"Yang hilang jangan dicari..."
Nanti akan saya tinggalkan jejak tentang makna itu.
Desy Magdalena Simarmata
5 Juli 2026.
Sweet Seals For You, Always
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Today's Document
noise dept.
I'd rather be in outer space 🛸
occasionally subtle
Cosmic Funnies

Kiana Khansmith
Mike Driver
we're not kids anymore.

oozey mess
he wasn't even looking at me and he found me
RMH
Monterey Bay Aquarium
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
NASA
Keni

Origami Around
d e v o n
todays bird

seen from Qatar

seen from Australia
seen from Germany
seen from Venezuela
seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from France
@thesessionhasout
"Yang hilang jangan dicari..."
Nanti akan saya tinggalkan jejak tentang makna itu.
Desy Magdalena Simarmata
5 Juli 2026.
Pak Vito Shadiq vs Ibu Janty Sumirkan: pada kasus pembentakan Nurmahendra Hardytia (Dytho)
Sebelumnya, saya sarankan pembaca artikel ini untuk membaca terlebih dahulu Kasus Penculikan di ASJ. Agar tau bagaimana kasus pembentakan Dytho. Kasus pembentakan Dytho itu memisahkan menjadi 2 kubu: kubu Dytho dan kubu Desy.
Saya tidak tau apa yang terjadi di balik layar, apa yang terjadi di antara Pak Vito Shadiq (Head of Product ASJ), Ibu Janty Sumirkan (Direktur Bancassurance), dan Direksi lainnya.
Saat itu, karyawan PT Asuransi Simas Jiwa (ASJ) benar-benar diam. Saya mau tau alasan Dytho: “kenapa Dytho berbuat seperti itu? Alasan Dytho tiba-tiba di pertengahan tahun mengejar produk individu di bank yang ditanganinya itu kenapa?”. Dytho memegang 2 bank dan salah satunya itu saya sudah sebutkan: Kasus Penculikan di ASJ. Bulan Juni 2026, 2 Direksi KB Bank mengundurkan diri dan karyawan KB Bank terkena PHK. Banyaknya karyawan terkena PHK dapat dicari di berita-berita.
AJK dari Bank yang dihandle Dytho itu secara angka perform, tapi saya tidak tau apa yang terjadi di balik layar terkait portofolio yang dihandle Dytho.
Lalu saya lihat data produk individu dari 2 bank yang dihandle Dytho, iya memang dari awal 2025 sampai Juni 2025, tidak ada produksi untuk produk individu dari 2 bank yang dihandle Dytho. Alias premi produk individu dari Dytho adalah 0.
Saya ingin tau lebih lanjut lagi, kalau saya keluarkan data itu, apa yang akan terjadi?
Saya baru ingat di Meeting Product Steering Committee, bahwa Bu Ina (Bancassurance ASJ) memiliki angka premi tertinggi AJK, sementara Dytho itu di urutan nomor 2. Saya di pantri, dan mau mengambil air setelah meeting tersebut. Dytho menghampiri saya dan bilang: “Bu Ina nomor 1 ya Mbak Des? Saya nomor 2?”, saya hanya melihat Dytho saja. Memang kalau Meeting Product Steering Committee itu kan dari data tarikan SijiAccess, sistem yang dibuild oleh Tim IT itu sendiri. Lalu saya jawab Dytho: “masih ada waktu Mas Dytho, sekarang masih bulan berapa”. Lalu Dytho diam, saya sebenarnya sudah mau pergi dari pantri itu, untungnya orang Bancassurance ASJ lainnya juga datang, sehingga saya bisa pamit pergi dari pantri itu.
Saya teringat dengan kejadian di pantri itu. Lalu saya buat data total portofolio Bancassurance dan saya lihat urutannya. Dan hasilnya: Dytho tetap berada di urutan nomor 2. Nomor 1 nya Reki. Silakan refer membaca: Yang mendasari Kasus Penculikan di ASJ.
Hasil urutannya berbeda ya jika hanya AJK saja yang dihitung, produk individu saja yang dihitung, dan juga total portofolio yang dihitung.
Lalu, saya memberitahukan data total portofolio Bancassurance itu kepada Nicole (Tim Product ASJ) dan ke Stella (Tim BD ASJ). Lalu kemudian, data itu ternyata sampai ke Ibu Janty Sumirkan (JS). Itu adalah kejadian beberapa hari setelah pembentakkan Dytho.
Saya itu baru masuk ke ruangan kantor dan melihat JS sudah ada di depan meja Pak Aris (SPCM ASJ). Saya tidak tau JS dan Pak Aris itu sedang mendiskusikan apa sebelumnya. Tapi pada saat saya duduk di kursi saya, JS ngomong.
JS: “Pokoknya nomor 1 Reki, nomor 2 Dytho, nomor 3 Miko”, saya lupa nomor 4 itu siapa. Tapi urutan yang disebutkan itu urutannya: 1-2-4-3.
Pak Aris: “kok bisa gitu, bu?”
JS: “Pokoknya gitu ris, nomor 1 Reki, nomor sekian Vanessa”, saya dengar, tetapi mata saya itu melihat ke laptop, memastikan apakah yang dibicarakan adalah data total portofolio Bancassurance. Saya saat mengetik ini lupa urutannya. Jadi saya tuliskan saja: sekian.
Pak Aris: “nomor sekian? Vanessa?”
JS: “iya pak, Vanessa nomor sekian”
Pak Aris: “kok bisa sih Vanessa nomor sekian? Pak Ricky gimana?”, Pak Ricky itu sebenarnya Agency, tetapi masuk ke kategori Bancassurance karena jualan AJK.
JS: “Pak Ricky pokoknya nomor terakhir-terakhir”. Saya saat mengetik ini lupa urutannya. Tapi memang bisa demikian, dikarenakan Ibu Vanessa handle product syariah Bancassurance. Sementara, Pak Ricky itu berada di Surabaya, yang saya ketahui dari Meeting Bi-Weekly Product x Agency.
Jadi, setelah saya mendengar itu, saya tau bahwa yang didiskusikan memang benar total portofolio Bancassurance.
Pak Aris: “Pak Ricky terakhir? Kok bisa sih bu? Pak Bahrul gimana?”
JS: “Bahrul nggak ada”, “Bahrul yang dilindungin”, Pak Aris masih menatap JS. Lanjut JS: ”buktinya dia kan jaga-jagain Bahrul selama ini”
Pak Aris: “jaga-jagain? Omong kosong kali bu?”
JS diam. Lalu JS jawab: “Bahrul dijagain”, “Bahrul kan selama ini punya campaign”,”dia kan selama ini punya campaign, dikasih-kasihin ke Bahrul doang”, “dikasih-kasihin ke Bahrul saja sih”.
Pak Aris: “jadi gimana sih bu?”
JS diam. Lalu JS jawab: “iya ris, Pak Bahrul dijaga-jagain selama ini”
Pak Aris: “dijaga-jagain? Kok bisa tau sih bu?”
