Rasanya jarang sekali membicarakan tentang kebutuhan.
Ingin ini. Ingin itu. Ingin begini. Ingin begitu. Ingin disini. Ingin disitu.
Semuanya tentang keinginan.
Lantas, jika semua keinginan sudah terpenuhi, selanjutnya apa? Dikagumi kemudian dibiarkan? Dibanggakan kemudian dilupakan?
Tidak jarang bukan, setelah kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita selalu meminta lebih. Menganggap ada hal lain yang jauh lebih layak untuk dikagumi dan dibanggakan. Setelah merasa puas dengan keinginan yang terpenuhi, tak jarang kita mengutarakan keinginan lain agar kembali terpenuhi.
Keinginan itu dinamis. Hari ini kita ingin pergi ke pantai, lusa ingin pergi ke gunung. Hari ini kita ingin naik mobil, lusa kita ingin naik motor.
Biar aku perjelas, keinginan itu hanya sementara.....
Dan aku bukan hanya berbicara tentang keinginan untuk memiliki benda mati atau keinginan untuk mencapai sesuatu, tapi juga keinginan terhadap seseorang.
Ya, seseorang yang kita inginkan.
Sama hal nya seperti menginginkan suatu barang. Hari ini kita menginginkan sosok yang menawan hati itu untuk menjadi milik kita. Kita berusaha untuk mewujudkannya, sampai akhirnya keinginan itu terpenuhi.
Puas bukan? Berhasil mendapatkan siapa yang kita inginkan. Â Bangga bukan? Berhasil memenuhi keinginan yang selama ini menggebu?
Lantas, selanjutnya apa? Â Dikagumi--sampai suatu waktu rasa kagum itu habis dan kemudian dilupakan? Dibanggakan--sampai suatu saat muncul keinginan lain ketika menemukan ada hal yang jauh lebih pantas untuk kembali dikejar? Dimiliki--sampai suatu saat bosan kemudian dilepaskan?
Biar aku ulangi. Keinginan itu hanya sementara, dan manusia itu tidak pernah puas...
Itulah kenapa, aku lebih senang untuk menjadi yang dibutuhkan. Bukan, bukan berati aku tidak mau untuk menjadi yang diinginkan. Hanya saja menurutku menjadi seseorang yang dibutuhkan jauh lebih bermanfaat daripada hanya menjadi seseorang yang diinginkan.
Kebutuhan itu statis. Mengikat. Bagaimanapun caranya, harus dipenuhi. Harus ada. Tidak dibandingkan, apalagi digantikan. Kalau memang butuh, ya bagaimana?
Kali ini aku tekankan, kebutuhan itu selalu berulang, dan kebutuhan itu selalu bermanfaat. Segala sesuatu yang memberikan manfaat untuk kita, adalah sesuatu yang kita butuhkan.
Pagi ini kita butuh sarapan. Nanti siang dan malam juga kita butuh makan. Pun keesokkan harinya. Malam ini kita butuh istirahat, butuh tidur. Besok malam juga sama. Pun malam - malam lainnya.
Sama halnya seperti membutuhkan seseorang. Dibutuhkan sebagai seseorang yang bisa meringankan pekerjaan. Dibutuhkan sebagai seseorang yang bisa menghilangkan rasa penat. Dibutuhkan sebagai seseorang yang bisa bertukar pikiran. Dibutuhkan sebagai seseorang yang dicari ketika sepi. Dibutuhkan sebagai seseorang yang dinanti ketika hari berganti. Dibutuhkan sebagai seseorang yang bisa berbagi tawa. Dibutuhkan sebagai seseorang yang bisa meredam luka. Dibutuhkan sebagai seseorang yang bisa mengisi waktu luang bersama.
Ya, menjadi yang dibutuhkan bagaimanapun, kapanpun, dan dimanapun.
Tidak terfikirkan untuk menggantinya dengan hal lain, apalagi orang lain. Tentunya, dalam batas wajar.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika pagimu terlalu berat untuk memulai aktivitas, atau sekedar membuka mata.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika siangmu terlalu membosankan atau sekedar ingin melepas penat.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika malammu terlalu melelahkan dan menyebalkan.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika waktumu tidak dipenuhi oleh pekerjaan dan urusan pentingmu.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika sedihmu tidak lagi terbendung.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika otakmu perlu bertukar fikiran.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika ceritamu perlu didengar.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika bahagiamu terlalu disayangkan untuk disimpan sendirian.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, ketika cuaca di luar sana terlalu cerah untuk hanya sekedar berdiam diri di kamar.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, untuk setiap apa apa yang terjadi dalam hidupmu.
Karena aku tidak setuju didapatkan hanya untuk memenuhi keinginan saja. Karena aku tidak setuju dibanggakan untuk kemudian dilupakan. Karena aku tidak setuju dikagumi untuk kemudian diabaikan. Karena aku tidak setuju diusahakan untuk kemudian dilepaskan.
Jadikan aku seseorang yang dibutuhkan, untuk memberikan manfaat, terlepas dari seberapa mandiri dan dewasanya dirimu. Karena aku juga menjadikanmu sebagai seseorang yang aku butuhkan.
Seperti bagaimana sang bunga yang membutuhkan kupu - kupu agar bisa berkembang biak dan sebagai mana sang kupu - kupu membutuhkan sang bunga agar bisa menyesap madu.
-Bandung, 20 Mei 2020. Ketika aku kehabisan tempat untuk saling berbicara..