Kudu Teteg
Sepertinya sudah lama tidak mendengar kata teteg, kemudian jadi ingat salah satu pitutur jawa yang sarat makna.
tatag teteg tutug Tatag bermakna 'tidak punya rasa khawatir', 'tabah' . Teteg bermakna 'kukuh', kuat hati'. Terakhir tutug yang maknanya 'sampai akhir' makanya sering mendengar kata-kata mbok ditutugke artinya 'ayo dikerjakan sampai akhir. Ketiganya saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Nek tatag, teteg, bakal tutug. Sebenarnya pitutur ini berlaku universal, bergantung konteks yang menyertai. Bukankah teks selalu diikuti dengan konteks, bergantung dengan tujuan sosialnya (lah, sampai sini pula jadinya). Jadi nyambung juga ke triloginya bang Fuadi di negeri 5 menara, man Jadda wajada, man shabara zhafira, man saara ala darbi washala siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, siapa yang bersabar akan beruntung, dan siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai). Kuncinya 3, _sungguh-sungguh, sabar, Istiqomah di jalan-Nya.



