JS: “iya, buktinya nama Pak Bahrul gak ada di list kan”, “buktinya ris”, “mana buktinya?”
Pak Aris: “mana buktinya bu? Kok nanya nya ke saya sih bu?”
JS: “iya saya nanya ke kamu ris, mana buktinya kalau Pak Bahrul dihilangin?”
Pak Aris: “maksudnya gimana sih bu?”, “Pak Bahrul dihilangin gitu?”, “atau mana buktinya Pak Bahrul dihilangin?”
JS: “iya ris, saya kasih kamu buat kamu cari mana buktinya”, semua yang ada di bagian ruangan itu diam.
Pak Aris: “maksudnya bukti kasus atau bukti kasih sih bu?”
JS: “kamu cari tau kenapa Pak Bahrul dihilangin”
Pak Aris: “Pak Bahrul dihilangin? Kok bisa sih bu?”
Ini karna panjang tektokan antara JS dan Pak Aris, saya persingkat ya.
JS: “iya ris, kamu cari tau ya angka dari dia itu angka darimana”
Lalu, ini saya persingkat lagi.
Pak Aris: “bosnya tau nggak bu itu angka dari mana?”
JS: “Bosnya lagi ris, bosnya aja nggak tau itu angka dari mana”
Lalu, ini saya persingkat lagi.
Pak Aris: “kok bisa sih bu, bosnya nggak tau?”
JS: “Dia gak mau diadu-domba ris sama bosnya. Dia udah pengalaman waktu sama Daniel itu, dia diadu-dombain sama bosnya. Jadi yang tentang RIPLAY, dibilangin sama bosnya kan kalau RIPLAY itu bagiannya Product, kok dikasihin ke Daniel”
Diskusi mereka berdua saya persingkat ya. Saat itu Pak Vito Shadiq (VS) sedang berada di ruangannya sendiri. Dan meja Pak Aris itu tepat di depan ruangan VS.
Pak Aris: “bosnya siapa sih bu?”…”Vito ya bu?”…
Grup Sinarmas Keturunan Aslinya Siapa?
Saya tidak tau-menau, Ibu Janty Sumirkan (JS) itu apakah benar ahli waris yang sah dari Grup Sinarmas. Saya nyari tau lewat Meta AI tanggal 3 Juli 2026 tentang sejauh apa Meta AI tau mengenai Grup Sinarmas.
Yang disclose adalah nama keturunan laki-laki dari Pak Eka Tjipta Widjaja (ETW) dan beberapa nama Perempuan yang diyakini keturunan ETW. Sumber-sumber lainnya di web digital, selain Meta AI, juga menulis serupa dengan itu.
Saya pernah lupa dengan keberadaan ETW, sampai pernah ada nama cina yang tiba-tiba beli polis di salah satu asuransi jiwa tempat saya bekerja, saya tidak akan sebutkan tahun orang itu beli polis. Yang membuat saya ingat sampai sekarang adalah angka preminya besar, menurut saya. Dan menurut saya, kalau bisa orang itu beli polis dengan angka preminya besar, berarti itu adalah salah 1 orang terkaya di Indonesia. Saya cari-cari di internet pada saat itu tidak ditemukan namanya dimanapun. Jadi, kemungkinan itu adalah ETW, pemilik Grup Sinarmas. Kemungkinan itu adalah nama cina-nya Eka Tjipta Widjaja, dan yang membelikan polis itu juga kemungkinan adalah JS dengan nama cina-nya. Silakan boleh diklarifikasi, saya juga kan pengen belajar dari pembaca artikel saya. Saya belum kenal JS saat itu. Yang pasti, di data polis itu statusnya sebagai anak perempuan.
Tanggal 3 Juli 2026 itu tengah malam, saya cari tau apakah Meta AI itu kenal JS sebagai ahli waris Grup Sinarmas atau tidak. Ternyata Meta AI, tidak kenal nama JS sebagai anak dari ETW.
Tapi waktu itu pada saat ulang tahun PT Asuransi Simas Jiwa (ASJ) yang ke 10 tahun, saya itu ikut pada perlombaan cerdas-cermat. JS duduk sebentar di kursi juri. Lalu saya benar-benar cuma berdiri, ikut lomba, saya di tim 10. Itu pun saya benar-benar dadakan tidak persiapan apa-apa, karena sampai jam 4 sore saya itu sibuk kerja. Acara cerdas cermat dimulai jam 5 sore tepat, tapi saya berangkat dari Tower Plaza Sinarmas (maksudnya Tower ASJ, sekali lagi kalau nama Gedung di Sinarmas itu namanya hampir mirip) lt 8 menuju ke lobi Gedung Lombok No 73, jam 5 lebih, dikarenakan saya diajak ngobrol dulu juga dan ditanya-tanyain dulu sama karyawan yang ada di Tower Plaza Sinarmas dan ditanyain juga sama Pak Vito Shadiq (VS).
VS: “Des mau kemana des?”, respon saya diam saja. Padahal saya itu sudah izin WA ke VS jam 4.30 sore, isi WA saya ke VS: “Mas, sorry mas… Saya izin turun duluan nanti sekitar jam 16.45WIB, dikarenakan mau ada acara cerdas cermat di lobby Lombok”. Dan sudah dijawab juga sama VS via WA: “ok Des”.
Saya: “Mau cerdas cermat mas”
VS: “cerdas cermat? Kok gak izin duluan?”
Saya diam dulu.
Saya: “udah tadi kan mas jam 16.30an saya WA Mas Vito?”
VS: “16.30 bukan jam 4 ya des ya?”
Saya diam dulu. Lalu saya mengecek WA saya langsung. Di WA itu sudah notif kalau WA itu masuk, dan VS juga sudah jawab WA saya langsung. Saya cek lagi jadwal dari Grup WA Karyawan ASJ, dan jadwalnya sedikit dimajukan, karena ada pengumuman: “ayo ini udah dimulai cerdas cermatnya”. Saya tidak boleh terlambat kan?
Saya: “iya mas, acaranya jam 17, tapi dimajukan. Udah ada yang chat nih mas udah mulai acara cerdas cermatnya”.
VS diam. Saya diam tunggu VS respon.
Saya: “yaudah duluan ya mas ya”
VS: “eh des”, “hati-hati ya des”. Saya diam dan bilang: “oke mas”.
Di acara cerdas cermat itu, saya baru datang dan lihat set-up nya, tapi panitianya masih geser-geser meja. Lalu saya langsung disuruh untuk berdiri di sisi dekat sofa-sofanya.
Lalu menunggunya sebenarnya cukup lama, dan banyak bercandaannya juga. Sebenarnya banyak sekali bercandaannya, tapi saya tidak bahas di sini ya, karena postingannya sendiri bisa sampai 1 postingan sendiri.
JS itu duduk di kursi juri. MCnya itu Mas Ali (Bancassurance ASJ).
Mas Ali iseng dengan membawa buku Kalkulus cover warna biru. Dari situ saja saya sudah kaget, kok bisa Mas Ali punya buku Kalkulus?
