Meraup Untung Dengan Memberikan Produk Secara Gratis? Bisa!
Salah satu taktik marketing untuk menciptakan customer engagement dan meningkatkan customer acquisition adalah dengan memberikan produk atau jasa secara gratis. Kesuksesan taktik marketing ini dibuktikan oleh Google, Facebook, HubSpot,AT&T, dan perusahaan lainnya.
Memberikan smartphone secara gratis dengan pembelian paket data seluler, menjual gaming console dengan harga murah disertai dengan pembelian games yang mahal, memberikan mesin kopi canggih di kantor sehingga para pegawai hanya perlu membeli bubuk kopi mahal. Bukan hanya menjadi marketing tools, inilah masa depan dari model bisnis.
Para pakar bisnis menyebut ini dengan istilah subsidi silang. Belajar dari Gillette, yang pada permulaan bisnisnya membagikan produk pisau cukur secara gratis, Gillette memperoleh keuntungan melalui penjualan shaving cream.
Model bisnis dengan freemium atau sekadar memberikan secara cuma - cuma merupakan taktik marketing yang tepat untuk memastikan produk dan jasa yang anda berikan secara gratis memiliki nilai yang tinggi sampai pada customer. Taktik ini akan menghasilkan kepuasan pelanggan dan memiliki kemungkinan mereka akan merekomendasikan produk atau jasa yang anda berikan kepada orang lain, dan pada akhirnya timbul fenomena viral effect pada produk atau jasa yang anda berikan secara gratis.
Menjadi catatan penting, freemium dan memberikan produk atau jasa secara gratis tidak ditujukan untuk meningkatkan sales (seperti produk kebutuhan rumah tangga beli satu gratis satu) atau sekadar menghabiskan stok lama untuk digantikan dengan stok yang lebih baru. Model bisnis freemium ditujukan untuk menyampaikan pesan dan memberikan pengalaman pada prospective user tentang NILAI produk atau jasa yang anda ciptakan (jangan gunakan taktik marketing ini jika anda bertujuan meningkatkan sales).
Kemudian, bagaimana mengaplikasikan model bisnis ini pada produk atau jasa yang anda buat?
Hal pertama yang perlu anda lakukan: produk atau jasa yang anda buat memiliki nilai tinggi dan bermanfaat untuk target customer anda.
Banyak perusahaan yang menciptakan produk atau jasa untuk diberikan secara gratis seadanya. Ini adalah bumerang untuk anda. Ketika pelanggan menggunakan produk atau jasa anda dan mereka tidak puas, jangan mengharapkan mereka untuk berlangganan. Malah yang terjadi mereka akan menceritakan pengalaman negatif mengenai produk atau jasa anda.
Kedua, memastikan produk atau jasa anda digunakan oleh target customer yang tepat.
Melakukan promosi melalui iklan, e-mail blast, dan tools untuk penyebaran informasi promosi anda secara masif tidak dibenarkan dalam taktik marketing ini. Anda harus menyebarkan informasi mengenai produk atau jasa yang anda berikan secara gratis pada target customer yang tepat. Percuma jika digunakan oleh mereka yang sebenarnya tidak membutuhkan produk atau jasa anda. Karena tujuan dari taktik marketing ini adalah menciptakan customer acquisition dan customer engagement.
Ketiga, ciptakan revenue streams sebelum anda memberikan produk atau jasa anda secara gratis dalam skala masif
Anda memiliki produk atau jasa yang sudah matang, tentunya anda juga berharap dengan taktik marketing ini, anda akan memperoleh customer loyal. Jika customer bisa menggunakan produk atau jasa anda secara gratis terus menerus, anda akan merugi. Ciptakan revenue streams potensial untuk produk atau jasa yang anda buat. Seperti contoh kasus Gillette, dengan membagikan secara gratis pisau cukur, mereka memperoleh margin melalui penjualan shaving cream.












