Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Lanjut materi ke 8 ya yang disampaikan oleh Teh Amelia, teh Bintan dan teh Lina, berikut hasil resume nya.
Apa itu penyimpangan seksualitas ?
Penyimpangan seksual atau parafilia adalah bangkitnya gairah seksual secara terus-menerus terhadap objek, situasi atau individu tertentu yang tidak lazim. Sedangkan menurut Farhan (2002), penyimpangan seksual adalah pemenuhan nafsu biologis dengan cara dan bentuk yang menyimpang dari syariat, fitrah dan akal sehat.
Faktor psikologis
- pengalaman masa lalu (Akibat pelecehan seksual/nonton adegan seksual)
- Kesulitan mengekspresikan perasaan/sulit memulai hubungan dengan orang lain
- Mendapatkan aktivitas seksual yang menyeanangkan berulang kali dengan situasi/objek tertentu
Faktor biologis
- Kelainan struktur dan kinerja otak
- Kadar hormon abnormal
Faktor salah pengasuhan (Pshyco genic)
- Lalai dalam mendidik fitrah seksualitas anak
- Kurang kehadiran ayah atau ibu
- Ketiadaan peran ayah atau ibu dalam mendidik
Faktor salah budaya lifestyle (Socio genic)
- Pergaulan bebas
- Seks bebas
- Kebebasan berekspresi berupa pornografi dan pornoaksi
Apa saja penyimpangan seksual ?
- Penyimpangan seksual pada objek :
Homoseksual, lesbian, biseksual, pedofilia, infantofilia, geronontofilia, zoofilia/bestialiti, froteurisme, nekrofilia.
- Penyimpangan seksual pada cara :
Ekshibisionisme, voyeurisme, skatologia telepon, transvetitisme, sadisme, masokisme, sadomakisme, sodomi.
Bagaimana upaya pencegahannya ?
- Upaya Kepada Anak :
Membiasakan anak menundukan pandangan sejak kecil
Memisahkan tempat tidur mereka
Mencegah berduaan dan bercampur dengan lawan jenis yang bukan mahram
kewajiban memakai hijab bagi anak perempuan
Menyibukan anak-anak dengan ibadah dan kegiatan positif
Memperbanyak kesibukan pada waktu remaja
Diajarkan adab minta izin dan menjaga pandangan (usia 6-9 tahun)
Anak diajuhkan dan hal-hal yang erat kaitannya dengan hubungan seks, diajarkan kepadanya pengetahuan dasar tentang tanda baligh dan mandi besar (usia 10-14 tahun)
anak diajarkan hakikat hubungan seksual, dan macam cairan yang keluar dari kemaluannya (wadi, mazi, mani) dan bagi perempuan haid, istihadhah, shafrah dan kudrah
Anak diperingatkan akan bahaya seks bebas dan menyimpang, azab Allah di akhirat nanti, maupun penyakit dan bahaya sosial di dunia
tanamkan pada jiwa anak akan rasa takut kepada Allah, pengawasan pada diriNya
Ceritakan kepada anak contoh teladan yang saleh seperti kisa Nabi Yusuf ketika digoda oleh seorang istri penguasa namun ia tetap teguh, kisah Al-Miski yang melumuri dirinya dengan kotoran agar selamat dari godaan seorang wanita, kisah Nabi Luth, dll.
Memperkuat iman dan aqidah
Mencari lingkungan dan teman yang baik
Memperbanyak ibadah (dzikir, tilawah, puasa, shalat)
Terapi/bimbingan konseling islami
Pendekatan yang baik, tidak langsung memarahi
Memberikan pendidikan seks lebih awal
Melakukan kegiatan kesehatan dan rekreasi bersama anak
Mencegah dan melarangnya menonton pornografi
Melindungi anak dari trauma dan kejahatan seks
Periksa ke ahli psikiater atau psikolog