Data Pribadi di Akun Google
Ketika ingin membuat google account, kita perlu memasukkan data pribadi. Semenjak saat itu, kita sudah tidak memiliki privasi.
Oleh Vir Risky Kustiani, 1506756311
seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from China

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Ecuador
seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Germany
seen from China

seen from United States
seen from United States
Data Pribadi di Akun Google
Ketika ingin membuat google account, kita perlu memasukkan data pribadi. Semenjak saat itu, kita sudah tidak memiliki privasi.
Oleh Vir Risky Kustiani, 1506756311
Why Do We Hate Women Online?
Video tersebut menunjukkan sikap laki-laki yang cenderung agresif ketika terjadi penolakan oleh kaum wanita pada online dating. Kemudian, sikap-sikap yang ditunjukkan tersebut diberi komentar oleh wanita yang menjadi pembawa acara dalam video tersebut. Hal yang muncul adalah mengapa para laki-laki selalu bersikap agresif dan insult the woman. Wanita tersebut pun mengarahkan para laki-laki untuk memberikan penjelasan mengapa mereka bertindak seperti itu. Hal yang mengejutkan adalah respon yang diberikan oleh salah satu akun yang identitasnya dipalsukan. Misogyny pun berlangsung.
Oleh Vir Risky Kustiani, 1506756311 Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=7fn67Zjs4Iw
Remix: An Alternative Music
Upaya komunitas pada penciptaan konten kolaboratif merupakan fenomena khalayak yang semakin luas menjadi lebih jelas dan lebih aktif dalam menciptakan dan berbagi konten mereka. Collaborative mashup as produsage sendiri dilihat sebagai sebuah tindakan partisipasi yang merupakan bagian dari pengembangan-pengembangan konten dan peningkatan konten secara berkelanjutan. Remix di dunia musik, memberikan alternatif atau variasi dari sebuah konten mainstream. Misalnya saja pada video berikut:
Pada video tersebut, menunjukkan ada pihak yang mengembangkan lagu “See You Again” menjadi sebuah karya yang memiliki beberapa tambahan background nada. Fenomena ini merupakan sebuah proses tanpa akhir yang memberikan alternatif dalam sebuah karya. Prinsip dari produsage itu sendiri bersifat partisipasi terbuka, namun memunculkan evaluasi dari khalayak umum. Video tersebut memiliki berbagai macam komentar terkait dengan video yang diunggah oleh akun bernama House Nation.
Oleh Vir Risky Kustiani, 1506756311
Sumber :
Lessig, Lawrence (2008) Remix: making art and commerce thrive in the hybrid economy, pp.23-31
Bruns, Axel (2010) Distributed Creativity: Filesharing and Produsage
https://www.youtube.com/watch?v=HOtCQA6S0NA
Transmedia Storytelling pada Pariwisata Indonesia
Manusia selalu membutuhkan cerita untuk berkomunikasi dan saling terhubung. Cerita yang baik dan bagus akan dikenali dan terasosiasi secara kuat oleh memori manusia. Transmedia storytelling digunakan oleh Kementerian Pariwisata untuk membangun sinergi dalam rangka memberikan kontribusinya terhadap peningkatan pariwisata di Indonesia. Sebuah cerita disajikan dalam bentuk yang saling terintegrasi, sehingga membentuk sebuah pengalaman yang terorganisasi. Ketika kita mengunjungi website dari Wonderful Indonesia (program yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata), kita sudah disuguhkan berbagai cerita dan deskripsi dari berbagai wisata di Indonesia. Cerita tersebut pun dibuat dengan memberi gambaran keindahan wisata di Indonesia. Tidak hanya itu saja, Kementerian Pariwisata juga mengeluarkan buku panduan dan gambaran mengenai tempat wisata di Indonesia. Video-video mengenai keindahan di Indonesia pun dipublikasi melalui YouTube dan sebuah DVD. Video tersebut memberikan visualisasi dari keindahan Indonesia dengan disertai sebuah narasi dan terdapat representasi-representasi simbol untuk mewakili keindahan Indonesia.
