Jangan rusak hari seseorang dengan umpatanmu. Setiap orang tidak selalu bisa memulai harinya dengan perasaan yang kurang mengenakan.
Ris sutanto
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Georgia
seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Australia

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Belgium
seen from France
seen from Japan

seen from Singapore
seen from United States

seen from Singapore

seen from Singapore
Jangan rusak hari seseorang dengan umpatanmu. Setiap orang tidak selalu bisa memulai harinya dengan perasaan yang kurang mengenakan.
Ris sutanto
Umpatan terhadap orang lain tak menyelesaikan masalah, malah akan membuat orang lain semakin kesal.
Ris sutanto
Melestarikan Umpatan Asli Indonesia di Tengah Penjajahan Bunyi Asing Sialan Lainnya
Melestarikan Umpatan Asli Indonesia di Tengah Penjajahan Bunyi Asing Sialan Lainnya
“Jancok” bagi masyarakat Jawa Timur-an adalah bunyi yang tidak asing di telinga. Bunyi yang digadang-gadang sebagai salah satu pintu neraka. Sebuah doktrin mulia untuk bocah ingusan dan belum cukup umur.
Tidak hanya umpatan itu, gathel/nggatheli, matamu, matane, raimu, wedos, dsb, juga termasuk daftar bunyi-bunyi terlarang hingga kini, dengan catatan jika bunyi-bunyi itu terjadi dalam konteks…
View On WordPress
Umpatan
Stuart: I also love how you never use swear words.
Sheldon: You know, it turns out, you can hurt people just well without ‘em. (laugh)
The Big Bang Theory Season 10 Episode 6
Menarik bagaimana manusia menggunakan umpatan sebagai salah satu cara untuk berusaha menyakiti pihak lain. Tapi Sheldon menunjukkan sebuah sisi menarik, bahwa mungkin saja, mereka yang cenderung menggunakan umpatan untuk menunjukkan superioritas atau untuk menyakiti perasaan orang lain adalah tanda kelemahan kemampuan verbal atau setidaknya menunjukkan rendahnya kreativitas.
Hari tawa dan umpatan
Hari ini kau hubungiku lagi, tinggi harapku. Tapi ternyata hanya kata kata lama yang kau ucap. Beberapa pesan yang kau ucap terhadapku, ku kira kita kan berbincang seperti dulu lagi. Sudah ku berharap itu terulang kembali, tapi sepertinya tak mungkin lagi. Mungkin kau menemukannya yang lain atau kau sudah tutup pintu untuk diriku. Ku tak tau mana yang terjadi sebenarnya, yang pasti ku sudah tak bisa mendekat denganmu lagi. Mungkin kau buang segala kenang yang ada. Semua hanya mungkin kan? Harusnya aku percaya bahwa kemungkinan bisa terjadi bisa juga tidak. Haruskah aku bertaruh terhadap kemungkinan itu atau hanya kulepas pikiran tentang segala kemungkinan itu. Kubuat jalan baru yang tak ada garis tentangnya, tapi sanggupkah diriku?. Tanya seribu tanya yang terpikirkan, mana jalan yang harus kulangkahi dan kutata dengan garis indahnya. Terlalu indah garis jalanmu yang kaubuat sebelumnya membuatku ragu untuk memulai yang lainnya. Bodoh !!! memang bodoh diriku ini kenapa selalu ragu yang muncul. Tegaskan hatimu ... kau tinggikan harapanmu lagi atau kau sudahi percaya dengan segala mungkin tersebut. Haha ... tawa dan umpatan yang hanya bisa keluar, ku harap dari tawa dan umpatan ini ada jalan yang bisa kupilih dengan garis indahnya yang selalu terkenang indah bukan lara.
Surakarta, 14 Oktober 2016
Mulutmu Kentutmu
Ucapanmu adalah kentut bagiku
Tak berwujud tapi berbau
Omonganmu hanyalah kentut bagiku
Tak berisi dan tak bermakna
Ocehanmu tak ubahnya kentut bagiku
Tak berarti hanya menambah polusi
Kau berucap layaknya singa sirkus mengaum
Meski aku hanya cheetah di padang rumput
Karna hanya singa sirkus saja yang mengaum untuk diakui
dan singa sirkus hanya mengaum untuk dikagumi
Umpatan khas Surabaya tertera menghiasi kaos yang aku pakai :D