“Sepotong Surat untuk Tuan”
Kepada tuan tercinta,
20 minggu sudah berlalu tuan
Kita belajar untuk memahami
Tentang arti perjalanan pulang dan pergi
Dengan rentetan pertanyaan didalamnya
Yang serta merta kita rayakan
Dengan serentetan bentuk
perasaan yang ikut larut bersama angin
Kepada tuan,
Perjalanan pulang selalu menjadi hal
Yang amat menyenangkan
Sekaligus sangat menyedihkan
Perjalanan yang terasa amat sebentar
dan amat sempit untuk aku menyematkan
Mantra-mantra kasih sayang
Sebelum aku bisa dengan
tenang merindukan mu
Kepada tuan,
Perjalanan pulang yang melelahkan itu
Selalu kita lakukan dengan
melewati sebuah toko bunga
Selama 20 minggu
Kita hanya melewatinya
Tidak ada setangkai bungapun yang kau berikan kepada ku tuan
Sekalipun aku memintanya
Tapi hari ini berbeda
Ada paket berupa buket bunga
Didepan halamanku
Kau tidak hanya memberiku setangkai
Kau meberiku serangkai
Kepada tuan,
Namun mengapa tuan
Kau memilih untuk memilah-milah
bunga itu sendirian?
Kenapa tidak bertanya padaku
Tentang bunga apa yg paling aku sukai
Seleramu amatlah buruk
Kau memberiku rangkaian bunga lily putih
Dengan daun-daun yang sudah kering
Dan hampir mati
Kenapa tuan?
Isyarat apa yg ingin kau berikan kepadaku?
Apa kau tidak lagi ingin melakukan perjalanan
Bersamaku? Perjalanan pulang kita..
Kenapa tuan katakan?
Aku yakin disepanjang perjalananmu
Mebawa bunga itu sampai kerumahku
Kau membawanya dengan ekspresi yang lucu
Kau kerutkan dahimu hingga berlipat
Sepertinya juga ada sesuatu yg amat besar
Yang kau tahan sendirian tuan
Berbagilah denganku sedikit
Meskipun itu tidak membantumu
Ajaklah aku kembali mengikuti perjalananmu
Aku mau menemanimu tuan
Tuan,
Mungkin takdir sama halnya dengan arah mata angin, tidak pernah kita bisa rubah kemana ia akan berhembus. Namun kita masih bisa mensiasatinya tuan, kita masih bisa mensiasatinya dengan merubah arah layar-layar itu. Kita masih bisa merubahnya hingga akhirnya kita sampai di dermaga tujuan kita, sekalipun arah mata angin berlawanan.
Kuncinya sederhana, kau hanya perlu terus belayar penuh keyakinan tuan, berdoa, ikhlas dan tabah. Meskipun tidak sesederhana kedengarannya, tapi hanya itu yg kita punya untuk menyebrang dari satu takdir ke takdir lainnya tuan.
Kepada tuan, yang pernah singgah.
Tdd…