Oleh Vir RIsky Kustiani, 1506756311
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=CP-zOCl5md0
http://www.indonesia.travel/en
https://www.google.com/imgres?imgurl
http://3.bp.blogspot.com/-MGgON2ihj0E/U4P2rVJ57SI/AAAAAAAAA-c/HWzaBZt4BME/s1600/IMG_1587.JPG
Prosumer dalam LinkedIn
User-led content creation adalah perubahan, adaptasi, atau pengembangan dari suatu produk dan jasa yang bergantung pada umpan balik dari pengguna/customer. Produseage adalah model yang mencoba menggambarkan bagaimana lingkup dari user-led content creation itu sendiri. Produsage dapat dipahami sebagai production and usage. Terdapat konsep lain, yakni prosumer. Prosumer yang digagas oleh Alvin Toffler dapat dilihat aplikasinya pada berbagai fenomena masa kini. Dalam model tersebut, ide produksi tersebut berlangsung dalam kolaborasi lingkungan yang partisipatif di mana pudarnya batasan antara produser dan konsumen. Bahkan, memungkinkan partisipan untuk menjadi seperti produser dari informasi dan pengetahuan itu sendiri.
Misalnya, pada jaringan sosial LinkedIn yang dapat memberikan berbagai macam fungsi-fungsi spesifik. LinkedIn merupakan jaringan sosial yang digunakan dalam ruang lingkup profesional. Melalui LinkedIn, masyarakat dapat membuat resume secara online, menghubungkan seseorang dengan pihak-pihak profesional yang berada pada organisasi atau perusahaan tertentu, saling memberikan rekomendasi, berbagi informasi dan tips, sampai menemukan pekerjaan yang sesuai.
Berdasarkan penjelasan singkat tersebut, dapat dilihat adanya pergerakan yang cair mengenai “produser” dan “konsumen”. Pada media tersebut, pengguna tidak hanya menjadi passive consumers dengan mendapat rekomendasi atau melihat pekerjaan. Secara aktif, partisipan dari LinkedIn mengekspresikan keinginannya untuk tujuan pengembangan tertentu. Misalnya, dengan memperbarui profil atau memberikan rekomendasi kepada orang lain. Dapat disimpulkan bahwa batasan antara produser dan konsumen pada LinkedIn tidak bersifat dogmatis.
Oleh : Vir Risky Kustiani, 1506756311
Sumber Foto: http://download3.vmware.com/socialmedia/icons/logo-linkedin.png
Citizen Journalism
Pada saat SARS, The Sumatra-Andaman, dan The London Bombing terjadi, SMS dan MMS pada mobile phone dipilih warga sebagai media yang digunakan untuk menyebarkan informasi mengenai suatu situasi, baik yang sudah ada di mainstream media ataupun tidak. Informasi yang disajikan tersebut membantu dalam pembentukan news agenda. Hal tersebut menunjukkan adanya partisipasi pada media yang personal menjadi media publik, sebab informasi yang tersebar menciptakan adanya collective intellegence. Partisipasi tersebut merupakan bagian dari jurnalisme warga (citizen journalism) yang berkembang seiring berjalannya teknologi. Kini, tidak hanya SMS dan MMS yang dapat melanggengkan keberadaan citizen journalism. Mengingat peran informasi yang diberikan oleh citizen dapat membentuk news agenda, kini tersedia berbagai platform yang dapat mewadahi citizen journalism pada mainstream media. Misalnya, stasiun televisi SCTV yang menyediakan wadah bagi citizen journalism untuk memberikan kontribusi berita. Stasiun televisi SCTV dengan program Liputan 6 pun memberikan wadah untuk mengedukasi para citizen journalist. Tidak hanya stasiun televisi SCTV saja yang memberikan ruang terhadap informasi dari citizen journalism. Banyak stasiun televisi yang mulai mengembangkan dan mengangkat berita yang diawali dari citizen journalism. Adanya konvergensi media semakin mendukung keberadaan dari citizen journalism itu sendiri.
Oleh Vir Risky Kustiani, 1506756311
Sumber: Gordon, Janey (2007), The Mobile Phone and the Public Sphere: Mobile Phone Usage in Three Critical Situations, Convergence: The International Journal of Research into New Media Technologies, 13/3, 307-319 http://www.liputan6.com/tag/campus-citizen-journalist
Redesigning The Digital Economy (iTunes)
iTunes merupakan salah satu contoh dari micropayment system yang cukup mengubah alur ekonomi dalam industri musik. Keberadaan iTunes memberikan kemudahan orang untuk membeli musik tanpa perlu mendatangi toko musik. Musisi dapat menyalurkan konten/karya mereka langsung kepada konsumen. Micropayment sendiri mengizinkan produser (dalam hal ini para musisi) menjual konten kepada konsumen dalam lingkungan digital. Hal tersebut didukung oleh adanya konvergensi media yang membantu distribusi konten tersebut kepada jangkauan konsumen yang lebih luas.
Oleh Vir Risky Kustiani, 1506756311
Sumber foto: https://support.apple.com/itunes