Tenanglah, ingat bahwa Allah melihatmu :)
"jangan dulu patah yaa.." aku menelan ludahku, mematung dan beristighfar begitu mendapat pesan yang sejak semalam kunantikan jawabannya. Aku terkejut tapi tidak begitu, karena aku tahu betapa kabar seperti ini bisa kapan saja sampai ke daun telingaku.
"Alhamdulillah.. satu persatu tabir ini mulai tersingkap. Terima kasih Allah untuk jawaban atas ketidak-tahuanku yang harus segera diakhiri".
Aku lega, bersyukur, dan sedikit sesak juga hehe.. tapi tak apa.. memang ini yang sering kupinta dalam doa-doaku, aku minta untuk diberi tanda dan kepastian akan rasa penasaran dan gelisahku beberapa bulan terakhir.
Aku bersyukur dan merasa tidak ada yang perlu aku sesali sama sekali. Mengenalmu dan pernah menjadi bagian dari aktivitas yang melibatkanmu adalah hal yang saat ini sudah sangat aku syukuri. Aku bersyukur karena kita bertemu saat kuniatkan semua hal dengan mengingatNYA lebih dulu. Kita bertemu tanpa sengaja, mengenal tanpa menyengaja dan bekerja sama tanpa membawa niat apa-apa selain untuk memperoleh ridho dan kebaikan Allah, jadi bagiku, itu sudah cukup. Alhamdulillah.. hatiku lega karena aku yakin siapapun yang kamu pilih, itu adalah yang terbaik, aku yakin karena aku tahu betapa banyak kebaikan yang kamu tunaikan dengan melibatkanNYA, bahkan mungkin frase cinta itu membutakan benar, spontan kulayangkan doa terbaikku untukmu begitu kubaca pesan itu.
Lalu, sekarang aku bagaimana?
Aku akan tetap berjalan, melanjutkan kisahku, hehe
Aku yakin, bahwa apa yang sama-sama kita pinta - yang terbaik untuk perkara dunia dan akhirat kita- itu sama-sama sedang Allah persiapkan. Rasanya terlalu sempit memaknai bahwa bahagiaku hanya akan terwujud jika semua hal yang kuinginkan terjadi, seperti yang sudah-sudah, ketika kuserahkan semua urusanku, bahkan hatiku padaNYA, tidak akan kujumpa kecewa, malah aku sering dibuatNYA jatuh cinta dengan begitu banyak kebaikan yang IA datangkan sebagai pengganti duka dan luka.
Terima kasih yaa, banyak hal baik dan menginspirasiku yang kau bawa. Dulu, kau memang jawara untuk banyak hal manis yang kau tuangkan dalam tulisanmu. Hal pertama yang aku kagumi adalah tulisanmu tentang menerima dan mengapresiasi takdir yang tidak selalu berjalan sesuai rencana kita. Aku paham betul bagaimana rasanya menjalani itu :)
Jazakallahu khairan katsiran karena telah bersikap santun, profesional dan menginspirasiku.
Aku akan tetap mendoakan yang terbaik untukmu, untuk ku..
Aku percaya, bahwa pertemuan dengan setiap nama adalah sebuah pembelajaran dan pengalaman.
Saat ini, aku hanya butuh waktu menata kembali tembok pertahananku yang sempat keos hehehe, tapi kupastikan tidak akan lama.
selayaknya wanita pada umumnya, ada hal-hal yang membuatku lemah dan butuh ruang untuk berfikir, bermuhasabah sembari menyatukan kembali puing-puing yang kemarin sempat rontok.
dan untuk Allah, terima kasih sudah beri aku kesempatan mengenalnya, mengetahui kabarnya dan mendapat jawaban atas doa-doaku :)
Alhamdulillah.. aku benar-benar bersyukur, karena saat-saat seperti ini, aku masih memilikiMU, aku merasakan pelukanMU, mendapat jawaban yang benar-benar aku nantikan..
Dear Allah.. bantu aku bangkit kembali dengan seluruh kekuatanku dan daya terbaik yang aku miliki, aku percaya waktu itu sudah dekat.. Berikan yang paling baik untuk setiap takdir yang Engkau tetapkan padaku, padanya..
Kuniatkan semua ini semata-mata untuk mencari ridhoMu, menjalani dan menunaikan ibadah dengan teman terbaik, karena buatku, pasangan adalah imam, pakaian dan sahabat yang harus bisa sama-sama mendukung satu sama lain dalam memperbanyak amal soleh, menggapai ridhoMu dan memperoleh keselamatan di dunia yang sangat sebentar ini sampai nanti di akhirat.
Mari bangkit dan bersinar lagi :)
Kamu sudah melangkah jauh, tidak mudah sampai pada titik ini, lihat bagaimana Allah telah menjagamu.. menemani tiap lembar hidupmu, ternyata kita sudah sampai sejauh ini ya heheh alhamdulillah..
Mari kita lanjutkan petualangan, semoga pada nama dan wajah baru nanti kita temukan that One Piece yang memang sudah Allah siapkan untuk kita :)
jangan dulu patah, tak perlu gelisah
Rahmat Allah begitu luas, kasih sayangNYA lah yang akan menjadi penenang dan obat bagi jiwa..
ingat, generasi terbaik lahir dari rahim yang taat. Mari belajar lagi, bertumbuh lagi sebagai bekal untuk menjadi sebaik-baik madrasah dan sahabat bagi anak-anak yang nanti Allah titipkan padamu.
Bismillahi tawakkaltu 'Alallah..
Bismillahi amantu billah..
Bismillahi Laa Hawlaa wa laa Quwwata ilaa billah..