Lalu sambil menunggu penonton, mereka masih bercanda. Saya persingkat saja ya,
Mas Ali: “eh tiba-tiba ada Bu Janty”, sambil menghampiri JS.
Saya menoleh ke arahnya JS. Lalu Mas Ali menemui saya dan bilang: “xxxxx ya Mbak Des?”. xxxxx adalah nama anak perempuan cina yang membeli polis dengan angka preminya besar. Saat itu saya ingat nama itu dan saya menoleh ke JS, jadi kalau xxxxx itu bukan JS, siapa lagi?
Desy Magdalena Simarmata 4 Juli 2026.
Different Posting in Tumblr?
Dear Tumblr, do you notice that my posting in Tumblr is different with my typing?
Can you ensure that this won't happened again?
In this post, i write that :
Why in this Tumblr can't add more pages anymore?
but as you can see the posting become different.
Can somebody explain it?
Desy Magdalena Simarmata 4 July 2026.
Kejadian Bu Dewi Listyaningtyas (DL) jatuh di Lift, real atau fake atau kode? – Kejadian di ASJ
Tetapi di suatu sore hari di Tower Plaza Sinarmas Lt 8, Pak Vito Shadiq (VS) tiba-tiba lari ke ruangannya sendiri. Saya saat itu sedang bekerja di meja saya sendiri, dan tidak ada tim Product lainnya di sekitaran saya. VS duduk sebentar di ruangan. Lalu beberapa saat kemudian, VS manggil saya ke ruangannya. Ini diskusi saat saya sudah di ruangan VS ya:
VS: “Des, jangan bilang siapa-siapa ya, Bu DL jatuh”, tapi jari telunjuk tangan kanannya itu menunjuk ke badan saya yang sebelah kiri. Lalu lanjut VS lagi: “jatuh dari lift”, saya harus merespon bagaimana terhadap pernyataan itu.
Saya beneran tanya ke VS: “Kok Mas Vito bisa tau?”.
VS diam kaget, tapi ekspresi wajahnya flat. Ingat ya, tidak ada hubungan apa-apa antara VS dengan saya. VS itu saya pandang sebagai Head of Product PT Asuransi Simas Jiwa (ASJ) saja. Hanya itu saja tidak lebih, dan panggilan Mas itu kan umum ya di dunia pekerjaan?
Lanjut balik lagi ya ke topiknya:
VS: “aku denger dari supirnya tapi”.
Saya diam dulu tunggu beberapa saat sampai selesai kalimatnya VS, lalu kemudian bilang: “Jadi Bu DL dimana sekarang?”. Saya ikut manggil Bu DL karena sedari awal saya masuk ASJ itu, VS ngajarin saya manggil Ibu Dewi Listyaningtyas (tadinya namanya Dewi Listyaningrum, saya tidak ngerti kenapa namanya jadi seperti itu di simasjiwa.co.id hari ini 4 Juli 2026).
VS: “Bu DL jatuhnya di lift tapi tadi pagi, udah dianter sopirnya. Sopirnya Bu JS tapi”.
Jadi menurut kalian, pernyataan Bu DL jatuh itu dari cerita VS, apakah cerita nyata atau cerita dibuat-buat sih? Dan saya tidak tau itu tujuannya apa bahwa VS menceritakan ke saya langsung, setelah VS lari-lari masuk ke ruangannya sendiri.
Tapi di hari lain, saat Weekly Meeting Product, VS juga menyampaikan itu ke Tim Product.
VS: “za, cole, Bu DL jatuh za, cole”.Reza dan Nicole diam.
VS: “si Desy tau tapi za, cole”.
Reza dan Nicole diam.
Saya berada di situ, dan tidak merespon apapun.
Di hari lain saat Weekly Meeting Product, VS juga menyampaikan itu ke Tim Product.
VS: “za, cole, Bu DL jatuh za, cole”.
Reza dan Nicole diam.
VS: “si Desy tau tapi za, cole”.
Reza dan Nicole diam dulu. Lalu kemudian, Nicole merespon: “Kak Desy tau atau Kak Desy tau nya dari Pak Vito?”, Nicole duluan ketawa dan kemudian Reza juga ikutan ketawa setelah Nicole ketawa.
VS: “kok tau sih za, cole kalau Desy taunya dari aku?”.
Saya diam dan benar-benar menunggu, ini diskusinya sebenarnya tentang apa?
Nicole: “taunya dari Pak Vito tapi”
VS: “kok pakai tapi sih za, cole?”
Nicole diam. Reza juga diam.
Di hari lain lagi saat Weekly Meeting Product, VS menyampaikan lagi ke Tim Product.
VS: “za, cole, Bu DL jatuh za, cole”.
Reza dan Nicole diam.
VS: “gimana menurut kamu za, cole?”
Reza dan Nicole diam.
Nicole: “jatuhnya emang kapan pak?”
VS: “kemarin tapi”, lalu diam sebentar, dan dilanjutkan VS :”tahun lalu”.
Reza dan Nicole diam.
Di hari lain lagi saat Weekly Meeting Product, VS menyampaikan lagi ke Tim Product.
VS: “za, cole, Bu DL jatuh za, cole”.
Reza dan Nicole diam.
Nicole: “jatuh darimana pak?”
VS diam, menunduk.
VS: “gak usah deh za”.
Di hari lain lagi saat Weekly Meeting Product, VS menyampaikan lagi ke Tim Product.
VS: “za, cole, Bu DL jatuh za, cole”.
Reza dan Nicole diam.
Nicole: “Kak Eja, menurut Kak Eja gimana kak?”
VS diam, menunduk. Reza nyengir.
Reza: “gak tau deh Pak, menurut Bapak gimana?”
VS diam, menunduk, dan kemudian melihat Reza langsung ke mata.
Sekian dulu, menurut kalian apakah betulan Bu DL itu pernah jatuh dari lift?
Desy Magdalena Simarmata 4 Juli 2026.
Can't Add Pages
Why in this Tumblr can add more pages anymore? Previously, i have 3 pages only and can add more pages. But when i deleted 2 pages, i cannot have additional pages anymore.
Can anybody explain something?
If you wanna read about PT Asuransi Simas Jiwa, you can read it on RanahFungsi pages.
I will tell you, until i can get additional pages.
Desy Magdalena Simarmata 4 July 2026.
Tadinya Pak Vito Shadiq vs Ibu Janty Sumirkan, malah jadinya saya yang diusir dari ASJ
Menurut kalian apa hubungan antara Pak Vito Shadiq (VS) dengan Ibu Janty Sumirkan (JS)? Saya itu orang yang tidak peka terhadap hubungan luar kantor. Tetapi setelah melihat foto yang beredar di digital, saya baru paham, bahwa selama ini mereka ke bank-bank itu hanya berdua saja. Andaikan pun sama tim Bancassurance, mengapa fotonya cuma berdua saja perwakilan dari PT Asuransi Simas Jiwa (ASJ)?
Saya lanjut ya sesuai judul artikel hari ini.
