PR # 15 Rina Afriani
Hal paling berani yang kulakukan di Tahun 2025
Keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan berani untuk mencoba sesuatu hal baru yang dulunya sangat di takuti dan di benci, rasanya sangat impossible bagi ku untuk bisa melakukan dua hal ini.Keberanian yang ku capai ditahun 2025 ini adalah bercocok tanam dan merajut. Bercocok tanam ini adalah hal yang paling aku benci, aku sangat jijik megang tanah apalagi jika jumpa dengan cacing.
Namun aneh bin ajaib semua hal ini akhirnya mampu untuk ku taklukan.Saat ini aku sudah berhasil mempunyai kebun organik, mulai dari bunga, tanaman jamu dan sayur sayuran, yang ahirnya aku sudah bisa menikmati hasil kebun sendiri. Dengan bertanam sendiri, menyiram, kasih, kasih pupuk kompos hasil sendiri, semua kulakukan dengan penuh rasa kasih.
Merajut dari kecil aku adalah anak yang cuek, nggak sabaran, boleh di kata sedikit tomboi, maka sangat tidak mungkin aku bisa melakukan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran, ketelitian dan perempuan banget seperti halnya menjahit atau merajut. Jika ada baju yang rusak, sobek, bahkan kancing baju lepas saja aku tak bisa dan tak pernah mau untuk mencoba memperbaikinya atau menjahit kancing yang lepas.
Berapa bulan lalu saat saya menemani anak kesekolah yang lagi ada perform di sekolahnya saya berkenalan dengan seorang wali murid dan singkat cerita dia menawarkan saya untuk ikut pelatihan meraju dari Dinas Perindustrian. Saya kaget dengan mata melotot dan langsung keluar aslinya yang Reaktif untuk berkata tidak. saya tidak bisa dan saya sangat tidak suka hal ini, pasti saya tak kan berhasil. Hari itu datang bahkan pendaftaran sudah tutup, ahirnya saya coba menelpon panitia katakanlah ini iseng karna pendaftaran udah di tutu.
Namun keisengan saya ini terjawab, saya di terima dan besok silahkan datang ke alamat yang sudah tertera diatas. Wooow ke isengan telah menjebak saya dan ahirnya saya harus bertanggung jawab dan komit dengan sikap sendiri. Ketika hari itu sudah tiba dan saya harus hadir.Dengan rasa percaya diri saya datang ke acara tersebut dan semua perlengkapan sudah di siapkan, nama sayapun di panggil ke depan untuk mengambil semua alat yang di butuhkan. Pelatihan akan berjalan selama lima hari. Hari pertama berjalan dengan mulus meski tertatih tatih melatih kesabaran dan belajar melemaskan tangan yang kaku dalam mengayunkan jarum jahit. Hari ke dua mulai lebih baik dan ternyata saya mampu dan berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu, selesailah sudah satu tas kecil.Hari berikutnya membuat tas lagi dengan ilmu yang lebih di tingkatkan sedikit agak sulit. Disini mulai terasa keraguan apakah aku bisa dan mampu untuk ikut sampai hari terahir. Saat buat tas kedua ini dengan ukuran yang lebih besar dari yang pertama.Saya mulai cerewet untuk bertanya bahkan minta di bantu dulu dari trainer, begitu ada bantuan dengan harapan saya bisa selesaikan dengan tepat waktu.
Namun apa yang terjadi begitu udah di rajut dan mulai nampak hasil bentukan tas, ternyata si trainer bilang salah dan harus di bongkar kembali ke titik awal. ini terjadi berulang ulang yang membuat kesabaran saya mulai terusik, jari jari tangan mulai kaku dan tegang, emosi juga dengan trainernya yang kurang teliti untuk mengecek hasil yang saya buat.Diawal pengecekan katanya udah betul dan lanjutkan ternyata salah dan ini terjadi berulang ulang, dengan gampang dan se- enaknya bongkar lagi.
Untuk mencapai sejauh itu kan sangat sulit, ahirnya aku nyerah dan stop sampai disini, saya tidak berhasil untuk mengumpulkan tugas kedua ini. Ambil jeda dulu tarik nafas dan berpikir lebih waras, cooling down. Saya sempat kecewa dan mulai melirik dan membandingkan kemampuan orang lain, iri mulai merasuki jiwa, cuek dengan hasil karya teman teman di grup,. Pada ahirnya pelatihan selesai tibalah saatnya perpisahan dan di tutup dengan tugas yang tak terselesaikan. Mengintip hasil teman teman di grup yang bagus bagus, terpantiklah semangat pantang menyerah dan berpikir saya pasti bisa.
Coba lagi, coba lagi dan ternyata saya mampu dan bisa menghasilkan tas yang jauh lebih bagus dan tak kalah saing dari mereka.Terimakasih Gusti atas anugerahMu yang nyata, terimakasih wahai ragaku yang hebat... Yes I Love you ๐๐ชโค








