Sekarang sudah memasuki Surat Yusuf ayat 67-68, yang berjudul Father's Undying Love.
Perjalanan ini dimulai ketika awal Ramadhan, berarti sudah hampir tiga bulan, ya? dan sudah memasuki setengah Surat Yusuf~, alhamdulillah.
Ketika itu Ustadz Nouman mengumumkan di facebooknya Ramadhan tahun ini akan bahas full Surat Yusuf, aku senang sekali dan sungguh terharu. Jadi, pernah baca postingan beliau di twitter tahun 2015, tentang Nabi Ya'kub yang kehilangan anaknya, Nabi Yusuf. Duh, indah sekali bahasa al-Qur'an mengisahkannya -baru merasakan ketika Ustadz Nouman menjelaskan.
Semenjak baca itu, aku menunggu-nunggu kapanlah beliau bahas Surat Yusuf lengkap, pas baca pengumuman di facebook beliau akan bahas Surat Yusuf, sungguh kusenang dan terharu.
Juga, ada pembahasan mengenai peran Nabi Ya'kub sebagai ayah. Disitu banyak tips parenting, ternyata ilmu parenting modern itu sudah diterapkan para Nabi, huhuhu sungguh lalai sekali kita ya 😢. Itu salah satu ceramah favoritku. Mendengar ceramah itu berkali-kali memberikan makna yang berbeda~
Nah ini kan kajiannya panjaaaaaaang dan butuh keseriusan, beginilah kumengatur waktu agar tak ketinggalan dan keteteran:
Ustadz Khalid Basalamah mengatakan: jangan kasih waktu sisa. disisa-sisa waktu, kalau misalkan gak ada waktu, ya sudah... Jangan begitu, prioritaskan~. Jadi tu misalnya setelah shalat subuh, baca al-Qur'an, lalu dengar kajian ini.
Karna pervideo itu panjang kan ya, sekitaran satu jam, apalagi bahasanya bahasa inggris, jadi ku bagi saja waktunya per 20 menit atau 30 menit, itu kalau lagi malas. Kalau lagi rajin-rajinnya langsung babat habis satu video itu, lalu lanjut ke video berikutnya 😎~
Ingat jangan kasih waktu sisa, jangan entar-entaran, jangan disambil main hp, kalau ku lagi dengar kajian, pasti data ku matikan dulu. Oh iya, atau gini nih... Dari seharian itu ku alokasikan waktu sekitaran 2 jam untuk dengar kajian, kalau ku sukanya pagi setelah shalat subuh, karena terasa lapang gitu waktunya kan. Itu preferensi masing-masing sih, sukanya bagaimana~
Sambil dengar itu, anggaplah kita ini siswa yang lagi belajar tafsir, jadi ada buku catatan, al-Qur'annya dibuka juga, biar ndak ngawang. dicatat bagian-bagian yang penting. Kalau kajian tafsir kayak gini tu, tiada bisa sambil tiduran atau sambil bersih-bersih 😅 tidak bisa. Harus duduk layaknya siswa dikelas, ada buku catatan + al-Qur'annya dibuka + sambil bolak-balik tunjuk ayat bagian yang dibahas, agar selalu fokus.
Ustadz Nouman ini bahasanya mudah sekali dimengerti, unlike any other speakers beliau cara bicaranya juga mudah diikuti, tapi tentu perlu waktu juga kalau tidak terbiasa, tapi percayalah bahasa beliau sangat mudah dimengerti, ku tiada bercanda! Terkadang ku ketiduran juga wkwkwk bukan terkadang lagi, sangat sering malah 😂 apalagi memasuki pembahasan-pembahasan yang ku tidak interest, contohnya ketika memasuki cerita Nabi Yusuf jadi pelayan di istana, ntah kenapa ku sering kali ketiduran di pembahasan itu.
Juga karna kita bukan native speaker, tentu ada yang tidak kita mengerti, sering malah karna language barrier ini ku tidak fully understand dengan apa yang dibicarakan beliau, kadang ku ulang-ulang terus, tapi seringnya lanjut saja.... Pasti nanti bakalan ngerti juga secara garis besarnya, jika ada beberapa kata yang tak tau artinya, ya sudah... Don't bother yourself, lanjutkan saja. Kalau lagi rajin, ku buka kamus.. Atau catat kata yang tak mengerti itu, tapi lebih sering masa bodo 😂😂😂
Apa lagi ya, inilah kalau nulis tak pakai brainstorming, sering kehilangan ide ditengah jalan, dan tulisan keliatan bolak-balik gak ada inti pembahasan, tapi ndakpapa yang penting nulis 🙃
Mungkin ya segitu saja. Soalnya ndak ingat lagi apa yang mau ditulis.
Oh iya, ku sungguh bersyukur sekali Allah ngasih kesempatan dan menguatkan sampai saat ini masih setia dengar kajian beliau. Dulu saat kehilangan buku catatan Nahwu-Sharaf itu, ku sedih luar biasa.. Bahkan sampai sekarang ku masih berandai-andai jika saja catatan itu masih ada 😭 ilmu disana tak tergantikan dari kelas 2 sampai kelas 6, sedih ku. Tapi Allah ganti, belajar Nahwu-Sharaf kembali dengan Ustadz Nouman.
ku suka dengan cara ngajar beliau, apalagi pengetahuannya tentang bahasa arab dalam al-Qur'an itu sungguh amat sangat sayang kalau dilewatkan. Beliau juga ngerti psikologi, yang membuatku makin paham bahwa al-Qur'an itu obat, bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu adalah orang yang paling ngerti keadaan manusia. Eh ku nangis loh ketika beliau cerita peristiwa menjelang Fathu Makkah 😭 gak pernah sebelumnya ku nangis dengar cerita itu, kayak gitulah kalau orang diberkahi bakat storytelling, seolah-olah kita masuk ke dalam cerita itu, dan terbawa perasaan kita.
Sebenarnya ku terintimidasi belajar bahasa arab dan perangkat"nya, tapi perasaan itu sudah hilang alhamdulillah, terimakasih Ustadz Nouman Ali Khan, barakallah fiikum~
Sekarang ku paham esensi bahasa arab dan urgensinya belajar bahasa arab, dan kewajiban kita untuk belajar bahasa arab. Enam tahun di sekolah ku belajar, baru sekarang paham pentingnya bahasa arab itu😁. Semoga kita tak lelah untuk terus belajar, semoga Allah kuatkan kita selalu, walau semangat ini tak selalu sama~