Saya juga tidak tau, VS dan JS itu apakah tau kalau misalnya di dunia asuransi manapun, Bancassurance pasti menuntut Product?
Setiap meeting Product-IT-Bancassurance di Meeting yang subject emailnya : Prioritas Product, itu VS lepas tangan, jadi selalu saya yang jawab-jawabin kalau terkait target Go-Live Product, Product Prioritas yang duluan di set-up. Dan saya berusaha memenuhi permintaan dari Bancassurance. Adapun, dari Bancassurance memang request bergeser-geser, karena jadwal Tim Bancassurance yang mengikuti jadwal dari Bank untuk bertemu.
Tetapi sebagai catatan ya, di ASJ itu Agency nya tidak aktif. Makannya sepanjang tahun 2024, saya benar-benar fokus untuk support Tim Bancassurance.
Permasalahannya adalah setiap VS itu ajak saya diskusi di ruangan VS, cuma berdua, VS itu selalu bilang: “Des, Bu Janty, Des, Bu Janty”.
Saya yang didorong-dorong tau jadinya sama Tim IT, untuk ngepush Tim Bancassurance balik. Tapi saya juga gak tau Tim IT ASJ itu tau nggak sih kalau misalnya Bancassurance itu punya jadwal?
Lalu, sebenarnya itu saya minta VS untuk tektokan sama JS dan juga tektokan sama Pak Yosep (Head of IT BA ASJ) dan juga Pak Bertho (Head of IT Development ASJ, saat itu, tapi kemudian jadi Head of Digital, detailnya saya kurang paham). Yang saya katakan itu: “IT itu apakah tidak tau kalau Tim Bancassurance memang reach target ya?”. VS diam dan jawabnya malah: “Bu Janty, Des, Bu Janty yang sering ubah-ubah jadwal”.
Saya jawab: “Ubah-ubah jadwal? Jadwal apa Mas?”. Saat itu saya memang memanggil VS dengan Mas Vito, karena VS mengakunya usia nya saat itu 38 tahun, saya saat itu 28 tahun. Jadi karena selisih 10 tahun saja, saya panggilnya tetap ‘Mas’ meskipun tau VS sudah menikah.
VS: “Jadwal sistem.”
Saya: “sistem? Maksudnya development sistem?”
VS: “sistem di Product, Des”. Saya itu nggak ngerti berkomunikasi dengan VS. Jadi saya meng-adjust ekspektasi VS kalau VS itu benar-benar baru di dunia Asuransi. Linkedin VS itu menuliskan kalau posisi VS terakhir di MSIG itu Aktuaria, tetapi as of 2 Juli 2026, sudah menjadi Head of Pricing MSIG.
Saya diam dulu. Diam benar-benar diam, agar tidak menyenggol ego VS.
Saya: “oh, settingan Product di sistem kan mas?”
VS: “iya Des, Product di setting di IT, Des”. Benar-benar saya nggak paham sama VS ini. Jadi VS belum tau istilah-istilah di dunia Asuransi ya?
Jadi dari meeting ke meeting Prioritas Product itu, Tim IT tetap fokus agar saya itu push Tim Bancassurance untuk jualan produk individu. Bagaimana push Tim Bancassurance? Jika produk individu nya belum disetting di sistem? Jadi aneh mereka itu.
Pak Yosep: “Jualan aja yang ada dulu, Des, bilangin Bu Janty”
Saya pikir: “Loh yang ada dulu? Mereka ini tau nggak sih ada SEOJK 5 tahun 2022? Kita kan memang request setting PAYDI yang baru berdasarkan SEOJK baru”. Lalu saya jadinya jelasin deh tentang SEOJK 5 tahun 2022 di meeting Prioritas Product itu.
Pak Yosep: “kita udah tau Des, SEOJK 2022”
Saya diam.
Pak Yosep: “Tapi memang gak ada Product yang bisa dijualin Des?”
Saya: “Boleh kasih tau pak, saat ini yang sedang aktif di sistem produknya apa saja?”, sebenarnya di sini itu Tim IT ASJ bertele-tele dan berkali-kali meeting Prioritas Product tetap memutar-mutar. Sampai akhirnya, saya merendah sama Tim IT ASJ, dengan alasan: “saya kan baru Pak Yosep, boleh kasih tau saya pak, Product yang sudah ada di sistem”. Potong Pak Yosep: “sistem Des?”. Saya bingung, gimana berkomunikasi dengan Tim IT ASJ. Tapi saya persingkat ya diskusinya ini, karena panjang dan bertele-tele untuk menarik informasi tentang sistem yang ada di Asuransi Jiwa lainnya kah? Bukannya semua sudah tau dan sudah menjadi topik utama orang-orang dalam Industri Asuransi?
Balik ya ke diskusi saya & Pak Yosep di Meeting Prioritas Product, jawab Pak Yosep: “SFL”. Saya sengaja yang disclose nama product ini, toh product ini memang yang paling laris pada saat Bu Janty yang pertama kali handle Bancassurance PT Asuransi Simas Jiwa. Kalian sudah lihat kan Bu Janty tahun 2023 bagaimana? Saya gak pernah ketemu langsung loh sebenarnya, saya ketemu rekaman promosi simasjiwa tahun 2023. Dan selaras dengan itu, Pak Deddy Yoeshar (DY), saat saya masih di PT Victoria Alife Indonesia, yang handle Product ASJ di tahun 2017 bilang : “Bu Janty, cantik sih tapi teges bro orangnya”, katanya ke Pak Dedi Kusdani (DK). DK: “cantik? Nama lengkapnya siapa bro?”. DY: “Janty Sumirkan”. DK: “gak pernah denger tuh gue orangnya siapa”.
Meeting itu bukan Tim Product yang create, tetapi itu agar project Tim IT berjalan sesuai rencana dan tetap agar dalam monitoring Perusahaan. Tetapi memang judulnya : Prioritas Product dan meetingnya diatur oleh IT PMO.
Jadi di balik layar, saya tidak tau apa yang terjadi antara Head of Product-Head of IT-Direktur Bancassurance. Tetapi di suatu periode, JS dan VS tidak lagi jalan-jalan ke bank-bank berdua. Kemungkinan terjadi sesuatu antara mereka berdua ini. Itu semua kejadian pada saat saya masih bekerja di Gedung Lombok No 73, pokoknya sebelum tanggal 8 Desember 2024. Saya itu benar-benar gak bisa ke-akses gosip tau.
Lalu dari waktu-ke-waktu, tetap saja VS itu kalau meeting berdua saja di ruangan VS bilangnya: “Des, Bu Janty, Des, Bu Janty yang gak tau apa-apa tentang sistem”. Saya bingung, ini Pak Vito yang merekrut siapa sih? Kok titik celahnya yang dicari seperti itu?
Di hari lain lagi, VS: “Bu Janty gak ngerti apa-apa ya Des ya?”
