Kuceritakan kau sedikit kisah, ke sini mendekat. Aku mengenal seorang pria yang mendatangiku ketika badai perasaanku sedang berantakan; ditinggalkan seseorang. Ia menguatkanku. Katanya duniaku belum luluh lantak sepenuhnya. Aku bisa menatanya kembali, kalau tak bisa, ia siap membantu--apapun itu. Ia bersedia menemani di titik terlemahku, meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja, walau semesta terkadang bertindak ada-ada saja. Aku mengenal seorang pria yang sangat menghargai keberadaanku. Entah sihir apa yang sudah ia mantrakan, sikapnya selalu berhasil membuatku merasa istimewa sedang menurutku aku tak melakukan apa-apa. Katanya, adaku, segala baginya. Terdengar gombal, tapi membahagiakan. Namanya Terik. Ia memang yang paling bersinar terang di antara semua. Sejak duniaku mendung kelabu, hingga cerah merekah. Ya, dialah Terik. Dan kini ia menjabat tangan ayahku sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan. 'Saya terima nikah dan kawinnya Rintik binti Suherman dengan mas kawin tersebut, tunai!' Tak lama semua berkata 'sah!' dan berubahlah status kami. Begitulah aku setuju menghabiskan sisa hidupku dengannya. Aku ingin menjadi Rintik segar di tengah Terik panasnyanya. Begitupula ia menjadi Terik hangat, disaat Rintik gigilku mengelebat. #aksarannyta #writingproject #whitepaperff #wpff01














