nyebut 'Gilram' as 'Gilraim' xDD Gilraim baik banget, jadi doi selo aja dipanggil demikian. Hihi.
Yang selalu bikin ngakak adalah ketika Rinay cerita soal Gilraim karoke lagu 'Let's flyyyyyy up up an here we go go'. Pas sedang #instadraw, Chanay dengan odongnya nulis, 'Lets flaaaaaiiii~' sehingga muncul lah tag line jika membicarakan Gilraim akan muncul deh 'Lets flaaaaaaiii' *haduh ngakak ni wkwkwkkwk*
Dede Bropoy & Me @ CC Barat :3
Agak beberapa waktu lalu kan lagi happening banget noh perihal minions. Sampelah ke-happening-an itu ke kalangan anak panti. Gilraim somehow hebring ber-lukatu-lukatu-gelato halaahh *gw cuma bisa ho'oh doank' hahaha.. Daaaann Gilraim ini mirip beud sama minion! Samaan tu ama Dana bisa mirip gitu yaampun. Wkwk. GILRAIM PAPOY!
Berhubung hingga detik pembuatan tumblr ini belom pernah ketemu-ketemu lagi sama Gilraim, jadi gw pun ga punya poto bersama doi. Rencana sih dia bakal dateng ke wisuda gw *jieeee #apaansihwa wkwk* sama anak-anak panti yang laen~ yeeeyy~ #seneng
Hwaaaaa aku menantikan kehadiran kalian loohh~ Gilraim! Kita harus poto bareng biar ntar gw edit ni tumblr dan akhirnya akan ada poto kitah! :D
Nah, sekarang updated deh! Ada nih poto sama dede, pas gw lagi maen ke Bandung (pas wisudaan Oktober hahaha). Foto gw sama dede pas lagi wisuda udah pernah diaplotnya di tumblr :3 Hwaaa seneng jadi punya dede dan Abang dan dua-duanya bernama Gilang! :)))
Dinantikan giliranmu yang wisuda ya de! #Semangat