Atau di hari lain lagi, VS: “Bu Janty gak punya target, Des”
Atau di hari lain lagi, VS: “Direkturnya gak peduli-an Des”
Atau di hari lain lagi, VS: “Stakeholdernya gak ngerti apa-apa”
Dan yang semacam itu perkataan dari VS. Itu semua saya ringkas saja.
Jadi, balik lagi ya perkara kasus JS dan VS. Asal kalian tau, sepertinya VS itu sudah merajai Grup Sinarmas. Lagipula, mereka ini kok aneh, VS kan bukan keturunan cina/ cina-indo, kok malah beneran dengerin saran dari VS? Apa mereka ini tidak tau apa yang benar-benar mereka inginkan? Jadi asal nurut-nurut saja saran yang dikasih oleh VS. Btw, kalian mungkin akan terpengaruh dengan rupa VS itu bahwa VS itu baik, karena wajahnya memang seperti bayi. Tapi pada saat saya lihatin lagi foto JS VS itu di depan logo KB Insurance, saya jadi tau rupa aslinya, jika tidak berada di sekitar saya.
Lagi-lagi, saya tidak tau ya JS dan VS itu ada hubungan apa. Tetapi saya ceritakan ini pada saat saya masih di Gedung Lombok No 73, pokoknya sebelum tanggal 8 Desember 2024. Ini pas diskusi berdua di ruangan VS, duduk di kursi masing-masing. Dan juga kadang, VS terang-terangan pas ada meeting Tim Product, duduk di kursi masing-masing.
VS: “Des, mau sama aku?”
Saya diam, bingung, tapi saya sadar kalau saya harus menolak halus. Nanti kalau ada apa-apa sama tim kan yang disalahin hubungan antara saya dan VS, dan juga jangan lupa kalau VS itu sudah punya istri dan juga anak. Lagipula, di saat itu saya sudah sadar VS itu orangnya aneh dan suka ngomongin orang. Saat saya mengetik ini juga aneh, kan VS itu lagi ada hubungan sama JS, kok VS ngata-ngatain JS?
Saya jawab: “maaf mas, saya homo”, VS kaget tau, dan badannya langsung mundur kaget. Saya lanjut lagi bicara: “saya homo, tapi homo-homannya sama yang normal”.
Lalu di hari lainnya, VS ngomong lagi:
VS: “Des kok gak mau sama aku?”
Saya jawab: “apanya mas?”
VS diam. Saya nggak ngerti kode-kode tau. Tapi saya baru ngerti sekarang, setelah foto JS VS itu beredar.
Lalu di hari lainnya, VS ngomong lagi:
VS: “Des ada apa itu di kepalanya Desy?”
Saya jawab: “kepala? Di bagian kiri atau kanan atau mana mas?”
VS beranjak dari kursinya, lalu saya kaget, dan saya geser mundur kursi saya ke belakang. VS diam dan balik duduk lagi ke kursinya.
Dan begitu terus berulang-ulang-berulang-ulang-berulang-ulang sampai Tim Product dipindahkan ke Tower Plaza Sinarmas (ditulisan saya sebelumnya saya tulis Tower ASJ, dikarenakan Gedung Sinarmas semuanya hampir mirip namanya begitu-begitu juga) Lt 8.
Pokoknya, saya tidak tau-menau apa yang terjadi di balik layar antara VS dengan JS.
Pada saat mau dibuat produk baru di November 2024, sepertinya JS itu mencoba meluruhkan diri dan coba untuk kasih kesempatan lagi ke VS jadi dikasih kesempatan 2 produk baru. VS itu bolak-balik Gedung Lombok No 73 dan ke Tower Plaza Sinarmas Lt 8.
Saya tidak begitu yakin itu siapa sih yang minta Regular Premium Unit Link (RPUL). Yang saya yakini adalah JS itu minta 2 produk baru Tradisional. Karena ada kemungkinan, berdasarkan projeksi bisnis yang saya buat ke laporan OJK tahunan itu, produk Tradisional jangka pendek dan jangka panjang itu ditargetkan dengan premi paling besar.
Sementara, itu RPUL saya cuma projeksikan di angka ratusan juta rupiah. Dan SPUL saya projeksikan sekitar 2 triliun rupiah. Secara bertahap mau diadjust. VS kemungkinan sadar hal ini atau kemungkinan tidak sadar atau kemungkinan secara pridenya mau ada produk UL yang sulit disetting atau kemungkinan mencoba berbagai cara agar produk individu gagal di ASJ atau kemungkinan mencoba berbagai cara agar target Tim Bancassurance gagal tercapai di ASJ atau yang mana pun saya tidak ketahui intensi dari VS.
Saya kaget, pikir saya: “kan VS yang approve ya Laporan Tahunan OJK itu? Kok bisa-bisanya VS yang menentang sendiri produk yang sudah diajukan?”. Tapi sepertinya VS tidak peduli, karena saya benar-benar mengingatkan VS tentang Laporan Tahunan OJK yang sudah disubmit ke Daniel (Compliance ASJ). Apakah Daniel submit beneran ke OJK atau tidak? Saya juga tidak tau.
Banyak diskusi yang saya persingkat, kalau saya tuliskan secara detil, betulan deh itu bisa 1 postingan cuma buat muter-muter, muter-muter, muter-muter permainan karyawan PT Asuransi Simas Jiwa.
Segitu dulu, nanti saya lanjutkan lagi tentang produk individu yang ditentang VS dan juga bagaimana Tim Bancassurance & Tim Product itu mau ada produk baru dan juga bagaimana Tim IT juga di meeting Prioritas Product challenge Tim Product untuk adakan lagi produk baru.
Disclosed Premi ASJ, Sebelum Desy Magdalena Simarmata (DMS) Masuk dan Sesudah DMS diusir dari ASJ
Hello! Data ini sudah dipublikasikan ya di website simasjiwa.co.id. Saya refer data per hari ini 3 Juli 2026.
Saya jelaskan ke-anehan data premi (dalam juta rupiah) pada laporan keuangan PT Asuransi Simas Jiwa yang dilampirkan pada website simasjiwa.co.id
Ohiya, perbandingan data yang saya running adalah dari sistem SijiAccess, buatan IT Team ASJ itu sendiri.
Berikut penjelasannya:
Tahun 2023 saya itu belum join ke PT Asuransi Simas Jiwa (ASJ), tetapi sudah proses rekrutmen di akhir tahun. Submission aplikasi lamaran kerja saya ke PT Asuransi Simas Jiwa di sekitar bulan November 2023, tetapi baru mulai assessment di bulan Desember 2023. Angka sebenarnya itu Rp 1Triliun. Mengapa di laporan keuangan tahunan per hari ini dituliskan angka premi tahun 2023 adalah Rp 7Triliun ya?
Saya join di ASJ tanggal 12 Februari 2024. Tetapi tidak ada produk individu yang diperjualkan, saya kurang paham di bulan tersebut alasannya kenapa. Tetapi, syukurlah, itu dapat berlalu dan produk individu bisa dilaunch go-live di sistem SSF ASJ. Saya tidak terlalu ingat persisnya angka premi tahun 2024. Saya memang yang membuat dan mempresentasikan Product Steering Committee dari bulan Juli 2024 - Desember 2024. Angkanya memang berkisar Rp 7Triliunan, tetapi seharusnya sekitar Rp 7,8Triliun. Aneh.
