Kak, kenapa gak jadi guru lagi?
Jawaban termudahnya karena udah resign, terus pindah jadi kerja paruh kantoran paruh kuli. Walau kadang masih terngiang zaman jadi guru, dan sekarang pun memperhatikan kalau jadi guru itu bikin lebih awet muda.
Mau jadi guru lagi?
Nggak ah. Ada hal yang lebih esensial tuk nggak jadi guru (digugu dan ditiru) lagi. Sebenarnya lebih karena evaluasi diri bahwa diri ini masih harus banyak berbenah. Jadi sayalah yang masih terus membenahi dan mendidik diri sendiri.
Lalu menyadari dan mengukur diri sendiri, sebagai suami, saya sendiri merasa gagal dalam mendidik istri. Bayangkan, kalau yang nyata dipimpin saja belum berhasil dididik, kiranya belumlah pantas untuk mendidik anak-anak di sekolah. Masih jauh.
Padahal istri saya sudah sarjana, orangnya cerdas, rajin.
Indikasinya sederhana: rumah nggak lebih bersih dan rapi dibanding zaman bujangan.
Saya ini tumbuh di keluarga yang terbiasa bersih dan rapi. Sebagai orang kreatif yang naturalnya gak jelas dan berantakan, sejak kecil saya biasakan diri tuk bersih dan rapi. Karena hilang pensil 4B dan drawing pen itu sangat menyedihkan tuk penggambar. Kertas gambar kotor karena debu pun serasa wajib dihindari.
Puncaknya, kamar saya adalah yang terfavorit buat nyimpen bayi saat acara keluarga. Alasannya simple, karena paling bersih dan rapi. Keluarga pun mengakui, saya adalah yang paling rapi kedua setelah Teteh.
Tapi itu berubah setelah menikah. Rumah lebih kotor dan berantakan. 10 tahun pernikahan, rumah nggak pernah lebih bersih dan rapi dibanding dulu.
Sebagai suami, saya udah nyontohin, nyuruh, dan ikut beberes juga. Sampai (almh.) Ibu pun pernah minta ke Teteh tuk ajarin istri buat bersih-bersih dan rapiin rumah. Dan hasilnya tetap belum sesuai target.
Bayangkan! 10 tahun hanya untuk mendidik seorang perempuan, muslimah, sarjana yang cerdas supaya rajin dan pandai dalam membersihkan dan merapikan rumah. Dan saya gagal.
Didiklah dulu diri sendiri, lalu orang terdekat. Barulah orang lain. Rasanya memalukan kalau lelaki mensalehkan orang lain, tapi nggak mensalehkan keluarganya sendiri.










