Entah bagaimana lagi cara menghilangkan semuabrasa yg tertuju tentangmu, telah ku tempatkan sekotak rasa itu diujung jalan seberang kau berdiri ketika semua nyata terdengar tentang sebuah pilihan. Bahkan walau air mata telah mengalir doa terbaik tetap kuselipkan dalam malam malamku. Tak ku jejakkan bagaimana cinta itu ingin merengkuh keangkuhanmu, hanya saja jangan menoleh kearahku jika hanya sesaat. berjalanlah lurus biarkan doa tulusku mengiringi bahagiamu. bukanlah terbaik untukmu tentangku. Bukan tak ingin mengajukan tentang hatiku padamu namun biarlah keikhlasanku yang akan membinamu mencapai ujung bahagiamu. Jika memang bukan arahmu untukku, akan ku kemas kisah yang pernah tergores darimu sebagai klasiknya hati. Setidaknya cinta bukan obsesi memiliki ragamu walau hati meyakini sudut hatimu ada namaku. Terimakasih telah menjadikan senyum di setiap lekuk bibirku, terimakasih sudah mengisi namamu disetiap alasanku bercerita dengan Penciptaku, dan terimakasih sudah menjadi ketangguhan diatas airmataku. Semoga kelak bahagiamu adalah ketegaran utama untuk melepaskan semua rasa. Dan untuk saat ini kubiarkan rindu membakar setiap relung luka dalam kodrat hati. Kau dan ku yang takkan terjadi hanyalah waktu yang menjawab. Dan jawaban apapun kuharap itu terindah dan terbaik dalam jejak takdirmu dan ku. Malang,31 mei 2016 -phucino-