Januari 2025 itu saya ingat bahwa produksi di sekitar angka Rp 100juta sampai sekitar angka Rp 300juta. Dikarenakan ada delay dari sisi Tim Operasional. Saya tidak tau siapa yang memprakarsai delay itu.
Juni 2025 itu angka premi ASJ sekitar Rp 2,1Triliun. Mengapa hanya Rp 1,8Triliun? Juli 2025 saya ingat angka premi ASJ sekitar Rp 3,1Triliun. Tetapi dicatatkan pada laporan keuangan PT Asuransi Simas Jiwa hanya Rp2,2Triliun. Saya sendiri yang membuat dan mempresentasikan Product Steering Committee sampai bulan Juli 2025.
Saya mempertanyakan laporan keuangan di tahun 2026.
Jadi, sebenarnya ini apakah ada yang bisa klarifikasi? Apa yang terjadi di PT Asuransi Simas Jiwa ya? Angka dari mana itu yang tadi nya Rp 1Triliun tahun 2023 malah jadi Rp 7Triliun tahun 2023?
Dan kemana itu hilangnya angka Rp 3,1Triliun menjadi Rp 2,2Triliun di bulan Juli 2025?
Ada yang beranikah klarifikasi?
Kemungkinan Inilah yang Membuat Saya Diikat di RS MM Bogor
Saya harus menuliskan ini lagi ya.. untuk meninggalkan jejak kepada kalian.
Sorry saya tidak menggunakan pdf, agar kalian bisa membacanya lengkap di Tumblr.
---
Kira-kira pengaduan inilah yang membuat saya diikat secara tiba-tiba di RS MM Bogor. Saya mendengarnya dari dr Sucipto setelah saya dipindahkan dari Bangsal Drupadi ke Bangsal Srikandi.
dr Sucipto: “paham Desy kenapa Desy bisa masuk sini?”
Saya: “saya aja bingung dok kenapa saya bisa masuk sini”, sambil nyeleneh biasa..
dr Sucipto: “beneran Desy gak tau kenapa Desy bisa masuk sini?”, lalu batuk atau ketawa sih?, “kok bisa ya orang yang di rumahsakitin ga tau kenapa bisa masuk sini?”
Saya: “iya dok beneran”
dr Sucipto: “terus ga tanya gitu sama mama-papa Desy kenapa bisa masuk sini?”
Saya: “nggak dok, tiba-tiba dibawa masuk ambulance”
Diam.. lalu kemungkinan dr Sucipto sedang berpikir..
dr Sucipto: “saya ceritain ya kenapa Desy bisa masuk sini”
Saya: “iya boleh dok”
dr Sucipto: “Mama-papa Desy bilang kalau Desy itu gebukin Papa Desy ya? Kok bisa sih Des?”
Saya: “loh gebukin? Itu kan cerita 2 tahun yang lalu, kok baru sekarang diungkit?”
Di belakang, suster-suster yang mendengar itu ketawa-ketawa tapi ikut nimbrung. Jujur, saya lupa nama suster-suster itu..
Suster 1: “jadi beneran digebukin?”
Suster 2: “gebukin, bukan digebukin”
Suster 1: “iya maksudnya Desy gebukin Papanya sendiri”
Saya jawab saja langsung: “iya, tapi itu sudah kejadian 2 tahun yang lalu. Bukan yang baru belakangan ini”. Itu sepertinya membuat mereka salah paham, sehingga mereka bertanya lagi.
Suster 1 / 2: “jadi yang belakangan ini ada juga?”
Saya: “saya sudah nggak pernah gebukin papa saya lagi”
Suster 1 / 2 / 3: “sudah khilaf rupanya”
Saya: “iya, saya sadar itu perbuatan yang salah. Walau gimana pun, beliau itu Bapak saya, jadi saya tidak bisa gebukin dia. Kejadian saya gebukin Bapak saya terakhir itu 2 tahun lalu”
dr Sucipto: “itu pas dimana?”, jeda sedikit karena pertanyaan dr Sucipto membuat saya berpikir maksudnya pas dimana gimana ya? Kan 2 tahun yang lalu… lanjut dr Sucipto: “pas di Allianz ya berarti?”
Pikir saya kaget loh.. tapi ekspresi saya kaget itu benar-benar flat, hanya mata saya langsung lihat ke wajah dr Sucipto. Yang ada di pikiran saya adalah: “kok bisa dia benar tau kalau 2 tahun yang lalu saya kerja di Allianz? Jelas-jelas kan di perkenalan awal tadi saya sebutkan bahwa saya itu saat ini bekerja di Asuransi Simas Jiwa, grupnya Sinarmas”. Saya benar-benar tidak mengerti sampai sekarang saat saya mengetik hal ini…
Lalu saya menjawab: “iya, kejadian saya gebukin Bapak saya itu pas saya di Allianz Life”
dr Sucipto: “Life? Jiwa?”, saya benar-benar tidak memahami dr Sucipto. dr Sucipto kan benar dokter ya? Kok dokter besar tidak tau kalau Life itu jiwa? Jelas-jelas rumah sakit itu metode pembayarannya ada yang menggunakan Asuransi Jiwa.
Saya: “iya dok, Life itu jiwa”. Saya jawab sekedarnya saja. Apa yang dr Sucipto tanya, saya jawab sesuai pertanyaannya.
dr Sucipto: “lalu sekarang tidak pernah lagi?”, lalu jeda sejenak, saya itu karena melihat dr Sucipto sudah tua usianya, jadi benar-benar nunggu banget-banget-banget kalimatnya selesai. Jadi kalau sudah jeda 3-5 detik baru saya bisa jawab. Dilanjutkan lagi oleh dr Sucipto: “tidak pernah lagi Desy pukulin Bapak nya Desy?”
Saya: “iya, saya tidak pernah gebukin Bapak saya lagi. Terakhir itu benar-benar 2 tahun yang lalu”
dr Sucipto: “gebukin? Kalau pukulin?”, sebenarnya suster-suster itu di belakang sedang bercandain dr Sucipto. Tapi saya tidak ketikkan ini ya. Karena itu perbedaan antara definisi gebukin dan pukulin. Dikarenakan laporannya kemungkinan keduanya, atau mungkin dr Sucipto mau cari kasus lagi biar ada kasus yang baru ini, atau mungkin biar mancing-mancing? Saya tidak tau mana yang benar, tujuannya dari dr Sucipto.
Saya: “saya tidak pernah pukulin…”, lalu saya teringat kemudian bahwa saya pernah pukulin Bapak saya menggunakan kayu salib saat Bapak saya menggunakan kaos kerah hijau. Warna baju Bapak saya itu benar-benar menyala, sehingga tiba-tiba saya teringat. Dan kemudian saya mengklarifikasi: “sorry dok, saya pernah pukulin Bapak saya”.
dr Sucipto: “jadi pernah?”
Saya: “itu malah lebih lama lagi, kejadiannya sebelum gebukin Bapak saya”.
Sebenarnya diungkit lagi tentang itu. Tapi dr Sucipto beralasan bahwa waktu diskusi dengan saya sudah habis. Padahal itu benar-benar saya berasanya kecepetan, kata dr Sucipto sudah pas 20 menit.
Itu adalah diskusi saya pertama dengan dr Sucipto.
Lalu menjelang beberapa hari kemudian, dr Sucipto datang lagi dan diadakan diskusi lagi antara saya dengan dr Sucipto.
dr Sucipto: “jadi kapan Desy digebukin Bapak nya Desy?”
Saya: “saya nggak pernah dok digebukin Bapak saya”, seingat saya begitu saat itu.
dr Sucipto: “jadi siapa yang gebukin siapa?”
Saya: “saya yang pernah gebukin Bapak saya, 2 kali malah dok”
dr Sucipto: “2 kali? Itu pas dimana? Di Allianz?”, lalu jeda sejenak… seperti biasa, saya itu benar-benar nungguin dr Sucipto itu benar-benar menyelesaikan kalimatnya. Jadi saya tunggu 3 – 5 detik, di file yang lain kalian temukan kan bahwa atasan saya di ASJ (Vito Shadiq) itu mengusir saya, setiap ngobrol, VS selalu bilang kalau: “jangan potong kalimat orang kalau lagi bicara”. Saya ingat itu. Tapi sebenarnya saya ngobrol dengan VS pun saya nunggu 3-5 detik. Kadang kalau VS sampai ngata-ngatain orang berlebihan, baru saya potong kalimatnya. Balik lagi ya ke pernyataannya dr Sucipto. dr Sucipto mengatakan lagi: “di AIA?”
Saya jujur benar-benar bingung, bingung, bingung… kok dr Sucipto bisa tau saya itu pernah kerja di Allianz atau di AIA?
Saya jawab: “saya gebukin Bapak saya pas saya di Allianz”
dr Sucipto: “dua-duanya?”
Saya: “iya dok, dua kali saya gebukin Bapak saya pas saya kerja di Allianz”
Saya lupa itu beda hari atau masih hari yang sama, ada diskusi lagi antara saya dengan dr Sucipto.
dr Sucipto: “alasannya apa Desy gebukin Bapaknya Desy?”, saya benar-benar nunggu 3-5 detik agar dr Sucipto selesai berbicara… barulah saya jawab.
Saya: “waktu itu Bapak saya itu mengajukan hutang ke Bank, saya sudah larang, tapi tetap diajukan juga. Karena sudah diajukan yasudah tidak apa-apa juga… mungkin buat kebutuhan hidupnya, Bapak saya bilang untuk permodalan, mungkin Bapak saya itu gengsi bilang kurang uang untuk beli makanan sehari-hari”.
dr Sucipto: “gengsi? Masa kurang uang aja gengsi? Terus langsung digebukin gitu?”
Saya diam dulu untuk menunggu kelanjutan pembicaraan dr Sucipto, baru saya bisa jawab.
Saya: “ada kelanjutannya dok..”
dr Sucipto: “terus kelanjutannya apa? Masih mau pukulin Bapaknya Desy?”
Saya diam dulu, kaget, kok dokter psikatris begini ya…
Saya: “gak langsung semena-mena gebukin dok”
dr Sucipto: “ngegebukin aja udah semena-mena”
Saya diam lagi…
dr Sucipto: “Jadi apa alasannya Desy itu gebukin Bapaknya Desy pas di Allianz?”
Saya diam lagi…
Saya jawab setelah mencerna kata-kata dr Sucipto: “saya gebukin Bapak saya di rumah dok, bukan di Allianz nya. Cuma secara kebetulan, kejadian saya gebukin Bapak saya itu adalah saat dimana saya itu status kepegawaiannya sebagai karyawan Allianz”.
dr Sucipto: “jadi di Allianz atau di rumah sih?”, saya diam dulu menunggu 3-5 detik sampai benar-benar yakin dr Sucipto selesai bicara.
Saya: “di rumah dok”
dr Sucipto: “jadi Allianz nya ini apa?”
Jujur, saya tidak memahami dengan dr Sucipto kenapa tiba-tiba nyebut-nyebut Allianz terus-terusan sih.. memang periode saya gebukin Bapak saya 2x itu pada saat saya bekerja di Allianz. Saya kurang paham dengan hal itu…
Saya menunggu orang itu datang, tapi dia tak kunjung datang.
Di saat bangun pagi hari ini, dan aku mendengar lagu Mujizat itu Nyata, di situ disisipkan Tuhan lagu itu melalui seseorang...
Di masa tua nanti, saya akan meninggalkan jejak tulisan-tulisan karya saya. Tolong diingat ini ya baik-baik : the minute hence back. Saat ini saya sedang mendaftarkan itu di dunia digital.
Tamu pada saat saya di RS MM Bogor
Saya menulis ini karena beberapa orang dari PT Asuransi Simas Jiwa (ASJ) melakukan ini di Jobstreet:
Untuk apa kira-kira mereka melakukan seperti itu?
Tolong jaga diri kalian baik-baik dan jaga orang yang kalian sayangi ya. Silakan disimpan dokumen ini. Ini adalah dokumen siapa saja yang mendatangi saya pada saat saya di RS MM Bogor.
Klik di sini unduh mengunduh file.
Terima kasih dan tunggu update selanjutnya.
Saya harus tulis cerita terputus, agar bisa meninggalkan jejak bahwa saya tidak apa-apa di detik postingan itu terposting.
Yang mendasari Kasus Penculikan di ASJ
Sebenarnya saya takut loh untuk nulis ini lagi. Tapi saya itu sedang mempopuleri MonkeyTroops, tapi saya di WA lagi sama Mama saya, saya khawatir tau nanti saya kenapa-kenapa lagi. Jadi saya harus up cerita ini. Cerita ini yang menurut saya mendasari kasus penculikan di ASJ.
Tolong jaga diri kalian baik-baik dan jaga orang yang kalian sayangi ya. Silakan disimpan dokumen ini...
Klik di sini unduh mengunduh file.
Terima kasih dan tunggu update selanjutnya.
Saya harus tulis cerita terputus, agar bisa meninggalkan jejak bahwa saya tidak apa-apa di detik postingan itu terposting.
Kasus Penculikan di ASJ
Karena per kemarin ada WA dari Pak Jonatan Pajar Pratama kepada Bapak saya, saya khawatir bahwa kejadian ini akan terulang kembali. Sehingga saya harus membuat rekam jejak kejadian apa yang terjadi.
Cerita selanjutnya akan saya tuliskan lagi di postingan selanjutnya.
Dulu saya menyepelekan kasus penculikan karyawan dari PT-PT itu. Dikarenakan kok aneh yah bisa-bisanya karyawan sendiri diculik dan penculiknya bisa kerjasama dengan keluarga korban? Setelah saya alami sendiri, barulah saya menyadari perasaan korban.
Silakan disimpan dokumen ini. Jagai orang yang kalian sayangi ya...
Klik di sini unduh mengunduh file.
Terima kasih dan tunggu update selanjutnya.
Saya harus tulis cerita terputus, agar bisa meninggalkan jejak bahwa saya tidak apa-apa di detik postingan itu terposting.
A kid in a mall coffee shop order a hot coffee to warm his body. A drizzle outside, some people drive car and some motorcyclist stop driving to use the raincoat.
The kid looking around. It's crowded. "Is this empty chair?" "Yes", yet in a several time, she's going out to the mall.
The kid sit in a 6-desk table and just watch the window. "It hurts, right?". An old man come. The kid recall who is the person. "Can i join? "Yes."
The man continuing his talks. "In a bungee jumping, people are just deliberately to jump. How can they just dare to challenge the death?" The kid listen him. "In a very low point, the resistance rubber pull him up".
The man stand up and go without talking any explaination. The kid keep quiet and sip the coffee.
Saat Teduh Bersama – Arti Kunci Kerajaan Sorga di Tangan Kita
Ibadah tanggal : 7 Februari 2024
Pendeta : Philip Mantofa
Kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Ada 3 point implikasi dan aplikasinya:
Rencana Tuhan atas kita tidak bisa gagal kecuali kita mengizinkannya
Mengasihani diri sendiri / playing victim adalah kesalahan fatal.
Jangan keras kepala / stubborn atau bertekun dalam dosa atau berkeras hati. Namun apabila kita sudah terlanjur melakukannya kita harus komitmen untuk berbalik kepada Tuhan.
Makhluk yang dianggap lemah dipersenjatai oleh Tuhan. Sehingga, pasti sudah menyiapkan perlindungan khusus buat kita.
Jangan menyerah! Karena Tuhan tidak pernah menyerah atas kita. Tuhan tetap setia sama kita dan mau untuk menunggui kita.
Tidak boleh menguji Tuhan, meskipun Tuhan punya plan A, B, C. Karena pasti ada konsekuensinya. Namun apabila vas yang lama sudah hancur lebur, Tuhan akan bentuk yang baru dan tidak akan menyerah atas kita.
Merangkak pada Tuhan, pakai kunci untuk bersyukur, melawan iblis, yakin, doa dalam nama Yesus dengan imaan yang pas-pas-an bisa kita pakai untuk mendekati Tuhan.
Tuhan bekerjasama baik yang baik dan buruk. Tuhan akan mengeluarkan kebaikan meski kita dihantam perkara-perkara menyakitkan, terjerumus akibat kesalahan sendiri.
Tuhan itu sempurna, tetapi sebagai manusia kita jangan manja dan jangan pasif.
Setiap keberhasilan kita sudah ada kunciNya di dalam firmanNya
Gali firman setiap hari, tetapi jangan tebang pilih dan asal-asalan Ketika membuka Kitab Suci.
Rajin baca Kitab suci dengan rendah hati dan keinginan untuk belajar, nanti kunci-kunci itu akan bertebaran di otak.
Kemenangan, bebas dari kebiasaan buruk, mujizat di luar batas kemampuan manusia, kuasa yang kita terima, serta pergumulan-pergumulan kita.
Masa hidup kita ditulis di Kitab suci.
Roh kudus pasti tuntun kita menuju sesuatu.
Firman Tuhan juga berisi instruksi – arah untuk menjalani hidup.
Tuhan tau apa yang kita butuhkan dan jangan menggurui Tuhan Ketika kita minta sesuatu kepada Tuhan.
Doa Puasa adalah kunci Rohani yang mengaktifkan kuasa urapanNya
Orang berwibawa karena kuasa Allah, percaya kepada Allah
Firman belum bisa masuk ke diri kita karena ada kedagingan: pikiran, keinginan.
Makanan satu-satunya untuk mengaktifkan Rohani kita adalah Firman. Bagaimana caranya agar kita menahan lapar, mengisi waktu, bersandar, prioritas lainnya agar tidak dijajah oleh panca Indera kita adalah Firman.
Minta Tuhan untuk tuntun jalan, pakai nama Yesus.
Tumbuhkan manusia roh, gunakan otoritas iman kita.
The culinary in Bali part 1
I am thinking to push the budget as minimum I have.
This is the honey pork noodle (mie babi madu). I found the japanese small restaurant near to Nusa Dua. The furniture is simple, a kind like street food.
Taste is good. Noodle is fully covered by seasoning. The pork is sweet. Price is cheap, comparing to the Jakarta pork noodle.
I forgot the name of restaurant, but it could be my reference later in the future if I wanna eat pork noodle.
A Whisper on The Ears
This is a random story.
Pernah gak kamu mendengar suatu suara tipis di balik telingamu, yang mengatakan: “don’t go there” or “are you serious about this? can you think again?”.
Menjelang fase dewasa, gue akui suara-suara ini semakin sering gue dengar. And then, jika gue ignore mereka dan membuat keputusan yang bertolak belakang dari suara tipis itu, hasilnya gue bakal sangat-sangat menjalani hidup yang keras...
Some of you call it as a subconscious mind. Definisi saya pribadi tentang subconscious mind adalah pikiran yang muncul atas pengalaman yang sudah pernah kita alami sebelumnya atau pernah kita dengar dari orang lain, sehingga jika kita berhadapan dengan situasi yang serupa, secara tidak sadar pikiran kita akan menghubungkan situasi tersebut dengan pengalaman sebelumnya.
Try to ignore and do the reverse. Gue pernah beberapa kali nekat untuk mengabaikan suara tipis itu, dan seharian di dalam kepala berpikir bahwa melakukan sebaliknya akan menyelamatkan gue. Ta-da in a long run, the decision make a big failure!
Why ya?
Ok, gue pernah mendengar dari pendeta yang berkotbah bahwa suara tipis itu selain bisa juga pikiran bawah sadar kita sendiri, itu adalah suara dari roh kudus. Suaranya sangat tipis dan halus, sehingga kita yang terkadang abai, mungkin akan menghiraukannya..
Pernah satu kejadian gue melamar magang di investment company, suara tipis itu muncul untuk bilang “don’t go to anywhere today”. Tapi dulu magang di company tersebut adalah satu keinginan gue as an ego-human. Dan bener, selain jarak company yang sangat jauh dari krl, hujan sangat lebat, ojol yang gue tebengin gak bawa jas hujan, yang berakhir pada gue menunggu sangat lama untuk hujan reda. Gue gak prepare apa-apa untuk bahan interview, baju sangat lepek, dan waktu terlambat 1 jam. Bad impression and bad interview. Failure in the end.
Harusnya dari sini gue mulai sadar untuk gak mengabaikan suara tipis ini.
dan jika suatu keputusan itu harus diuji ulang i will talk to mom, listen her advise, and write a pro-cons table.
Thanks life, i’ll do better next.